Kontratransferensi

Kontratransferensi
Case Two: Body Lips and Eyes (Fifty Two)


__ADS_3

            “Ya Tuhan! Lalu apa yang terjadi padamu, Yuna?”


            “Banyak.” jawab Yuna terkekeh. Ia tidak bisa menyembunyikan wajah gelinya saat melihat Luciana yang terlihat begitu pucat di sebelahnya. Wanita itu pasti syok mendengar cerita masa lalunya yang mengerikan. Dulu ia memang sangat takut setiap kali membayangkan malam pemerkosaan itu. Berkali-kali ia mencoba melupakannya, menguburnya dengan berusaha menjauh dari rumahnya agar bayangan itu tidak muncul lagi. Namun semakin ia berlari, ia justru semakin dihantui dengan sangat buruk hingga akhirnya ia menyerah.


            “Sejujurnya itu tidak seburuk itu sekarang.” ucap Yuna menenangkan.


            “Aku heran padamu, kenapa kau bisa begitu santai seperti ini? Apa kau tidak merasa tertekan dan yang lainnya?”


            “Menurutmu?” tanya Yuna dengan seringaian misterius. Wanita itu lalu memberikan kode pada Luciana agar diam karena ia akan melanjutkan ceritanya lagi yang masih tersisa cukup banyak untuk diceritakan.


            “Kau masih mengingatku Yunho oppa? Setelah bertahun-tahun lamanya?”


            Yuna berucap dengan nada sinis sambil menghempaskan tangan Yunho dari pergelangan tangannya. Wanita itu menatap Yunho datar sambil menyandarkan punggung kecilnya pada sandaran kursi kebesarannya.


            Bertahun-tahun ia berusaha berjuang sendiri untuk menyembuhkan ketakutannya karena peristiwa mengerikan yang terjadi padanya malam itu. Tidak ada satupun yang tahu apa yang terjadi padanya. Selama ini ia selalu menyembunyikan rapat-rapat dari bibi Anna, bahkan orangtuanya, agar mereka tidak malu memiliki seorang anak yang kotor sepertinya. Dan malam itu ia memutuskan untuk pergi dari rumahnya. Ia meminta kedua orangtuanya untuk memasukannya ke sekolah asrama yang letaknya jauh dari Seoul hingga ia berusia delapan belas tahun. Kemudian saat tiba waktunya mendaftar di perguruan tinggi, ia memutuskan untuk mengambil jurusan psikiater agar ia bisa menolong orang lain, dan terutama untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari ketakutan masa lalunya yang tidak bisa hilang begitu saja.


            Kim Yunho telah menorehkan kenangan mengerikan yang cukup dalam hingga ia tidak pernah bisa melupakan pria itu barang sedikitpun. Bahkan ketika ia melihat Yunho untuk pertama kalinya malam itu, ia merasa dunianya sebentar lagi akan benar-benar hancur. Namun satu-satunya cara agar ia bisa terbebas dari trauma masa lalunya adalah dengan menghadapi Yunho secara langsung. Sehingga malam itu sudah ia putuskan, bahwa ia akan menjadi psikiater Yunho untuk mengobati rasa takutnya karena kejadian pemerkosaan di masa lalu. Sialnya ingatan Yunho ternyata jauh lebih tajam dari dugaanya, sehingga pria itu dengan mudah dapat mengenalinya dalam beberapa kali pertemuan. Tapi sekarang ia cukup senang karena Yunho ternyata juga mengalami mimpi buruk yang sama sepertinya. Kejadian pemerkosaan itu membuat Yunho memiliki ilusi yang sangat mengganggu di dalam kepalanya dan membuat Yunho terlihat seperti orang gila di mata orang lain.


            “Aku mencarimu. Sejak malam itu aku terus mencarimu, tapi kau menghilang. Kau sengaja menghilangkan jejakmu dariku?”


            “Huh... kau kira apa yang akan dilakukan oleh seorang gadis kecil berusia sepuluh tahun yang baru saja diperkosa? Bahkan ia tidak pernah tahu apa itu cinta, bagaimana hubungan antara orang dewasa itu seharusnya, dan seperti apa hasrat itu membakar jiwa manusia. Tapi kau dengan bejatnya justru melampiaskan seluruh nafsu menjijikanmu pada seorang gadis polos berusia sepuluh tahun! Dimana hati nuranimu keparat!”

__ADS_1


            “Sssshhh.... tenang Yuna, tarik napas dan bersikaplah manis seperti dokter Kim yang kukenal. Sejujurnya aku tidak berharap kau pergi dariku, Yuna. Aku berharap kau bisa menjadi milikku.”


            “Hmm... brengsek sepertimu tidak berhak memilikiku. Aku sudah menikah!”


            Yuna mengakat tangan kanannya dengan angkuh dan menunjukan sebuah cincin berlian putih yang tersemat di jari manisnya. Dengan angkuh wanita itu mendongakan kepalanya sambil menikmati setiap kepedihan yang terpancar di mata Yunho. Ia tahu pria itu saat ini pasti sangat hancur, gadis yang sudah lama ditandai olehnya, telah menikah dengan pria lain. Tapi memang inilah salah satu tujuannya menikah bersama Changmin, karena ia tidak ingin terus menerus berkubang di dalam kesedihan yang sama karena masa lalunya.         


