
...BAB 49...
...Penyesalan Mama Mertua...
"Aku adalah calon suaminya Vira. Setelah ini aku akan menikahinya. Jadi anda tidak bisa seenaknya meminta Vira untuk rujuk kembali dengan Putra anda Nyonya." ungkap Vicky pada Diana dengan tutur tegasnya.
"A-apa kau bilang?!" gagapnya, yang sontak mata Diana membulat sempurna. Dadanya terasa sesak sekali seperti di tindih benda berat, hingga dia terhuyung kebelakang nyaris pingsan.
"Ma, Mama!" Dika gegas menahan bobot tubuh Diana di belakangnya.
Lantas Diana menekan keningnya yang mendadak pusing, dengan gelengan kepala, masih tak percaya yang dia dengar dari mulut lelaki yang pernah memukul anaknya waktu itu.
"Tidak, aku tidak pernah rela jika menantu kesayanganku harus menikah dengan lelaki lain! Vira harus tetap bersama putraku, titik!" sahutnya bersikeras. "Vira Adelia hanya menantuku satu-satunya!" tekannya lagi menyentaki Vicky. Diana tak terima, lantas ia menghampiri dan memukul-mukul Vicky dengan tasnya. Gegas Irfan pun mencoba menenangkan Diana.
"Tante sudah Tan, sudah... Tolong tenangkan diri Tante. Ini di Rumah Sakit." cegah Irfan agar mantan mertua Kakaknya tidak buat keributan. Diana pun menoleh pada Irfan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kenapa kamu membelanya Irfan, kakakmu itu nggak boleh menikah dengan lelaki manapun! Pokoknya kakakmu harus kembali rujuk sama Dika!" pintanya lagi keras.
Irfan hanya menghela nafasnya berat lalu menggeleng pelan. "Maaf Tante, tapi semua keputusan ada di tangannya Mbak Vira. Irfan juga tidak bisa melarangnya jika Mbak Vira lebih memilih menikah dengan Kak Vicky, nantinya..." jawab Irfan memelas, sangat memahami, jika saat ini mantan Mertua Vira tengah kecewa mendengar kabar itu.
"Tapi Fan. Kamu harus ingat, ikatan Tante dan juga mendiang Ibumu itu sangat kuat. Kami sudah seperti saudara kandung. Sebelum meninggal, ibumu sudah menitipkan Vira pada Tante, tolong kamu pertimbangkan lagi dan bujuk Vira agar mau kembali dan memaafkan Dika sebagai suaminya. Walau bagaimana pun Tante belum siap pisah dari Vira, apalagi sekarang Dika dan Vira sudah memberikan cucu pada Tante..." isaknya tersedu-sedu sambil menyeka kasar air matanya.
__ADS_1
"Ku mohon, urungkan niatmu lagi untuk menikahi Vira... Apa kau tidak kasihan memisahkan seorang bayi dari Ayah kandungnya?" pintanya lagi, yang kini Diana memohon pada Vicky dengan tatapan mengiba. Vicky cukup tertegun dengan permintaan Diana. Namun Vicky tetap tak bisa membatalkan niatnya itu. Dia memalingkan wajahnya agar tak terpengaruh akan permintaan seorang Ibu yang begitu mendamba cucunya.
"Maaf Nyonya, tapi keputusan kami tidak bisa di ganggu gugat lagi. Aku tetap akan menikahi Vira..." ucapnya bulat.
"Memangnya apa dia sudah setuju untuk menikah denganmu?" alih Dika, kali itu ia yang menimpali Vicky di sana. Air mukanya keruh karena belum sepenuhnya menerima itu.
"Aku tidak mungkin akan berkata demikian jika Vira tak menyetujuinya. Jelas Vira sudah menerima lamaranku..." terang Vicky dengan senyuman tipis di bibirnya.
Dika menahan nafasnya lalu mengusap kasar rahang yang sudah mengeras. Lantas ia membelakangi Vicky, menundukkan kepala seraya mengepal kencang-kencang satu tangannya di dinding Rumah Sakit, menutupi segala penyesalan dan rasa kalutnya kini di hati. Dika pikir, dulu dengan cara menceraikan mantan istrinya itu, akan membuat Vira semakin menyesal karena memilih berpisah darinya, dan Vira akan meminta Dika untuk kembali padanya. Namun ternyata semua hanya angannya belaka. Vira benar-benar tak lagi mengharapkan dirinya. Tentu saja, itu karena Vira sudah terlanjur kecewa dan sakit hati kepadanya.
