
"Don't forget Your promise" Ujar Naura sembari memegang sebuah dokumen
"Naura! Gue udah pernah bilang sebelumnya! Gue gak bisa" ujar bara
"Why!! Pasti karena Rere kan!" Ujar Naura dengan nada tinggi yang membuat suasana menjadi semangkin panas
"It's okay! Kalo Lo gak bisa gapapa! Tapi, Jangan salahkan gue kalo gue terus menerus membuat Rere dalam bahaya" Tambah Naura Sembari berjalan membelakangi Bara
"Kita buat perjanjian yang lain! Gue bisa kasih apa yang Lo mau! Kohinoor atau Chip" ujar bara yang membuat langkah kaki Naura terhenti
"Gue bisa kasih dua-duanya! Dengan begitu tujuan Lo yang ingin menguasai Dunia Mafia tercapai" Tambah bara
"Tapi sayang nya gue bisa dapatkan itu tanpa harus membuat perjanjian dengan Lo!" ujar Naura sembari berbalik dan menghampiri bara
"Lo yakin mau kasih apa pun yang gue mau! Kalau begitu" Tambah Naura sembari mendekatkan dirinya
"Gue mau!! Nyawa Hans atau Rere! salah satu dari mereka! dengan begitu kita impas" ujar Naura Sembari berbisik yang membuat bara geram lalu mencekik leher nya
Jollyn yang Dari tadi menguping pembicaraan mereka pun segera masuk untuk menghentikan bara agar tak menghabisi nyawa Naura
__ADS_1
"Bar! Stop it" ujar Jollyn sembari menarik pundak bara yang tengah mencekik leher Naura
"Bara!!.." Jollyn berteriak dan bara pun segera melepaskan cekikikan nya.
Naura yang melihat bara melepaskan cekikan nya pun hanya tertawa terbahak-bahak
"Kenapa bar? Kok berhenti" ujar Naura Sembari tersenyum kecil
"Sialan!!" ujar bara hendak menyerang Naura kembali namun ditahan oleh Jollyn
"Stop bara! Lo gak malu ngelawan cewek" Ujar Jollyn sembari menarik tangan bara untuk menjauh
"Gue belum selesai! Lo kalo mau balik sendiri aja" ujar bara menepis tangan Jollyn
"Are you stupid! Lo mau apa? mau ngebunuh dia? mau sebanyak apa orang yang Lo habisi bar! Lo sadar gak sih. Apa yang terjadi di hidup Lo itu adalah karma" ujar Jollyn
"Coba Lo hitung! berapa nyawa orang yang sudah Lo habisi. Gue tau Lo punya bisnis gelap kan" Tambah Jollyn sembari membelakangi Bara
"Apa? Germo!! Itu hoax yang dibuat Naura" ujar bara
__ADS_1
"Yeah!! I know that! but, pembunuh bayaran" Ujar Jollyn Sembari berbalik menghadap bara
"Lo ketua mafia dan punya bisnis gelap dengan membuka jasa sebagai pembunuh bayaran lalu organ tubuh korban Lo dijual di pasar gelap! gak cuma itu aja, bahkan Lo pengedar Koyo yang mengandung kokain yang dapat merusak saraf otak manusia!" Tambah Jollyn Sembari menekan dada bara mengunakan jari telunjuk nya
"Lo tau? Hebat juga" ujar bara sembari menangkap tangan Jollyn
"Yeah!! Ziox berdiri sebagai tameng biar orang gak curiga dari mana sumber kekayaan Lo kan!! Coba Lo bayangkan kalo Rere tau hal ini" ujar Jollyn sembari menarik tangan nya.
Flashback Dimana Rere Bersama temannya pergi ke mall untuk Menjernihkan pikiran nya (Chapter 127)
"ngomong-ngomong kita makan ke situ aja yuk" ujar Rere sembari menunjuk resto
"iya,Di sana daging nya enak tau, gue pernah nyoba" Ujar Sindi sembari merangkul Riska dan Rere.
"Ya udah ayo kesana" ujar Riska sembari menarik tangan Rere dan Sindi masuk ke resto.
Bruk.. seseorang memakai jaket hitam,masker dan topi menabrak mereka bertiga
"Aduh mas, hati-hati dong! Jalan gak pake mata" ujar Sindi sembari berdiri dibantu
__ADS_1