-00-


            Yunho memejamkan matanya erat dan mulai mengatur deru napasnya agar lebih stabil. Fakta pedih yang baru diketahuinya kemarin membuat jiwanya benar-benar terkoyak saat ini. Wanita incarannya, cinta pertamanya, dan satu-satunya wanita yang masih bertahan di dalam kepalanya, ternyata telah menjadi milik pria lain. Yunanya telah menjadi milik orang lain! Yunho tak henti-hentinya memutar kalimat itu di dalam kepalanya sambil berbaring terlentang di dalam kamarnya yang gelap. Harapannya untuk menjadikan Yuna miliknya telah pupus. Percuma saja selama ini ia bertahan pada fantasinya tentang Yuna, sambil berharap jika suatu saat fantasinya itu akan menjadi


kenyataan, nyatanya semua itu hanya akan menjadi abu masa lalu yang benar-benar menyakitkan untuk diingat.


            “Oppa...”


            “Oppa aku senang kau akhirnya pulang. Maaf karena aku tidak menjengukmu di rumah sakit karena aku harus pulang ke Jeju untuk menemui orangtuaku.”


            “Kau seharusnya memang pergi sejauh-jauhnya dariku wanita sialan, dan jangan pernah kembali.”


            Yunho tetap bergeming di tempat tanpa sedikitpun membuka matanya untuk menyambut irenne. Sejak awal ia tidak pernah menyukai wanita itu. Ia hanya sebatas menggunakan Irenne untuk memuluskan pekerjaanya karena wanita itu adalah salah satu model yang sedang naik daun saat ini. Keberadaanya di perusahaan tempatnya bekerja sangat diperlukan untuk meningkatkan pamor perusahaan. Dan untungnya wanita itu sangat menggilainya, sehingga saat ini ia menjadi satu-satunya fotografer kesayangan perusahaan karena ia berhasil menggaet Irenne unuk menjadi model di perusahaan tempatnya bekerja. Sayangnya imbalan untuk semua itu tidaklah murah. Ia harus rela mengorbankan kebebasannya untuk menjalin hubungan dengan wanita paling cerewet seperti Irenne. Tidak pernah sekalipun hidupnya tenang semenjak ia menjadikan Irenne sebagai kekasihnya karena setiap detik wanita itu selalu menghujaninya dengan berbagai kata-kata yang sangat memuakan.


            “Oppa.. aku tahu kau tidak tidur. Aku merindukanmu, hmm...”

__ADS_1


            Irenne memeluk Yunho erat sambil mengeluskan kepalanya di atas dada bidang Yunho seperti seekor kucing yang sedang mengiba pada majikannya. Hal itu sukses membuat Yunho membuka matanya dan menjauhkan kepala Irenne sejauh-jauhnya dari atas dadanya.


            “Enyahlah dari sini Irenne, aku muak melihatmu!”


            “Oppa, ada apa?” tanya Irenne kaget. Ia tidak mengerti mengapa Yunho tiba-tiba bersikap seperti ini padanya. Padahal sebelum ia menemukan pria itu bersimbah darah seminggu yang lalu, hubungan mereka masih baik-baik saja. Tidak pernah ada sedikitpun pertengkaran yang terjadi diantara mereka, karena Yunho memang selalu mengalah untuk meredam seluruh masalah diantara mereka. Lalu mengapa tiba-tiba pria itu bersikap dingin padanya? Apa karena ia tidak menjenguk pria itu selama di rumah sakit?


            “Oppa, aku minta maaf karena tidak berada di sisimu saat kau sakit. Tapi kumohon jangan bersikap seperti ini padaku.” Mohon Irenne memelas. Namun Yunho tetap saja bersikap sinis pada wanita itu sambil mendorongnya menjauh dari tubuhnya.


            “Kita berakhir sampai di sini Irenne, pergilah!”


            “Apa? Kenapa kau memutuskanku oppa? Aku tidak mau!” tolak Irenne mentah-mentah dengan suara tinggi. Yunho langsung menggeram marah dengan sikap keras kepala Irenne dan langsung menggendong tubuh Irenne keluar dari kamarnya. Pria itu lantas membuka pintu apartemennya kasar dan melemparkan tubuh Irenne begitu saja di depan pintu apartemennya hingga menimbulkan suara debum yang nyaring, berpadu dengan suara teriakan Irenne yang sangat memekakan telinga.


            “Pergi, dan jagan pernah ganggu hidupku lagi. Aku muak melihatmu berkeliaran seperti tikus di sekitarku.”


            “Oppa! Ada apa denganmu? Oppa!”


            Yunho menutup pintu apartemennya rapat-rapat dan berlalu begitu saja menuju kamarnya untuk menyumpal kedua telinganya dengan bantal. Suara teriakan Irenne yang sangat nyaring itu membuat kepalanya berdenyut seketika, dan tiba-tiba saja bayangan gadis kecil itu kembali muncul di depan matanya.


            “Sial!”


            Yunho mengumpat keras dan langsung menerjang bayangan gadis kecil itu begitu saja dengan langkah terburu-buru menuju kamarnya. Ia kemudian segera menyambar botol obatnya di dalam laci nakasnya dan langsung menelan satu butir kapsul berwarna putih pemberian Yuna untuk menghilangkan bayangan gadis kecil itu di dalam pikirannya. Saat ini ia tidak mau ketikdawarasannya mengambil alih tubuhnya karena ia sekarang telah

__ADS_1


menemukan semangatnya kembali untuk hidup. Karena ia ingin mendapatkan Yunanya kembali.


__ADS_2