Kisah Yang Belum Usai

Kisah Yang Belum Usai
Kedatangan Shopia


__ADS_3

...BAB 55...


...Kedatangan Shopia...


Sindy menaiki mobil alparhd merahnya, dengan cepat ia melajukannya membelah jalan besar Kota Metropolitan tersebut. Menuju tempat dimana hanya dia saja yang tahu. Tempat yang nyaman baginya, untuk menghilangkan segala kepenatan dan juga resah di hatinya.


Sesampainya di tujuan. Sindy memesan minuman beralkohol dan meneguknya perlahan-lahan sampai habis. Hingga tak lama datanglah wanita seksi bak seorang model datang menghampirinya. Lalu menepuk bahunya pelan.


"Sindy, kamu sudah datang rupanya? Maaf membuatmu lama menunggu." ujarnya tersenyum kecil, merasa bersalah karena telat datang.


Sindy menoleh lesu, menyunggingkan senyum pahitnya pada wanita berambut coklat sepanjang bahu itu. "Tidak apa kak, aku juga baru sampai kok," jawabnya tak semangat.


"Ada apa lagi, apa suamimu membuatmu marah lagi?" tanyanya ikut prihatin, seraya menghempaskan pinggul besar dan seksinya di kursi tander, di samping Sindy. Setelah ia memesan minuman sama seperti Sindy. Tangannya lalu mengusap pelan punggung Sindy dengan lembut. Memberi perhatian.


Sindy hanya mengangguk dengan tatapan getir melihat ke depan. Menyaksikan penyanyi seksi yang menyuguhkan music pop kesukaannya. "Ya, bukan itu saja Kak... Suamiku, bahkan diam-diam terus menemui lagi mantan istrinya. Ternyata dia tidak menyerah ingin mendapatkan hati wanita itu lagi, sampai-sampai Mas Dika rela membelikannya perhiasan yang mahal. Aku sangat benci sekali melihatnya Kak," pekiknya geram, mengepal kencang-kencang satu tangannya di atas meja, hingga kulitnya memutih.


"Aku tak mau tahu, kau harus bisa bantu aku Kak." pintanya tiba-tiba yang lalu ia mengusap kasar wajahnya yang penuh amarah.


"Membantumu? Memangnya rencana apa yang ingin kau lakukan untuk suamimu itu?"


"Bukan suamiku." celetuknya. Wanita itu lantas menjeda minumnya sesaat, matanya mendelik kaget, menatap wajah Sindy yang tampak serius kali itu.


"Tetapi untuk Vira Adelia, aku ingin kau menghancurkan hidupnya. Karena dia sudah merebut perhatian suami sekaligus mertuaku, termasuk juga Kak Vicky kepadaku!" lanjutnya dengan penekanan. Dahi wanita itu semakin berkerut dalam.


"Jadi maksudmu, kau ingin aku menggagalkan pernikahan Vicky dengan wanita itu?" sontaknya, manik cantiknya melebar. Lekas iya menggelengkan kepalanya dengan cepat. Menolaknya.


"Itu, maaf aku tidak bisa, Sindy..."


"Aku mohon padamu Kak Riska..." pinta Sindy lagi, menyela dengan tatapan memohon belas kasihan, seraya menggenggam erat tangan wanita itu di dadanya. "Aku ingin Vira Adelia tidak bahagia dalam hidupnya. Gara-gara dia juga, sikap Kak Vicky kepadaku tidak seperti dulu, semua yang aku minta padanya tak lagi di penuhi, semenjak aku menikah dengan Mas Dika dia selalu menghindar dariku, seakan tak ingin mengenaliku lagi. Sedang Mas Dika sendiri, seolah dia berpaling dariku setelah Vira melahirkan anaknya. Di sisi lain Mamaku juga selalu mendesakku untuk mengirimkan uang puluhan juta ke rekeningnya setiap bulan sekali. Selain ingin membayari hutang Papaku yang belum terlunasi, Mama juga tak pernah lepas dari kegiatan sosialitanya yang selalu saja menguras banyak uang. Aku merasa hidupku sangat tertekan sekali, Kak... Mama juga memintaku agar aku jangan hamil dulu. Katanya anak hanya akan menambah beban hidup kami." Sindy mere-mas kencang rambut kepalanya, semakin frustasi. "Aku benar-benar bingung harus bagaimana lagi? sementara Mas Dika dan Mama mertuaku selalu menyindirku karena aku belum juga hamil-hamil. Semua terpaksa kulakukan demi mengikuti kemauan Mamaku, setiap hari aku meminum pil KB. Agar aku tak bisa hamil....!!!" isaknya kencang.


