
Siang ini Kim Soohyun datang ke rumah Irene untuk mengajak Irene makan siang bersama dan juga fitting baju pengantin. Namun ketika Irene akan pergi, wanita itu seperti merasa berat karena hari ini ayahnya sedang di rumah, dan ia takut ayahnya akan memancing ketibutan dengan Suho.
“Pergilah, aku akan baik-baik saja di rumah bersama Hyura dan ayahmu.”
“Tapi, ayah bisa saja melakukan hal-hal gila yang terduga. Aku takut ayah akan memukulimu seperti dulu.”
“Tenanglah Rene, itu tidak akan terjadi lagi. Sekarang pergilah, Kim Soohyun sudah menunggumu di depan.” ucap Suho menenangkan sambil mendorong bahu Irene pelan untuk segera pergi.
“Baiklah. Tapi jika ayahku melakukan sesuatu padamu, kau harus cepat-cepat menghubungiku, jangan biarkan ayahku membunuhmu.”
Lee Suho tergelak mendengar kekhawatiran Irene yang berlebihan itu. Lagipula jika tuan Shin akan memukulinya hingga mati, ia pasti tidak akan diam saja. Mana mungkin ia mau mati konyol ditangan seorang pria tua yang penuh dendam padanya.
“Ck, cepatlah pergi, kau akan membuat pangeranmu terlalu lama menunggu.”
“Tapi kau harus menghubungiku jika ayah mulai bersikap mengkhawatirkan.”
“Iya, aku akan menghubungimu. Sampai jumpa, bersenang-senanglah.”
Suho melambaikan tangannya pada Irene yang sudah masuk ke dalam mobil milik Kim Soohyun. Dan sebelum mobil itu benar-benar pergi Irene masih berteriak padanya untuk segera menghubunginya jika ayahnya atau Hyura membutuhkannya.
“Dia benar-benar wanita yang menggemaskan.” gumam Suho pelan pada dirinya sendiri.
“Apa kau baru saja mengatakan jika putriku menggemaskan?”
Tiba-tiba tuan Shin muncul di sebelah Suho dan berhasil membuat Suho terkejut karena beberapa saat yang lalu sepertinya ia tidak melihat tanda-tanda jika tuan Shin akan muncul. Namun tiba-tiba saja pria itu sudah berdiri di sampingnya dan juga mendengar gumamannya yang mungkin terdengar lancang itu.
“Sejak kapan anda berdiri di sana tuan Shin?”
__ADS_1
“Sejak kau mengatakan jika putriku menggemaskan. Kutegaskan padamu jika Irene sudah bertunangan dan akan menikah dengan Kim Soohyun minggu depan, jadi kau jangan coba-coba untuk menggodanya meskipun ia masih mencintaimu.” Ucap tuan Shin tegas. Suho menggelengkan kepalanya sungguh-sungguh pada tuan Shin jika ia tidak akan menggoda anaknya dan akan membiarkan Irene bahagia bersama pria yang benar-benar mencintainya.
“Irene berhak bahagia bersama Kim Soohyun, ahjussi. Bolehkah aku memanggil anda demikian?”
Tuan Shin hanya bergumam pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Suho dan langsung menjatuhkan dirinya di atas kursi ruang tamu yang nyaman.
“Selama ini aku tidak pernah tahu jika putriku menjalin hubungan denganmu. Jadi sudah berapa lama kau mengenal Irene?”
Suho cukup terkejut dengan pertanyaan yang diajukan tuan Shin padanya. Ia pikir ayah Irene tidak ingin mengetahui hubungannya dengan Irene selama ini, tapi ternyata pria paruh baya itu cukup penasaran dengan kisah cintanya yang tidak berkahir indah itu.
