
"ee.. itu karena gue emang suka sama Rere! jadi lebih baik gue nikahin dia dari pada bajingan itu!" ujar bara
"Padahal pak rustam udah bilang kalo mafia gak boleh jatuh cinta! Ini nih, rusak" ujar Ashad menunjuk bara
"Lo sama ana gak ada unsur cinta apa?" ujar bara
"gue nikahin dia karena kakaknya ketua Triad" ujar Ashad
"Terus!! Pas kakaknya mau nembak ana kenapa Lo lindungi dia. sampe Lo hampir mati! yakin itu bukan cinta juga" ujar Farrel
"Lo kok tau! jangan-jangan" ujar Ashad
"Goblok lo! gue yang menyelamatkan nyawa Lo waktu itu" ujar Farrel
"oh iya! Lo Bawak pasukan untuk ngerawat gue ya!" ujar Ashad
"Lagian, kalo emang gak cinta! gak mungkin anak Lo lahir!" ujar bara
"Nah, bener! bego Lo Shad" ujar farrel
"tapi sebenarnya ada yang lebih mencurigakan sih!" Ujar bara
"siapa tuh?" ujar Farrel dan Ashad
"Kalian ikut gue!" ujar Bara sembari berdiri dan pulang ke rumah nya
Bara membawa mereka ke ruangan rahasianya dan memeriksa tubuh mereka satu-persatu.. terdapat alat penyadap suara di lengan mereka. mengetahui hal tersebut. Bara meminta rekannya untuk menulis di buku atas rencana nya
__ADS_1
"Gue awalnya curiga sama pak rustam! karena Dia selalu tau kalo kita menyembunyikan sesuatu dan juga selalu tau rencana kita! Gue yakin dia yang pasang alat penyadap ini" ujar bara di atas kertas
"Mungkin! jadi gimana?" ujar Farrel
Bara menuliskan rencananya untuk menjebak rustam. mereka pun memainkan drama nya
singkat cerita. Rustam benar-benar masuk ke jebakan yang mereka buat. karena ketahuan, rustam memilih untuk mengakhiri hidupnya
"Bener ternyata!" ujar Farrel melepaskan alat penyadap yang terpasang di dalam kulit nya
"Berarti selama ini *******-******* waktu gituan. rustam denger dong" ujar Ashad yang membuat bara dan Farrel terbelalak
"Lah iya! anjirr malu bat gua" ujar farrel mencubit lengan bara
"Gak usah nyubit juga setan!" ujar bara meninju lengan farrel
Seminggu kemudian
"Bar! Bara" Rere memanggil bara
"Kenapa?" ujar bara yang keluar dari kamar mandi
"Ada undangan reuni nih! Lo aja yang datang. gue mau urus restoran di Melbourne tiga hari" ujar Rere
"Bukannya kita gak lulus karena kasus itu ya! kok masih di undang" ujar bara
"Itu undangan pernikahan nya Willy teman basket Lo dulu! Nah sekalian reuni di sana. Katanya Lo harus ikut juga" ujar Rere
__ADS_1
"oh ya, acaranya hari ini ya! undangannya udah lama cuma gue lupa ngasih! maaf" ujar Rere sembari menyeret kopernya untuk ke Melbourne
Tak lama, bara pun bersiap dan bergegas pergi ke pernikahan Willy
sesampainya disana. semua orang sudah berkumpul
"Bara! disini" Ujar Willy mengawai
"Wah bar! Nambah cakep Lo" ujar Olif
"Iya nih! Apa kabar Lo sama Rere?" ujar indah
"Baik kok" ujar bara
"Kerja apa Lo sekarang! gue denger-denger setelah di D.O Lo lanjut sekolah paket ya" ujar Robby tersenyum licik
"Serius bar! sayang banget ya. padahal Lo pinter banget! kalo sekolah paket kan susah cari kerja" ujar teman lainnya
"Lo butuh bantuan gue gak! gue bisa kasih Lo kerjaan" ujar Bagas
"Iya bantu aja Gas! Lo kan direktur di perusahaan Booyah" ujar indah
"Kayak nya gak perlu! Makasih banyak atas perhatian kalian" ujar bara sembari tersenyum
"Udah bar! gak usah malu-malu! gue tau Lo susah" ujar Alex tersenyum licik.
Bara hanya diam dan tersenyum ramah
__ADS_1