"Tapi, Sin..."Riska tampak prihatin namun dia sangat ragu untuk memenuhi permintaan Sindy padanya. Karena dia tahu sendiri, bagaimana sikapnya Vicky padanya. Tapi dia juga tak tega melihat kesedihan Sindy.


Sindy menoleh padanya dan memegang tangan wanita itu lagi dengan erat. "Kak Riska, aku mohon padamu Kak. Sekali ini saja Kak... Bukankah Kakak masih mencintai Kak Vicky?" selanya tiba-tiba. Memberi harap lagi pada Riska.


Wanita yang bernama Riska itu melebarkan lagi matanya. Samar maniknya berkaca-kaca, jelas terlihat bahwa di hatinya memang masih ada rasa cinta pada Vicky.


"Ta-tapi, dulu Vicky sudah beberapa kali menolakku, dan dia tetap setia dengan kekasihnya itu. Bahkan Tante Sophia sudah menyerah tak mampu lagi menggoyahkan hatinya yang sangat keras. Mana mungkin dia mau membatalkan pernikahannya dan mau hidup bersamaku."

__ADS_1


"Apa kau sudah tahu Kak, siapa sebenarnya Vira Adelia itu?" delik Sindy memincingkan matanya tajam.


Riska menggeleng pelan. "Aku tidak tahu..."


"Dia adalah cinta masalalunya Kak Vicky. Aku tahu dari Adam, assisten setianya Kak Vicky selama ini. Makanya itu, Kak Vicky nekad untuk menikahi wanita itu, walaupun kini dia sudah punya anak dari Mas Dika!" cecarnya mengungkap semua identitas Vira Adelia selama ini pada Riska.


Riska adalah wanita yang batal di jodohkan dengan Vicky waktu itu, Karena Vicky menolaknya demi untuk mencari kekasih lama yang sempat menghilang dari hidupnya. Dulu Riska sempat kecewa dan sakit hati karena penolakan Vicky yang terang-terangan di depan semua keluarga besar mereka, membuat harga dirinya dan keluarganya menanggung malu sepanjang hidupnya.


"Benarkah itu?!" Riska tersohok tak percaya.


Sindy mengangguk lagi. "Iya Kak,"


Riska tertawa sinis. "Oh hahaha, jadi ternyata dia, wanita kampungan yang selalu di sebut-sebut oleh Tante Sophia saat itu." umpatnya, kini Riska pun berbalik mendukung Sindy. Sindy mengangguk-ngangguk lagi tersenyum meyakinkan Riska. "Sebaiknya aku harus segera memberitahukan ini pada Tante Sophia dan Paman Bagas. Kalau Vicky masih tetap nekad menikahi wanita kampung itu!" Riska akhirnya ikut terbawa emosi dengan mendengar semua cerita Sindy padanya.


"Iya makanya itu berusahalah lagi Kak, untuk merebut kembali Kak Vicky dari wanita itu... Cari cara, agar pernikahan itu tak terjadi. Aku ingin Vira hancur-sehancur-hancurnya! dan Mas Dika akan melupakannya untuk selamanya."


Kedua wanita itu kini bergeming, dan saling menatap licik, dengan pikiran yang sudah di penuhi oleh rencana-rencana busuk mereka.


****


Keesokan harinya, acara akad pernikahan berlangsung di rumah kontrakan Vira dan Irfan, semua karena atas permintaan Vira sendiri. Jauh-jauh hari, Vira sudah mengusulkan untuk menggelarnya dengan sesederhana mungkin, Vira tahu jika rencananya tidak sesuai keinginan Vicky, namun Vicky pun mengerti dan menghargai atas keputusan Vira. Selain itu Vicky juga sengaja tak mengundang ataupun memberitahukan keluarga besarnya dulu di Surabaya.


Karena Vicky tahu, kalau Vira belumlah siap untuk menemui mereka lagi terutama pada Sophia, dan walaupun tanpa keluarga besarnya Vicky, acara pernikahan itu tetap terus berlanjut.


