
"Tapi kan bara selingkuh juga sama Naura terus nikah dan punya anak juga!" ujar Rere
"Lo punya bukti berupa foto atau apa gitu?" ujar Feli
"nggak ada sih! tapi kita bisa menang kan" ujar Rere
"kalo kayak gini ceritanya! peluang menang cuma 5%" ujar Feli
Plak.. Bara yang datang tiba-tiba meletakkan dokumen di atas meja
"Kami tidak sengaja mendengar percapakan pengacara Felly dan ibu Regita! Saya rasa ada yang harus kami perjelas disini" ujar pengacara bara
"Pertama, Klien saya tidak berselingkuh. jika memang ia berselingkuh. apakah pengacara Felly bisa membuktikan?" ujar pengacara bara yang membuat Felly terdiam karena tak memiliki bukti perselingkuhan
"Anak yang ada di foto ini adalah anak dari teman klien saya. Ini buktinya, pengacara Felly boleh melihatnya" tambah pengacara bara sembari memberikan dokumen yang berisi hasil tes DNA dan foto alice
"Klien saya menuntut ibu Regita dalam kasus perselingkuhan karena klien saya tidak pernah menjatuhkan talak kepada ibu Regita dan pelaku bisa terkena sanksi Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, pelaku terancam pidana penjara paling lama sembilan bulan. Hal ini berlaku untuk suami maupun istri yang menjadi selingkuhannya tersebut". ujar pengacara bara
"Pengacara Felly! bukankan anda sudah menjadi pengacara selama lima tahun. seharusnya anda paham akan pasal tersebut bukan?" ujar pengacara bara
Felly hanya terdiam karena pada kenyataannya Rere lah yang akan kalah.
setelah pertemuan antara kedua pihak. Rere mengejar bara karena membawa Hans
__ADS_1
"Bara!! tunggu" ujar Rere sembari mengejar bara
Bara tak menghentikan langkah kaki nya bahkan tidak menoleh sama sekali.
Rere yang mengejar bara pun menarik tangannya agar mau berhenti
"Tunggu!! mana Hans" ujar Rere
Namun bara tak menjawab dan justru meninggalkan Rere sendiri
"Bara!" ujar Rere yang menghadang langkah kaki bara
"Dirumah!" ujar bara dengan dingin lalu melanjutkan langkah kaki nya menuju mobil
"Gue ikut!" ujar Rere dengan kesal.
Bara tak menjawab lalu menyetir mobil nya
"Ini kemana! bukannya rumah Lo belok kanan" ujar Rere
Bara tak menjawab dan justru menambah kecepatan nya
Setelah beberapa jam kemudian. mereka telah sampai ke tempat tujuan. Rere yang lelah tertidur pulas. bara yang melihatnya pun melepaskan jaket nya lalu menyelimuti Rere
__ADS_1
saat Rere terbangun, sosok bara tidak ada di mobil. Rere yang takut di tinggalkan sendiri pun terus memangil bara
"Bar! bara!!" ujar Rere berteriak
bara yang berada di pinggir bukit pun hanya diam ketika Rere memangilnya. Rere yang melihat bara di tepi bukit segera menyusul nya
"Lo ya! dipanggilin juga" ujar Rere dengan kesal
bara diam dan masih tak menjawab Rere
"Jawab woy! gue mau ketemu Hans. kenapa Lo Bawak kesini" ujar Rere
"Lo inget gak sih! dulu kita pernah kesini dan saling janji gak akan meninggalkan dan selalu bareng!" ujar bara sembari menatap pemandangan gemerlap lampu pedesaan di malam hari
Rere hanya terdiam sembari menunduk kebawah bukit
"Kita koreksi kejadian lima tahun lalu. biar gak ada kesalahpahaman! Apa versi Lo?" ujar bara
Rere pun menceritakan dari pertama ia di sekap sampai saat ini ia berdiri
"Kalo versi Lo gimana?" ujar Rere
Bara pun menceritakan dari pertama disekap sampai saat ini ia berdiri
__ADS_1
"Jadi gitu!Pantes aja! Jadi gimana?" Ujar bara