Kisah Yang Belum Usai

Kisah Yang Belum Usai
Cinta yang Memudar


__ADS_3

...BAB 77...


...Cinta yang Memudar...


Dika melempar jas birunya sembarang setelah masuk ke dalam kamar, lalu ia menghempaskan tubuhnya berbaring di atas ranjang. Matanya menerawang menatap miris pada langit-langit kamarnya, sembari tangannya memijati keningnya yang masih berdenyut nyeri. Sesekali ia juga mengatur nafas, sisa-sisa emosinya tadi sehabis pertengkaran antara dirinya dengan Sindy.


"Kenapa kau selalu saja membuatku pusing, Sindy? Apa alasan sebenarnya Mama Ria melarangmu untuk hamil? Bagaimana mungkin dia sampai tega melakukan itu pada putri kandungnya, melarang kebahagiaan putri dan juga menantunya sendiri. Huh, ataukah itu hanya akal-akalanmu saja, agar aku memaafkan kesalahanmu sehingga kau nekad mengadu dombakan aku dengan Mamamu sendiri?! Akh, rasanya kepalaku ini mau pecah memikirkannya, lebih baik kita memang hidup sendiri-sendiri saja dulu..." pekiknya sendiri. Memaki Sindy dalam kesendiriannya.


Setelah emosinya mulai membaik, Dika merogoh ponsel di saku celananya, berniat ingin menelepon ART nya untuk memindahkan semua barang dan pakaian-pakaian Sindy ke dalam koper. Namun dengan waktu yang bersamaan, Riska tiba-tiba meneleponnya.


"Hallo...?" jawab Dika setelah menjawab teleponnya dengan nada malas. "Ada apa?" tanyanya.


["Dimana kau, hah? Kau hutang penjelasan padaku! Gara-gara ulahmu itu, Sindy semakin membenciku, dan hubungan kami jadi rusak! Katakan sejujurnya padaku, tadi kau hanya ingin memanfaatkanku saja supaya Sindy melihat dan mengira kita ini sedang selingkuh iya 'kan?! Dasar lelaki gila, aku sudah tahu akal licikmu itu!"] sungut Riska tak berhenti mencaci maki Dika di seberang telepon, terdengar sangat emosi sekali.


Dika menghembus perlahan nafasnya lalu ia tersenyum miring menanggapinya. "Maaf, memang itulah tujuanku padanya." ucapnya santai tanpa merasa bersalah.


Dika sudah yakin jika rencananya tadi akan berhasil, dia mampu mengelabui Sindy. Sesaat sebelum Dika pergi menghadiri pesta Rion tadi, Dika memang sengaja membuat perangkap untuk Sindy, mengajak Riska dan memanfaatkan wanita kesepian itu, yang kebetulan Apartemen Riska dekat dengan Hotel tersebut. Dika yakin, kalau Sindy akan penasaran dan terus mengikutinya dari belakang. Tetapi tak sangka justru karena rencana buruknya itu Sindy malah membuat kekacauan di pesta sahabatnya sendiri. Dika sudah tahu konsekuensinya, dan dia harus segera meminta maaf pada Rion atas kejadian yang tak mengenakan di pesta pertunangannya.


["Kau memang sudah tak waras, Dika. Sindy begitu mencintaimu... Oh aku tahu, apa kau melakukan ini semua, karena kau memang masih mengharapkan mantan istri kampunganmu itu, iya 'kan?" sindirnya. "Hah, tapi percuma saja kau ingin kembali padanya, dia sudah jadi istrinya Vicky dan kau tak akan pernah bisa melawan dan menyaingi lelaki itu!"] hunusnya menyindir. Dika membuang kasar nafasnya lagi, dia tak peduli dengan ocehan Riska di telepon.


"Itu bukan urusanmu, tapi aku juga banyak-banyak terimakasih padamu karena berkat kerja samamu tadi, akhirnya aku bisa membuat Sindy sakit hati padaku." ucapnya terkekeh senang.


Setelah bicara seperti itu, Dika menutup sambungan telepon mereka. Lalu dia kembali pada niatnya tadi untuk menelepon ARTnya.


"Bik, tolong kemari sekarang... Bantu aku mengemasi barang dan pakaian-pakaian Nyonya ke dalam koper." titah Dika.

__ADS_1


["Lho kenapa Tuan, kenapa tiba-tiba di kemasi, apa Nyonya Sindy dan Tuan Dika ingin pindah rumah?"]


"Bibi tak perlu tahu, itu urusanku. Turuti saja perintahku, nanti saya kasih bonus untuk Bibi. Sekarang saya tunggu Bibi di apartemen." titahnya lagi.


["Ah i-iya baik, baik Tuan. Saya ke sana sekarang..."]


Dika menghela nafasnya dalam-dalam. Lalu dia menekan tombol hijau untuk menelepon Rion dan meminta maaf padanya, atas kejadian tadi di pesta. Dika yakin pasti sahabatnya itu akan bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dengan rumah tangganya.


"Aku benar-benar minta maaf padamu, pestamu jadi kacau gara-gara istriku..." ucap Dika setelah teleponnya tersambung pada Rion.