...~Flashback on~...
"Jadi... Maukan kamu menerimaku sebagai suamimu? Suami sekaligus ayah pengganti untuk anak dalam kandunganmu?" tanya Vicky lagi, dengan masih menggenggam erat kedua tangan Vira di atas meja makan Restoran. Vicky tak berhenti berusaha untuk memanfaatkan waktu juga kesempatan besar ini. Menjadikan Vira adalah wanita satu-satunya dalam hidupnya.
Vira tahu hal yang sulit adalah mencerna perasaannya sendiri. Seolah cintanya seperti di permainkan oleh Tuhan. Dulu dia memang sangat mencintai Vicky, tapi hanya sebatas cinta saat remaja, yang ia pikir tak perlu lagi berlarut-larut untuk serius mendalami perasaannya. Hingga dia bertemu dengan Dika, Pria yang bisa membuat ia melupakan cinta di masalalunya, bahkan luka yang pernah Vicky toreh di hatinya.
Tapi sekarang apa? Dika malah mengkhianati cinta dan pernikahan sucinya. Melebihi sakit yang di berikan Vicky dulu kepadanya. Lalu tak di duga, Vicky kembali masuk ke dalam hidupnya. Ketika dia kembali terluka dan terpuruk oleh pengkhianatan suaminya sendiri, lelaki yang sudah membuatnya cinta mati. Vicky datang dan seolah memberikan lagi penawarnya. Menawarkan lagi cintanya, untuk melanjutkan lagi kisah mereka yang dulu sempat hilang di telan waktu, tanpa ada kepastian di dalamnya.
"Iya, aku bersedia menikah, dan menerimamu sebagai suamiku, Vicky..." angguknya melirih haru. Setelah ia yakin dengan keputusan di hatinya.
Senyum Vicky semakin mengembang, tampak maniknya berbinar cerah, dan dia kembali mengecup-ngecup punggung kedua tangan Vira secara bergantian.
__ADS_1
"Terimakasih Vira, terimakasih akhirnya kamu mau menerimaku. Setelah sekian lama aku menunggu, namun semua penantianku tak berakhir sia-sia..." haru Vicky semakin memancarkan kebahagiaan di raut wajah tampannya.
"Sama-sama Vicky, tapi maafkan aku_" ucapnya terbata-bata, lantas ia menunduk kepalanya. "Aku-aku bukan lagi wanita yang sempurna untukmu. Aku sudah tak lagi_"
"Sssstttt..."
Vicky lekas menjeda perkataan Vira dengan membungkam mulutnya dengan jari telunjuknya. Lalu mengangkat dagu Vira agar kembali menatapnya.
"Sudah, aku tidak ingin mendengarmu bicara seperti ini lagi. Setelah kamu melahirkan nanti, aku akan mempersiapkan semuanya untuk pernikahan kita secepatnya." ucapnya lagi tersenyum.
"Secepat itukah?" Vira melongo kaget. Sedang Vicky menaik turunkan dua alisnya menggoda Vira.
"Iya, agar kita cepat sah menjadi suami istri. Dan tak akan ada lagi lelaki yang merebutmu dariku..." sunggingnya. "Dan... Ku pastikan dirimu tak akan pernah lagi lepas dari genggaman tanganku ini..." tegasnya seraya mengangkat ke atas tangan Vira yang terus dia genggam, lalu ia sentuhkan di dadanya yang bidang. Sontak sikap dan ucapan Vicky berhasil membuat jantung Vira semakin berdetak kencang.
"Vicky~" Vira pun merenggut malu, wajahnya menunduk semakin bersemu merah.
"Aku selalu mencintaimu Vira..." bisiknya pelan di telinga Vira, lagi Vicky ungkapkan perasaan itu padanya, lalu kembali menatap lekat-lekat manik cantiknya Vira. Wanita yang selalu ada dalam hatinya sepanjang waktu. Vira hanya tersenyum haru menanggapinya, dengan mata yang sudah berkaca-kaca merah.
...~Flashback of~...
Bersambung...
__ADS_1
...****...