“Aku bertemu dengan Irene saat senior high school. Awalnya kami hanyalah senior dan junior yang memiliki hubungan biasa. Tapi intensitas pertemuan kami menjadi sering setelah Irene terpilih untuk mengikuti lomba dan menjadi wakil untuk sekolah kami. Lalu guru kelasnya menunjukku untuk membimbingnya karena dulu aku juga pernah mengikuti lomba yang sama seperti yang akan Irene ikuti. Dan sejak saat itu hubungan kami semakin dekat. Ditambah lagi Irene adalah wanita yang mudah bergaul, sehingga kami tidak membutuhkan waktu lama untuk saling akrab satu sama lain.”
“Jadi begitukah awal pertemuan kalian? Kupikir kau adalah cassanova yang sering mencari mangsa anak baru untuk menjadi kekasihmu, mengingat bagaimana kelakuan tidak bertanggungjawabmu pada anakku.” ucap tuan Shin sakarstik. Suho berdeham pelan sambil mencoba untuk menenangkan hatinya yang sedikit terpancing dengan nada sindiran tuan Shin yang tajam.
“Perbuatan yang kulakukan kemarin benar-benar di luar kehendakku. Saat itu aku merasa takut dan kalut dengan kemunculan Irene, karena dalam sekejap Irene berhasil menjungkirkan perasaaku. Ia mampu membuatku tidak merasakan apapun dengan mantan istriku, jadi aku sering melampiaskan kekesalanku padanya dan
“Lalu dimana istrimu sekarang? Apa ia tidak terluka setelah mengetahui kebusukanmu?”
“Kami telah bercerai satu tahun yang lalu. Segera setelah mengetahui kehamilan Irene, ia langsung mengirimkan surat cerai ke rumahku. Dan hingga saat ini aku tidak tahu bagaimana kabarnya, karena ia langsung menghilang begitu saja.” cerita Suho apa adanya. Mendengar hal itu tuan Shin merasa ingin mengasihani Suho karena ternyata pria itu telah mendapatkan balasan yang setimpal untuk perbuatan jahatnya. Namun baginya untuk memaafkan seluruh perbuatannya pada Irene masih sedikit sulit, tapi setidaknya ia telah menerima kenyataan jika Suho adalah ayah dari cucunya, dan ia tidak berhak untuk memisahkan mereka berdua, meskipun ia sangat ingin.
“Kau memang pantas mendapatkannya. Bahkan jika aku adalah ayah dari mantan istrimu, mungkin aku akan membunuhmu sejak dulu. Kau benar-benar beruntung karena putriku sangat tergila-gila padamu, sehingga ia bisa dengan mudah memaafkanmu dan membiarkanmu tetap menjalankan peranmu sebagai ayah bagi Hyura.”
“Ahjussi benar, aku memang sangat beruntung. Terkadang aku berpikir jika dunia seharusnya tidak memberikan tempat bagi pria brengsek sepertiku. Aku tidak pantas untuk mendapatkan itu semua.” ucap Suho dengan wajah frustrasi. Tuan Shin menatap wajah Suho lekat-lekat dan menemukan sebuah penyesalan di sana. Namun sebesar apapun penyesalan Suho, hal itu tidak akan membatalkan keputusannya untuk menikahkan Irene dengan Kim Soohyun.
-00-
“Kau suka makananya?”
__ADS_1
Irene mengangguk antusias pada Kim Soohyun sambil memasukan sepotong scalop ke dalam mulutnya. Siang ini tanpa ia duga Kim Soohyun telah menyiapkan sebuah makan siang romantis di pinggi danau. Suatu hal yang sangat jarang dilakukan Kim Soohyun mengingat ia adalah pria yang begitu sibuk. Tapi untuk kali ini Kim
Soohyun rela memgorbankan waktu bekerjanya untuk Irene karena hari ini ingin mengatakan sesuatu pada Irene.
“Tumben sekali kau membawaku makan di tempat terbuka seperti ini, kau pasti ingin mengungkapkan sesuatu padaku.” tebak Irene santai sambil terkikik geli membayangkan wajah Kim Soohyun yang mungkin akan berubah lebih serius setelah ini.
