
Perlahan-lahan Yunho membimbing langkah Yuna untuk berjalan ke halaman belakang rumah mereka yang telah ia sulap menjadi tempat makan malam romantis yang penuh dengan taburan kelopak bunga mawar. Hari ini Yunho sengaja mempersiapkan ini semua untuk Yuna dan membiarkan wanita itu menunggu di restoran karena ia tidak ingin semua rencananya gagal. Meskipun rencananya sedikit keterlaluan, tapi semua itu terbayar dengan semua kejutan yang berhasil ia siapkan hari ini.
“Yunho, sampai kapan aku harus menutup mataku?”
“Sebentar lagi sayang, kita akan segera sampai.”
Yuna berjalan dengan langkah yang sedikit diseret sambil terus memegang bahu Yunho kuat-kuat. Heels lima centinya sedikit membuatnya terantuk-antuk saat melewati beberapa kerikil. Namun hal itu sama sekali tidak menyurutkan tekad Yuna untuk tetap berjalan karena ia merasa tidak sabar untuk melihat kejutan yang Yunho siapkan untuknya.
“Apa aku sudah bisa membuka mataku?”
Ketika langkahnya berhenti, Yuna langsung menoleh kesana kemari sambil berteriak keras. Ia merasakan tubuh Yunho sudah tidak ada lagi di sampingnya, dan sekarang ia mulai takut dengan keheningan yang tiba-tiba tercipta di sekitarnya.
“Yunho... kau dimana?”
Suara teriakan Yuna membuat Yunho terkekeh geli. Pria itu saat ini sedang berjongkok di sudut taman untuk menyalakan beberapa kembang api yang telah ia siapkan.
“Yunho!! Jangan mengerjaiku seperti ini.” teriak Yuna kesal sambil melepas penutup matanya kasar. Dan bersamaan dengan itu, suara letusan-letusan kecil dari kembang api yang disulut oleh Yunho mulai terdengar, meramaikan suasana senyap yang terjadi di sekitar mereka.
“Yunho....”
Yuna tak kuasa menahan air matanya saat melihat halaman belakang mereka yang telah disulap menjadi sebuah tempat dinner yang romantis dan juga indah. Di tempatnya berdiri saat ini telah terhampar ratusan kelopak mawar yang sangat indah. Dan di tengah-tengah taman, ia dapat melihat sebuah meja kecil dengan lilin juga beberapa makanan di atasnya, tampak telah menunggu untuk mereka berdua. Dengan senyum merekah Yunho
menghampiri Yuna dan menggandeng tangan wanita itu lembut untuk mengikutinya duduk di atas kursi.
“Kau suka kejutanku?”
“Suka. Sangat suka! Terimakasih Yunho.”
Yuna langsung memeluk Yunho erat dan menangis haru di pundak pria itu sambil terus menggumankan terimakasih pada Yunho. Ia tak menyangka jika pria itu dapat seromantis ini padanya dengan segala kejutan yang tampak manis di matanya.
“Spesial untukmu sayang, apa kau mau menikah denganku?”
Yuna refleks melepaskan pelukannya sambil menganga tak percaya di depan Yunho. Pria itu, apakah ia bersungguh-sungguh?
__ADS_1
“Yunho, benarkah kau....”
“Aku mencintaimu Yuna, maukah kau menikah denganku?”
Yuna mengangguk antusias dan langsung menerima sebuah cincin berlian putih yang disematkan Yunho di jari manisnya. Ini sungguh kejutan yang luar biasa manis. Akhirnya ia tidak lagi merasa ragu dengan semua sikap Yunho padanya karena pria itu ternyata juga mencintainya.
“Aku juga mencintaimu Yunho, sangat!”
Mereka saling berpelukan di tengah taman dengan senyum manis yang terus terkembang di wajah Yuna. Namun di balik kebahagiaan Yuna, Yunho saat ini justru tampak muram. Ia tidak tahu sampai kapan ia bisa merasakan dekapan hangat Yuna dan dapat merasakan wanita itu berada di sisinya karena cepat atau lambat mungkin wanita itu akan meninggalkannya.
-00-
Changmin duduk dengan tidak sabar di sofa hitam di ruangan Hyukjae sambil menatap Hyukjae yang sejak tadi terus sibuk dengan pekerjaanya tanpa mengindahkan keberadaanya sedikitpun. Ia pikir empat puluh menit yang lalu Hyukjae tidak akan selama ini, tapi ternyata pria sok sibuk itu justru mengacuhkannya selama ini.
“Apa kau masih lama tuan Lee Hyukjae? Aku juga memiliki pekerjaan lain.” geram Changmin gusar. Hyukjae menatap datar Changmin dari singgasananya. Setelah itu ia bangkit dan berjalan dengan langkah tenang kearah Changmin.
