
"Btw, justru gue lebih curiga sama Lo sih! Lo kan kenal Rere baru! kok bisa tau tentang tenggelam bertahun-tahun lalu" ujar bara
"Gue nyari tau! Kalo gak percaya kerumah gue aja" ujar Jollyn sembari keluar dari sel dan di ikuti oleh bara
"Ehem!! Lama banget ya!! Ngapain aja?" ujar Rere sembari menghampiri bara dan Jollyn yang baru keluar dari ruangan rahasia
"Gue balik ya!" ujar Jollyn sembari pergi
"Iya, hati-hati dijalan dan jangan balik kesini lagi ya hehe" ujar Rere sembari tersenyum paksa dan berangsur-angsur senyumnya menghilang dan mulai menatap bara dengan tatapan tajam
"Apa?" ujar bara yang melihat Rere seakan ingin mengamuk
"Ngapain kalian berdua lama disana! CLBK?" ujar Rere dengan kesal
"Iya!!" ujar bara sembari semeringai melihat wajah Rere memerah karena kesal.
Mendengar hal tersebut, Rere menghentakkan kakinya dilantai dengan manja sembari meringis
__ADS_1
"Pftt.. haha nggak-nggak! Tadi gue ngasih peringatan ke dia supaya gak berkerjasama dengan Naura lagi" ujar bara sembari memeluk Rere
"Bener ya!! Awas aja kalo berani macem-macem" ujar Rere menggerutu memeluk bara sembari diam-diam mengambil peta yang diberikan oleh Jollyn.
Bara yang merasa sesuatu di pinggang nya pun segera melepaskan pelukannya dan hendak memeriksa
"Bar, Lo keluar aja dari Mafia! gue takut Lo kenapa-kenapa! kan musuhnya banyak" ujar Rere mempererat pelukannya
"Nggak bisa re! Satu-satunya cara keluar dari sana cuma kematian" ujar bara sembari mengelus lembut rambut Rere
Mendengar hal tersebut, Bara hanya diam dan melepas pelukan Rere sembari berjalan ke ruang tamu dan diikuti oleh Rere
"Gue gak akan biarin itu terjadi! tapi gue gak tau harus gimana kalo karmanya ke kalian! Kalo Lo takut tinggalin aja! gue gapapa kok! sekarang gue gak maksa Lo tetap ada disisi gue lagi" ujar bara sembari tersenyum
"Bukan karena Ada orang lain kan?" ujar Rere sembari mendekati bara dan bara hanya menggelengkan kepalanya
"Gue gak tau rencana apa lagi yang sudah disiapkan Naura untuk menyerang kalian nanti! Kalo membebaskan Lo bisa buat hidup kalian aman. gue siap untuk pisah selamanya" ujar bara
__ADS_1
"Jadi Lo nyerah dengan Naura! Dulu Lo bilang ke gue untuk jangan takut menghadapi dia! kok gini" ujar Rere sembari duduk disebelah bara
"Musuh gue bukan cuma Naura aja Re! menghadapi Naura aja gak kelar bertahun-tahun" ujar bara.
Mendengar hal tersebut, Rere diam dan segera pergi ke kamarnya
"Ah, sial!! gimana nih" ujar Rere sembari mengigit jarinya dan mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi seseorang.
Disisi lain, Hans yang mendengar percakapan bara dan Rere pun hanya diam sembari menghampiri bara yang tengah memandangi jendela di ruang tamu
"Hai, Kenapa murung gitu? Senyum dong biar ganteng" ujar bara sembari mengendong Hans
"Mama sama papa bertengkar lagi ya?" ujar Hans sembari menyenderkan kepalanya di bahu bara
"Hah, nggak!oh iya, Hans kenapa mainnya bentar?" ujar bara sembari mencium kening Hans
"Papa sama Mama kadang berantem kalo Hans gak ada dirumah. jadi Hans gak mau main diluar biar mama sama papa gak bisa berantem lagi" ujar Hans sembari memberontak untuk turun
__ADS_1