
“Ada apa?” Luciana memandang khawatir kearah Yuna yang tiba-tiba menghentikan ceritanya sambil menundukan wajahnya. Dengan lembut Luciana mengelus pundak Yuna, mencoba menenangkan Yuna yang tiba-tiba terengah tanpa alasan yang jelas.
“Ini adalah bagian terberat menurutku karena aku selalu merasa pusing setiap kali mengingatnya.”
“Jangan dipaksakan jika kau tidak mampu. Yuna mengalami kejadian buruk saat mantan suaminya mencoba menemukannya di Bristol karena ia mendengar suara tembakan berkali-kali dan banyak suara berisik yang membuatnya trauma.” beritahu Sehun pada Luciana yang terlihat ingin tahu. Wanita itu kemudian beralih pada Yuna dan mengeluskan telapak tangannya di bahu bergetar Yuna.
“Kau mengalami hal-hal yang berat di masa lalu. Aku sungguh wanita yang hebat.” puji Luciana tulus.
“Terimakasih. Tapi aku tidak akan menghindar lagi.” ucap Yuna penuh tekad. “Aku akan menceritakan semuanya padamu. Kau tahu, kadang kita tidak bisa lari dari masalah yang kita ciptakan, tapi kita memang harus menghadapinya.”
Tatapan tajam dan penuh kesungguhan yang ditunjukan oleh Yuna menerbitkan senyum lembut dari bibir Luciana yang sekarang merasa lega.
“Aku tahu kau bisa, dokter Kim Yuna.” ucap Luciana memberikan semangat.
Brakk Brakk Brakk
Bughh
Yuna mencoba membuka matanya yang berat sambil mencoba memfokuskan pendengarannya yang masih kabur. Suara gedoran
dan debuman yang begitu berisik membuat Yuna terbangun seketika sambil menatap
pemandangan di sekitarnya dengan linglung.
“Kita harus pergi sekarang, mereka akan menangkap kita.”
Suara Yunho dan tarikan pria itu yang tiba-tiba membuat Yuna berjalan terseok-seok kesana kemari karena
kesadaranny yang belum terisi penuh. Namun dari apa yang ia lihat dari wajah Yunho, saat ini mereka memang dalam keadaan genting.
“Yunho, ada apa?”
Setelah berlari-lari cukup lama menembus pekatnya malam melalui pintu belakang, akhirnya Yuna berani buka suara sambil menatap rumah mereka yang tampak ramai di belakangnya. Ia merasa kesadarannya saat ini telah pulih, dan ia juga cukup sadar jika saat ini ia sedang berlari menjauhi rumahnya bersama Yunho tanpa alas kaki.
“Seseorang akan menangkapku dan membawamu pergi.”
“Siapa?” Yuna mengernyit tak mengerti sambil memelankan laju larinya. Ia merasa saat ini mereka telah berada di jarak yang cukup aman untuk membahas peristiwa mengejutkan yang baru saja ia alami.
“Orang-orang jahat. Mereka tidak suka kau hidup bersamaku. Ayo, kita harus pergi dari sini.”
“Tunggu! Sebenarnya apa yang terjadi. Aku tidak mengerti Yunho, bisakah kau menjelaskannya lebih detail.” pinta Yuna memelas. Namun hal itu sama sekali tidak mempengaruhi Yunho untuk berubah kasihan padanya. Justru Yunho saat ini sedang menggeram sambil menahan emosi yang sebentar lagi akan meledak.
“Turuti saja apa kataku, kau tidak perlu banyak bertanya!”
“Tapi kenapa aku tidak boleh tahu? Aku berhak tahu Yunho! Aku ingin tahu apa yang terjadi selama ini.”
Tanpa diduga Yuna mengeluarkan seluruh amarahnya di depan Yunho sambil mengontrol napasnya yang mulai tersenggal-senggal. Ia tidak tahan lagi dengan semua sikap misterius Yunho. Ia hanya ingin sebuah kebenaran yang selama ini selalu ditutup-tutupi Yunho darinya.
“Kau berani membentakku?”
Yunho mendesis pelan dengan emosi tertahan yang hampir meledak. Namun secara ajaib Yuna justru semakin berani untuk melawan Yunho. Padahal selama ia hidup bersama pria itu, sedetikpun ia belum pernah memarahi Yunho karena ia sangat menghormati pria itu. Tapi sekarang, ia merasa Yunho sudah terlalu kelewatan dengan segala misteri yang pria itu simpan rapat-rapat darinya.
__ADS_1
“Aku hanya ingin mengetahui kebenaran, apa itu tidak boleh? Aku hanya ingin mengetahui masa laluku Yunho.” ucap Yuna lirih. Bulir-bulir bening yang sejak tadi ditahannya, perlahan-lahan mulai meluncur turun seiring dengan tatapan Yunho yang semakin tajam kearahnya.
“Kau tidak perlu tahu Yuna, semua itu hanya sampah! Masa lalumu adalah sampah yang seharusnya kau buang jauh-jauh dari otakmu karena semua itu hanya akan membuatmu jauh dariku.”