Setelah waktu yang cukup lama, akhirnya Vira selesai di rias secantik mungkin oleh MUA di kamarnya, dia melangkah pelan keluar kamar di papah oleh Diana. Setelah Diana menitipkan Aqilla pada Artnya.


Vira berjalan menghampiri Vicky dan juga penghulu yang sudah siap duduk berhadapan, tengah menunggu dirinya.


Wajah tampan Vicky berbinar cerah, maniknya sama sekali tak berkedip ketika melihat anggunnya Vira dengan memakai busana kebaya putih serta sanggulan dan hiasan bunga melati di atasnya, sebagian bunganya menjuntai panjang ke bawah, depan bahunya.


Vira perlahan duduk di samping Vicky, menundukkan pandangannya, dengan kedua pipinya yang sudah merah merona, karena dirinya terus saja di tatap oleh Vicky sedari tadi.


"Sudah siap?!" tanya Pak penghulu mengejutkan keduanya. Vicky pun berdeham, mengangguk gugup. Berpura-pura membetulkan jas tuxedonya. Tentu karena ini adalah pengalaman pertama baginya, wajar jika perasaannya sangat gugup. Sedang Vira sendiri, tampak biasa dan tenang menjalaninya.


Irfan dan Adam menahan tawanya, melihat kegugupan Vicky di depan penghulu dan beberapa orang yang di undang sebagai saksi pernikahan mereka. Sebagian lain berbisik-bisik pelan, tengah membicarakan status mereka. Vicky yang masih bujang mau mempersunting seorang janda beranak satu.


Tangan Pak penghulu mulai menjabat tangan Vicky, bersiap untuk mengucapkan ijab qabul.

__ADS_1


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Vicky Bahru Sanusi dengan Vira Adelia binti Radiyush Alwi dengan maskawinnya berupa 500 gram emas dibayar tunai.”


Vicky pun mengikutinya dan mengucap ulang dengan lancar.


Sah....


Sah....


Alhamdulillah...


Semua saksi serempak berucap kata sah. Dan hari itu Vicky dan Vira pun resmi menjadi suami istri. Setelah mereka bertukar cincin. Vicky pun medekatkan wajahnya, mendaratkan bibirnya di kening Vira dengan lembut dan lama.


Mereka semua yang melihat tersenyum bahagia. Namun tidak bagi Diana sendiri, hanya sedih dan kecewa yang ia rasakan. Sebab kini Vira bukanlah lagi menantunya. Namun Diana juga tak berhak untuk memaksa, karena semua sudah keputusan Vira lebih memilih berpisah dari putrannya dan menikah lagi dengan Pria pilihannya.


Dika lekas memalingkan pandangannya, tak sanggup melihat kebahagiaan di wajah pasangan yang baru saja halal di ikrarkan. Tanpa di suruh kakinya ingin melangkah keluar rumah, bermaksud menghampiri Aqilla bersama Artnya.


Tapi, bersamaan itu hal yang tak di inginkan terjadi. Seorang wanita angkuh datang dengan penampilannya yang elegant, namun masih cantik mesti usianya di atas 45 tahun. Tiba-tiba masuk bersama dua bodyguardnya.


"Hentikan semua pernikahan ini!!" teriaknya, memerintah lantang dan tegas.


Sesaat semua hening tercipta, semua pandangan mata pun beralih kepadanya.


Vicky dan Vira membeliak terkejut, bersama mereka beranjak berdiri. Saat itu juga tangan Vicky meraih tangan Vira dan menggenggamnya erat. Mata sipit itu semakin menajam ke arah wanita yang sudah berdiri tak jauh beberapa meter darinya.


"Mau apa kau kemari?"


"Mama dan Papamu tidak akan pernah setuju dengan pernikahanmu ini, Vicky!" cecarnya lagi.


Bersambung....


...****...


Ayo absen dulu dong... yang masih setia dengan baca novelku. yg suka vote dan kasih hadiah. Makasih yaaa setelah novel ini tamat. Saya akan undi hadiah bagi pemenangnya. Berbagi pulsa gratis.


Pemenang pertama 50rbu


Pemenang kedua 20 rbu

__ADS_1


Pemenang ketiga 10 rbu


Jangan lupa yaa beri semangat dan juga dukungannya selalu ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2