“Jadi apa yang ingin kau bicarakan?”
“Masalah Yunho. Ia telah menculik istriku.”
“Aku baru ingat jika Yuna adalah gadis kecil tetanggaku.”
“Maksudmu? Jadi kau mengenal Yuna?” tanya Changmin tak mengerti.
“Tidak, tapi aku sering melihatnya bermain dengan teman-temannya di dekat rumahku, sekitar empat belas tahun yang lalu.” jawab Hyukjae tenang. Namun sebaliknya, Changmin semakin terlihat tidak sabar dan ingin membombardir pria itu dengan berbagai pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Sayang, Lee Hyukjae terlalu angkuh untuk semua pertanyaan-pertanyaan itu, sehingga ia memilih untuk tetap bersabar sambil menenangkan dirinya yang mulai gusar.
“Ceritakan padaku apa yang terjadi pada Yuna dan Yunho, kenapa selama ini Yuna tidak pernah mengatakan apapun tentang pria itu. Dan secara misterius Yuna menghilang setelah menangani Yunho yang memiliki penyakit kejiwaan beberapa minggu yang lalu.”
“Seharusnya sejak awal aku bisa mengenalinya. Saat itu, kira-kira satu setengah bulan yang lalu aku bertemu Yuna di rumah sakit. Wanita itu tampak kebingungan di depanku karena ia belum menemukan satupun keluarga Yunho yang datang untuk menjenguk Yunho setelah ia melakukan percobaan bunuh diri. Aku yang saat itu baru saja tiba dari perjalanan bisnisku secara kebetulan bertemu Yuna yang sedang kebingungan mencari keluarga Yunho. Setelah memperkenalkan diriku sebagai sepupu Yunho, Yuna mengajakku untuk ke ruangannya, dan kami mengobrol seputar gangguan jiwa yang dialami Yunho. Sayangnya saat itu aku lupa jika Yuna sebenarnya adalah gadis kecil yang dulu tinggal di sebelah rumahku. Baru beberapa minggu ini aku sadar jika dokter Kim adalah gadis kecil yang selama ini dicari-cari oleh sepupuku.”
“Jadi apa yang terjadi pada mereka?”
“Apa kau benar-benar suaminya? Kau tampak tidak mengetahui apapun tentang Yuna.” ejek Hyukjae dengan pandangan mencemooh. Changmin mencoba mengabaikan ejekan itu dengan sikap tenangnya sambil menyunggingkan senyum hambar yang terlihat tidak tulus.
__ADS_1
“Aku memang tidak pernah mencari tahu latar belakang Yuna, karena kupikir itu akan mengganggunya. Dan ternyata hal itu saat ini sangat dibutuhkan untuk melacak keberadaanya. Jadi tuan Lee, maukah kau membagi ceritamu padaku.”
Kentara sekali jika Changmin sedang menahan emosinya. Namun pria itu cukup memiliki pertahanan diri yang baik karena hingga sejauh ini ia belum meledakan amarahnya di depan Hyukjae.
“Baiklah, kurasa ini juga demi kebaikan sepupuku yang gila itu. Jadi, selama ini Yunho ternyata mencintai Yuna. Sejak Yuna berusia sepuluh tahun, Yunho telah memiliki ketertarikan pada wanita itu. Tapi awalnya kupikir Yunho hanya sebatas sedang merenung di taman karena banyaknya masalah yang dimiliknya. Perceraian yang terjadi pada orangtuanya dan limpahan tanggungjawab untuk menjadi CEO membuat Yunho sering stress dan memutuskan untuk menginap di rumahku. Dan selama berada di rumahku, hampir setiap hari aku melihat Yunho selalu berada di taman sambil memperhatikan segerombolan anak kecil yang sedang bermain di sana. Awalnya kupikir itu normal, namun saat Yuna tidak lagi berada di sana, Yunho terlihat seperti pria aneh yang kehilangan
kekasihnya. Setiap hari Yunho berdiri di taman dengan tatapan kosong sambil menatap segerombolan anak-anak yang sedang bermain di sana. Tidak hanya itu, kadang aku juga melihatnya sedang berdiri di depan rumah Yuna sambil menatap jendela kamar Yuna yang selalu tertutup. Berbulan-bulan Yunho seperti itu dan melupakan seluruh tanggungjawabnya sebagai CEO. Namun pada akhirnya Yunho tidak pernah lagi datang ke rumahku dan mulai menyibukan diri di kantor sebagai seorang pria yang gila kerja. Ia mendorong dirinya sendiri seperti sebuah mesin yang terus bekerja tanpa henti, hingga akhirnya ia merasa jenuh dan melimpahkan semua tanggungjawab itu padaku. Jadi perusahaan ini sebenarnya milik Yunho, aku hanya sebatas menggantikan Yunho di sini karena perusahaan ini tidak bisa dilepas begitu saja tanpa pemimpin.”