“Apa maksudmu Yunho, aku tidak mengerti.” isak Yuna pelan. Saat ini ia merasa kepalanya semakin berdenyut dan berputar-putar. Seluruh bayangan yang selalu menghantuinya selama ini mulai bermunculan di kepalanya hingga ia tiba-tiba jatuh terduduk karena rasa sakit luar biasa yang menyerang kepalanya.
“Yuna... sayang, sadarlah! Yuna!”
Yunho menepuk-nepuk pipi Yuna keras dan mencoba membangunkan Yuna dari ketidaksadarannya.
Dari kejauhan Yunho melihat para polisi itu tengah berlari-lari kearahnya dengan suara hentakan kaki mereka yang nyaring. Namun Yunho sama sekali tidak bergerak ketika mereka semakin mendekat. Ia justru terduduk di atas aspal dengan kedua tangan yang saling memeluk Yuna yang tak tak sadarkan diri. Cepat atau lambat, ini memang akan terjadi. Dan ia sepertinya sudah tidak bisa menghindar lagi.
“Kim Yunho! Lepaskan Yuna! Kau telah terkepung.”
Yunho tetap bergeming di tempatnya sambil memeluk Yuna. Ia sama sekali tidak takut pada mereka, ia hanya takut kehilangan Yuna.
“Angkat tanganmu dan lepaskan sandera! Cepat!”
Yunho tetap memeluk Yuna erat meskipun ia mendapat bentakan dari pria-pria berseragam polisi itu. Seluruh telinganya telah ia tulikan sepenuhnya, dan saat ini yang ingin ia dengar hanyalah suara hembusan napas Yuna yang teratur, yang sedang memejamkan matanya damai di dalam pelukannya.
“Kim Yunho, lepaskan istriku. Kau tidak berhak menyentuhnya seperti itu karena Yuna adalah milikku.”
Kali ini Changmin maju dan berhasil membuat amarah Yunho memuncak. Seharusnya pria itu yang tidak berhak mendapatkan Yuna karena sejak awal dirinyalah yang mengenal Yuna. Bahkan ia telah menandai Yuna sebagai miliknya sejak empat belas tahun yang lalu.
“Brengsek! Jangan usik kehidupanku dan Yuna. Kalian semua minggir atau aku akan melakukan kekerasan juga.”
Yunho mengeluarkan pistol dari saku celananya dan mulai mengarahkan moncong pistol itu pada polisi polisi yang hendak menangkapnya. Dari kejauhan ia dapat melihat Hyukjae sedang menatapnya dengan tatapan prihatin sambil memohon dengan kedua matanya agar ia menyerah. Namun ia tidak akan pernah menyerah begitu saja, karena ia harus tetap mempertahankan Yuna. Apapun yang terjadi.
Changmin berteriak gemas melihat sikap Yunho yang justru semakin nekat. Padahal ia pikir penyelamatan Yuna tidak akan berjalan serumit ini, tapi nyatanya ia terlalu meremehkan kehebatan Yunho.
“Aku tidak akan menyerah hingga kalian melepaskanku. Pergilah! Yuna sudah bahagia bersamaku.”
“Bohong! Kau pasti telah memperdaya Yuna hingga ia mau tunduk di bawah kakimu. Kau seharusnya dipenjara karena telah melakukan banyak kesalahan. Kau akan dihukum dengan sangat berat.” ucap Changmin berapi-api. Ia gemas melihat polisi-polisi yang tak kunjung bergerak untuk menyelamatkan Yuna. Mereka justru hanya menatap Yunho dengan wajah bodoh yang memuakan.
“Kalian, cepat tangkap pria gila itu! Apa yang kalian tunggu?” tanya Changmin gemas. Polisi-polisi itu lantas bersiaga sambil mengarahkan moncong pistolnya kearah Yunho.
“Eungghhh... Oppa...”
Yunho menundukan wajahnya kearah Yuna sambil tetap mengarahkan moncong pistolnya pada polisi-polisi itu. Tapi kewaspadaanya saat ini sedikit hilang karena seluruh perhatiannya hanya terarah pada Yuna yang mulai membuka matanya.
“Oppa... Changmin oppa....”
Deg
Yunho terpaku di tempat sambil mencengkeram tubuh Yuna kuat. Wanita itu telah mengingat semuanya. Ingatan yang telah ia hapus telah kembali kedalam memori wanita itu. Ini buruk!
“Kau tidak pernah meminum obatmu?” geram Yunho marah. Ia lantas mengarahkan moncong pistolnya kearah kepala Yuna sambil menyeret tubuh lemas Yuna sedikit mundur ke belakang.
“Jangan bergerak, atau aku akan menembak Yuna!”
“Yunho? Apa yang kau lakukan padaku? Lepaskan!”
__ADS_1
Yuna meronta-ronta kuat sambil merintih kesakitan karena Yunho terus menyeret tubuhnya untuk mundur ke
belakang. Ia sebenarnya belum sepenuhnya sadar dimana dirinya sekarang, tapi ia terus berusaha untuk lepas dari Yunho karena ia tahu jika pria itu jahat.