“Sayangnya tebakanmu memang benar, Irene. Aku memang akan mengatakan sesuatu padamu, tapi setelah kau menghabiskan makananmu karena aku takut kau tidak akan nafsu makan setelah mendengar berita yang akan kusampaikan.” ucap Kim Soohyun tergelak. Irene mengerucutkan bibirnya dan justru menghentikan makannya karena ia sudah terlalu penasaran dengan berita yang akan disampaikan oleh Kim Soohyun padanya.
“Kupikir ucapanmu itu justru membuatku tidak bersemangat untuk melanjutkan makanku. Jadi apa yang ingin kau katakan padaku, hmm?”
“Ck, kubilang aku akan mengatakannya setelah kau menyelesaikan makanmu.” decak Kim Soohyun kesal. Irene terlihat melipat kedua tangannya di depan dada sambil menunjukan wajah angkuhnya di depan Kim Soohyun. Selama ini tidak ada yang pernah menolak permintaannya, dan ia akan memaksa Kim Soohyun dengan berbagai
macam cara agar pria itu segera menyampaikan berita penting yang disembunyikan darinya.
“Baiklah baiklah, aku menyerah. Kau menang, Shin Irene.” ucap Kim Soohyun gusar sambil mengangkat tangannya ke udara. Irene tersenyum penuh kemenangan sambil melemparkan tatapan mengejek yang sangat menyebalkan pada tunangannya.
“Jadi aku membawa berita bagus untukmu. Aku dan ayahmu telah sepakat untuk memajukan tanggal pernikahan kita menjadi tiga hari lagi. Soal gedung dan gaun pengantin juga sudah diatur oleh Jessica, jadi tugasmu hanya mempersiapkan diri sebaik mungkin agar kau tampil cantik dan memukau di hari pernikahan kita, khususnya saat malam pertama kita nanti.” beritahu Kim Soohyun sambil mengerling menggoda. Irene melemparkan serbet makan yang digenggamnya sambil menggerutu tidak jelas dengan sikap jahil tunangannya yang sering menggodanya.
“Dasar! Apa di kepalamu hanya ada malam pertama?”
“Memangnya apa lagi yang harus kupikirkan selain malam pertama? Bukankah inti dari sebuah pernikahan adalah saat malam pertama? Jadi jangan salahkan aku jika aku sangat tidak sabar untuk menantikannya. Lagipula Lee Suho sedang berada di sini, kita bisa menyuruhnya untuk menjaga Hyura selama kita menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.”
Tiba-tiba Irene menjadi tidak bersemangat setelah Kim Soohyun membawa-bawa nama Suho ke dalam percakapan mereka. Ia sendiri bahkan tidak bisa membayangkan kehidupan pernikahannya kelak dengan Kim Soohyun jika ia masih memikirkan Suho di dalam kepalanya. Dan jika menyangkut tentang Suho, hatinya pasti akan merasa tak berdaya seperti ini. Jujur ia masih sangat mencintai ayah dari Hyura.
“Oppa aku ingin pulang, aku merindukan Hyura.” ucap Irene pelan dan hampir tak berekspresi. Kim Soohyun menatap wajah Irene sekilas dan langsung membawa Irene pergi dari danau tempat mereka makan siang. Padahal ia masih ingin menunjukan kejutan yang lain untuk Irene. Tapi mengingat Irene sedang dalam kondisi yang
tidak baik membuat Kim Soohyun mengurungkan niatnya untuk mengajak Irene ke suatu tempat. Dan meskipun ia cukup malas untuk mengakuinya, perubahan itu sebenarnya dipicu oleh dirinya sendiri, karena ia membawa nama Lee Suho ke dalam percakapan mereka.
__ADS_1
Ternyata hatimu masih dimiliki pria itu, Irene....