["Yang membuat pestaku jadi berantakan bukan karena istrimu, tapi itu karnamu sendiri, tebakanku benar kan?!"] terkanya tiba-tiba, yang lalu terdengar tawa renyah ledekan Rion di seberang telepon, tetapi Dika tak terlalu menanggapinya sebab Rion sudah mengenal sifat Dika yang memang terkenal lelaki playboy di masa mereka kuliah dulu.


"Huh, akhirnya ketahuan juga... Hahaha..." kekeh Dika,.sambil berjalan keluar balkon kamarnya. Dika pun duduk di samping atas pagar balkon sambil mengamati jalanan kota Jakarta malam itu.


["Ya, siapa juga yang tak hafal dengan sifat bajingan lu? aku sih tak mempermasalahkannya. Tapi Mella tadi sempat memarahiku, gara-gara drama kalian... Satu-persatu tamu kami jadi pergi. Hah, aku tak sangka kau begitu berani menyakiti perasaan istrimu, kau memang tak pernah berubah Dika... Sekali bertemu dengan wanita cantik, kau akan buang wanita yang sudah lama bersamamu. Apa jangan-jangan kau pun melakukan hal yang sama pada istri pertamamu dulu? Sehingga kau dan istri pertamamu itu bercerai?"] sindir Rion mengintimidasinya, yang berhasil membuat hati Dika seperti tertampar.


Ah Vira... Kenapa aku terus saja membayangkan kalau kita masih sepasang suami-istri, membesarkan Aqilla bersama dengan candaan dan tawa penuh kebahagiaan... lirihnya dalam hati.


***


"Maaf ada apa ini?" tanya Adam setelah dia turun dari mobilnya, bertanya-tanya pada salah satu warga yang sedang berkerumun mengelilingi sebuah mobil alpardh merah, yang sebagian depan bodynya telah hancur. Adam baru saja pulang mengantarkan sahabat baik Vicky ke Bandara, sahabat sekaligus rekan kerja yang akan mengurus perusahaan besar keluarganya Vicky di Surabaya.


"Barusan ini terjadi kecelakaan Pak. Pengemudinya menabrak tiang listrik, sekarang dia terluka dan di larikan ke Rumah Sakit." jawab bapak-bapak di sana setelah di jelaskan oleh seorang Bapak tua tadi yang nyaris saja di tabrak, sesaat dirinya ingin menyebrangi jalan sambil mendorong gerobaknya, dan dia adalah saksi mata atas kejadian kecelakaan tersebut.


Adam penasaran dan langsung melihat mobil alpardh merah yang seperti pernah mengenalinya. Sontak Adam pun tercengang sesaat melihat jelas plat nomor di mobil tersebut.

__ADS_1


"Bu-bukankah, ini mobilnya Nona Sindy?!" gagapnya menganga terkejut. Jantungnya seakan berhenti berpacu di sana. "Aku yakin sekali kalau ini mobilnya Nona Sindy!" pekiknya, pucat pasi.


****


Dika dan ART nya sudah selesai mengemasi semua barang-barang Sindy ke dalam koper besar, lalu ia memerintahkan ARTnya untuk membawa koper itu ke depan. Supaya jika nanti Sindy pulang dia langsung membawanya pergi dari sini.


"Em, Tuan yakin akan mengusir Nyonya Sindy?" tanya pembantu itu terkejut, dengan hati-hati dia menanyakannya agar tak menyinggung Dika.


Dia tak sangka jika majikannya akan cepat berpisah padahal pernikahan mereka baru saja menginjak dua tahun, sangat di sayangkan sekali padahal dia sudah cukup mengenal dekat dengan Sindy. Walau Sindy dan Dika juga jarang berada di rumah. Tapi pembantu yang sudah sepuh itu sedikit kecewa mendengar perpisahan di mulut Tuan majikannya tersebut.


"Ya, aku yakin Bi... Sudah jangan banyak bertanya lagi. Aku sudah muak melihat barang-barang miliknya berada di kamarku." sahut Dika.


Pembantu itu mengangguk dan tidak lagi bertanya lalu dengan menurut dia menyeret koper milik Sindy ke depan ruang tamu.


Setelah melihat pembantunya keluar kamar, Dika pun berniat ingin mandi malam itu. Tubuhnya seakan gerah, setelah menghadiri pesta tadi.


Tetapi langkahnya terhenti ketika dering ponselnya menyahutinya tiba-tiba. Dika melirik ponselnya yang menyala di atas nakas. Tampak jelas bahwa itu nomer Sindy di sana. Dika pun tersenyum miring.


"Buat apa dia menghubungiku? Kenapa tak langsung pulang saja jika masih ingin merayuku?!" cebiknya. Dika pun kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar mandi dan tak peduli jika nomer Sindy terus saja memanggilnya.


Bersambung....


...****...


Makasih banyak teman² yang sudah mampir, setia like & koment+++ terutama yg sering ngasih hadiah dan votenya 🤧🙏🙏🙏

__ADS_1


I Love Love you Kakak² semuanya 😍❤️❤️❤️


__ADS_2