“Yuna! Lepaskan Yuna brengsek!”
“Oppa? Changmin oppa tolong aku!”
“Diam! Kau tidak boleh pergi kemana-mana. Kau milikku!” teriak Yunho marah. Pria itu terus menyeret Yuna untuk kabur, dan mereka pada akhirnya bisa berlari menjauh dari kerumunan para polisi itu untuk segera melarikan dari dari Bristol.
“Apa yang kau lakukan padaku? Aku ingin pulang!”
“Diam! Kau tidak boleh pergi kemanapun.” teriak Yunho di tengah-tengah pelarian mereka. Yuna berusaha melepaskan cengkeraman Yunho dari lengannya, namun pria itu langsung menarik rambutnya dengan tangannya yang lain agar Yuna tidak bisa pergi kemanapun.
Sementara itu, Changmin dan para polisi terus mengejar mereka yang tampak lihai berbelok-belok ke dalam gang. Hidup selama dua bulan di sana membuat Yunho sangat hafal letak-letak tersembunyi yang akan menyamarkan langkah mereka dari para polisi. Namun jika Yuna tidak bisa diajak kerjasama seperti ini, pergerakan mereka menjadi lebih sulit.
“Kenapa kau melakukan hal ini? Lepaskan aku Yunho, aku ingin pulang.”
“Tidak! Kau milikku. Kau tidak boleh pergi kemanapun.”
“Kenapa kau menjadi seperti ini? Aku ingin hidupku kembali.” mohon Yuna memelas. Ia sudah terlalu lelah berlarian kesana kemari dengan bunyi tembakan yang saling bersahut-sahutan di belakang mereka. Kakinya sudah lemas, ia ingin berhenti sekarang juga dari semua mimpi buruk yang berkaitan dengan Yunho.
“Hidupmu bersamaku Yuna, kau milikku.” teriak Yunho geram sambil terus berlari. Ia kemudian berbelok ke dalam sebuah gang sempit dan mulai memojokan tubuh Yuna di tembok dengan napas memburu yang terdengar terengah-engah.
“Lepaskan aku Kim Yunho! Aku tidak mau hidup dengan pria gila sepertimu!” teriak Yuna berang. Ia telah kehabisan seluruh kesabarannya untuk menghadapi Yunho.
“Huh, benarkah? Tapi tubuhmu selalu menginginkanku Yuna. Kau tidak bisa membohongi dirimu sendiri.”
“Tidak! Kau picik! Kau mencuci otakku dan membuatku melupakan identitasku yang sesungguhnya. Aku ingin kembali pada Changmin oppa.”
“Hmm... apa kau pikir Changmin akan menerimamu? Wanita kotor yang pernah diperkosa oleh pria gila ini, hmm?”
“Brengsek kau Kim Yunho! Changmin oppa tidak akan melepaskanku begitu saja. Changmin oppa mencintaiku.” balas Yuna tak kalah keras. Dengan gerakan tiba-tiba Yuna menggigit lengan Yunho dan mendorong tubuh Yunho kuat hingga pria itu terjungkal ke belakang. Sekuat tenaga Yuna berlari menyusuri gang-gang yang tak terlalu dikenalinya. Namun insting terus membawanya hingga ia menemukan jalan besar yang tampak ramai.
Dari kejauhan ia melihat rombongan Changmin dan para polisi sedang berlari mencarinya. Ia pun segera memacu langkahnya lagi untuk mencapai mereka sambil terus menengok keberadaan Yunho di belakang yang semakin dekat dengan posisinya.
“Sialan! Berhenti Yuna! Berhenti sekarang juga!”
“Aku tidak mau kembali bersamamu, kau pria gila menjijikan! Changmin oppa....”
Yuna berteriak keras memanggil Changmin sambil melambai-lambaikan tangan kearah pria itu. Di belakangnya Yunho menggeram kesal dan mulai mengarahkan pistolnya kearah Changmin. Jika ia tidak bisa mendapatkan Yuna, maka pria itu juga tidak boleh mendapatkan Yuna.
“Changmin oppa..”
“Yuna! Awas!”
Dorr
Changmin berguling di atas aspal dengan darah yang mulai merembes dari perutnya. Yuna yang melihat hal itu langsung berlari kearah Changmin sambil berteriak-teriak memanggil nama Changmin yang mulai tak sadarkan diri.
“Oppa... jangan pergi. Maafkan aku oppa, aku tidak bisa menjadi istri yang baik.” isak Yuna tersedu-sedu. Polisi-polisi itu lantas bergerak cepat untuk meringkus Yunho yang sudah tidak melakukan perlawanan. Hati pria itu terlalu hancur ketika melihat wanita yang sangat dicintainya lebih mengkhawatirkan pria lain dan sedang menangisi pria lain yang sedang sekarat.
__ADS_1
“Kau pria brengsek! Kau lebih pantas mati dan pergi ke neraka.” teriak Yuna marah ketika Yunho diseret menjauh oleh pihak polisi. Namun pria itu hanya menatap Yuna sendu sambil berlalu pergi dengan hati hancur yang menyedihkan.