
Rere pun membawa mangkuk turun ke dapur. Sementara bara menunggu Rere di kamar sembari bermain game di handphonenya
tak lama Rere kembali masuk dengan mengunakan lingerie seksi untuk menggoda bara.
Bara yang tengah minum air pun sampai tersedak melihat nya
Rere berjalan mendekati bara dan duduk di atas bara. Sembari memberikan aba-aba kepada Stella melalui pesan text.
Setelah memberikan aba-aba, Rere mengibaskan rambutnya! bara pun segera memeluk Rere dan merebahkan nya
Perlahan tangan bara Mengengam tangan Rere dan mencium bibir nya hingga ke leher
----+++----+++--+++---+++
Setelah selesai berolahraga malam.
Rere menahan air seni nya agar investasi dari bara tidak keluar lagi
"Gak nyangka ya bar haha" ujar Rere tertawa kecil
"Kenapa?"
"Dulu Lo bilang gak nafsu sama gue tapi sekarang Lo yang paling rakus! Lihat belahan dada gue dikit langsung unboxing haha" ujar Rere
"Gak ada ya! itu mah bara in a dream yang bilang"
"Lo juga ya! gue masih ingat kok! pas pertama kita nikah dulu. waktu gue mandi terus Lo tiba-tiba masuk" ujar Rere
"Lo bilang gak sengaja lagi pula gak akan tertarik sama bentuk badan gue" ujar Rere.
Bara tertawa sembari mengangguk dan memeluk Rere.
Beberapa Minggu kemudian, Stella,Reno,bara dan Rere pun berkumpul di Bali sembari liburan dan mengecek bersama akan hasilnya
"Nih Tastpack nya" ujar bara memberikan tes kepada Stella dan Rere
__ADS_1
Mereka berdua pun masuk ke toilet untuk mengunakan Tastpack tersebut
"Lo sebelum gitu minum pil dari Stella kan?" ujar Reno
"Iya! Pil apaan itu" ujar bara
"Kesuburan katanya! Biar cepat jadi" ujar Reno
"Gak yakin sih gue! tapi demi positif, gue sama Rere hampir tiap hari wehh" ujar bara tertawa kecil
"Yakin aja dulu! ya bagus gitu. siapa tau ada yang nyangkut kan haha!"
"Lo sendiri gimana?" ujar bara
"Ah gue mah gampang! Sekali hap langsung jadi" ujar Reno
Tak lama Stella keluar dari toilet namun Rere belum juga keluar
"Gimana?" ujar bara dan Reno menghampiri Stella
"Akhirnya Alice punya adek!" ujar Reno sembari memeluk Stella
"Tinggal Rere nih" ujar Stella menunggu Rere
Tak lama, Rere keluar dari toilet sembari menyembunyikan Tastpack nya di belakang
"Gimana re?" ujar Stella menunggu jawaban dari Rere
Rere melihat teman nya satu persatu dengan ekspresi datar. Bara yang mengerti akan hasilnya pun tersenyum
"Gapapa kok" ujar bara mengelus pundak Rere
"Masih ada hari lain kok re! jangan sedih ya" ujar Stella
"aaaa" Rere menunjukkan Tastpack nya sembari berteriak senang karena mendapatkan garis dua
__ADS_1
"aaaa!! akhirnya" ujar Stella dengan riang memeluk Rere
Bara bernafas lega dan memeluk Rere sembari menangis tak menyangka.
"Kok Lo nangis sih!" ujar Stella
"Biasa!! ini mah masih mending! pas hamil Hans dulu lebih parah mewek nya" ujar Rere mengejek bara
"Tangis bahagia ini mah!" ujar bara mengelap air matanya sembari tertawa malu
"Papa! Tolong!!" ujar Hans berteriak
"Kenapa-kenapa?" ujar bara yang panik dan berlari menghampiri Hans
"Ada nenek lampir!" ujar Hans sembari memeluk papa nya dan menunjuk arah pintu masuk.
Tak lama Alice mengikuti bara sembari berteriak
"Hans! Dasar penakut" ujar Alice membawa tongkat untuk memukuli Hans
"Ehh!! sini tongkat nya! Muka mu kenapa warna warni gitu?" ujar Reno merebut tongkat di tangan Alice
"Papa! liat ini! Hans menempelkan permen karet ke rambut ku! terus dia kasih kado isinya serbuk warna yang buat wajah ku kotor!" ujar Alice mengadu
"Dia juga! masa dia menempelkan Lem ke kursi yang Hans duduk. kan jadi nya robek celana ku! sama dia juga ngasih kado isinya tangan tinju! liat pah! hidung Hans merah" ujar Hans menunjukkan hidung nya
"Hans kan cowok! harus ngalah dong sama Alice" ujar bara dengan lembut
"Udah! maaf-maafan sana. abis itu main lagi! tapi mainnya jangan saling ngerjain gitu ya" ujar Stella
"Gak mau!! Alice gak suka sama Hans!" ujar Alice
"Hans juga gak mau main sama Alice selamanya! Hans benci Alice" ujar Hans menekukkan tangannya
Bara dan Rere saling tatap dan tertawa kecil karena mengingat kisah nya yang dulu
__ADS_1
......_End_......