“Lalu apa lagi yang kau ketahui tentang Yunho? Emm... kurasa ada sesuatu yang terjadi pada Yuna hingga ia memutuskan untuk disekolahkan di sekolah asrama yang letaknya jauh dari Seoul.” ucap Changmin sambil menghubung-hubungkan petunjuk yang telah ia dapatkan selama satu bulan ini. Apa yang dikatakan oleh ibu Yuna mulai masuk akal sekarang. Sikap aneh Yuna yang terlihat selama ini disebabkan karena masa lalunya yang berkaitan dengan Yunho.
“Pantas saja Yuna memilih pergi, ia pasti ketakutan.”
Tiba-tiba Hyukjae berseru dengan mimik wajah serius sambil menatap Changmin sungguh-sungguh. “Yuna adalah korban pemerkosaan Yunho.” ucap Hyukjae tenang.
“Apa? Jangan bercanda, itu tidak mungkin.”
Changmin hampir saja maju untuk mencengkeram kerah kemeja Hyukjae, tapi tatapan bersungguh-sungguh Hyukjae membuat Changmin kembali mundur sambil mengontrol emosinya yang hampir meledak.
“Ibunya yang mengatakan padaku. Setelah sekian lama bibiku bungkam mengenai hal itu, akhirnya ia menceritakan juga padaku setelah aku memberitahunya jika Yunho mengalami gangguan jiwa dan sempat melakukan percobaan bunuh diri. Bibiku secara tidak sengaja pernah melihat Yunho memperkosa Yuna di dalam box telepon saat Seoul sedang dilanda hujan badai.”
“Brengsek! Sepupumu memang sakit jiwa! Ia memperkosa gadis berusia sepuluh tahun?” Ucap Changmin emosi. Tak bisa ia bayangkan bagaimana perasaan Yuna selama ini, berjuang sendiri dengan semua rahasia kelam yang berusaha ia sembunyikan dari semua orang. Pantas saja selama ini Yuna selalu menolak berhubungan dengannya, wanita itu pasti mengalami trauma karena pengalaman buruknya di masa lalu.
“Memang. Sepupuku memang sakit jiwa. Ia terobsesi pada Yuna dan ingin memiliki Yuna untuk dirinya sendiri. Dan setelah Yuna pergi ia menjadi hancur, ia mengalami depresi dan sering melihat bayangan-bayangan aneh di dalam kepalanya.”
“Tunggu, jika ibunya melihat perilaku bejat putranya, kenapa ia hanya diam saja? Kenapa ia tidak berusaha menyelamatkan Yuna dari perbuatan keparat anaknya?”
“Kurasa bibiku saat itu terlalu syok hingga tidak bisa melakukan apapun. Bahkan setelah itu ia langsung pergi ke China dan tidak mau bertemu dengan anaknya. Apa kau pikir bibiku juga menginginkan hal itu? Tentu saja tidak, ia tidak pernah ingin melihat putra yang paling dicintainya menjadi seperti itu. Tapi bibiku sadar jika sedikit
banyak hal itu terjadi karena ketidakharmonisan hubungan keluarganya. Jadi selama ini bibiku juga terus menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu.” jelas Hyukjae bijak. Sesuatu yang sudah terlanjur terjadi memang tidak perlu disesali. Hal itulah yang saat ini sedang dilakukan Hyukjae. Daripada menyesali masa lalu, ia lebih memilih untuk mencari solusi atas masalah yang melibatkan sepupunya.
“Lalu apa yang harus kulakukan untuk menemukan Yuna? Ini sudah lebih dari sebulan sejak ia menghilang, dan aku yakin jika saat ini Yuna sedang bersama Yunho. Tapi aku sendiri juga bingung, mengapa Yuna belum juga menghubungiku. Padahal aku sangat berharap ia menghubungiku dan mengatakan dimana keberadaannya sekarang. Apa Yunho telah melakukan sesuatu yang buruk pada Yuna?”
“Kurasa tidak. Yunho tidak mungkin melakukan apapun pada Yuna, bahkan menyakitinya, itu tidak akan mungkin terjadi. Tapi Yunho bisa saja melakukan hal licik lain yang bisa membuat Yuna tetap berada di sisinya.”
__ADS_1
“Melakukan apa?” tanya Changmin mulai was-was. Pikiran-pikiran buruk mengenai Yuna mulai menyusup lagi kedalam kepalanya. Namun kali ini lebih parah hingga membuatnya merasa takut.
“Aku tidak tahu. Hanya Yunho dan pikiran gilanya yang tahu.”