Ku Kira Cupu Ternyata Suhu

Ku Kira Cupu Ternyata Suhu
Malu


__ADS_3

"Bara pasti denger apa yang gue bilang tadi! sial!sial!sial" ujar Rere menepuk jidat nya berkali-kali sembari berjalan bolak balik. Rere menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dan menutupi wajah nya dengan bantal karena malu


Rere berusaha meyakinkan dirinya bahwa bara tak mendengar apa yang ia katakan. Tak lama Rere pun menelpon papanya


"hallo pah!" ujar Rere dengan ragu


"iya kenapa nak?" ujar papanya yang santai


"Anu pah! Rere boleh gak kerja di perusahaan papa? jadi cleaning servis juga boleh kok" ujar Rere yang memberanikan dirinya


"Boleh sih! tapi tumben" ujar papanya yang terkejut dengan perkataan putrinya yang manja


"iya soalnya Rere mau bantu bara! kasian dia kerja banting tulang buat kebutuhan Rere" Ujar Rere sambil melirik foto bara


"Wahh! anak papa Semangkin hari banyak perubahan ya! Sepertinya Bara berhasil merubah kamu!" Ujar papanya yang senang dengan perbuhan Rere

__ADS_1


"Papa bisa aja! jadi gimana paj! Rere boleh kerja di perusahaan papa?" Ujar Rere


"Boleh dong! kamu jadi anak magang dulu ya! segala sesuatu dimulai dari hal kecil dulu biar kamu bisa kokoh saat sudah membesar" ujar papanya


"oh ya! meskipun kamu anak papa! kamu kerja keras seperti karyawan lain ya! jangan manja dan jangan semena-mena. Kalau di kantor kita bukan ayah dan anak"


"oke pah! makasih banyak ya"


Rere mematikan telfon nya lalu menyiapkan berkas lamaran untuk berkerja lalu pergi ke kantor papanya


"Wahh kantor papah mewah juga!" ujar Rere sambil masuk ke dalam dan dihentikan oleh sekuriti yang menjaga


"Saya mau melamar pekerjaan pak" ujar Rere dengan lembut


"Disini gak ada lowongan kerja!" Ujar sekuriti

__ADS_1


"Suruh dia masuk!" Ujar papa Rere yang datang. Sekuriti tersebut pun memberikan jalan.


Singkat cerita. Rere telah di interview dan akan mulai berkerja ke esok harinya. Rere kembali kerumah dan mulai belajar dengan keras sampai malam. Rere mendengar suara motor yang masuk ke pekarangan rumah dan segera mengintip untuk memastikan


"bara! bara udah balik!" ujar nya sambari lari ke atas ranjang dan berpura-pura tidur


"Kejadian tadi pagi bener-bener memalukan! jangan sampe bara tau kalo Gue pura-pura tidur!" ujar Rere didalam hati sambari membuka sedikit matanya untuk mengintip apa yang dilakukan bara.


Bara melihat buku yang masih terbuka dan lampu belajar di atas meja yang masih menyala pun segera melirik Rere yang sedang tidur. bara segera mengetahui bahwa Rere sedang berpura-pura. ia pun berjalan menuju Rere dan mulai mengerjai nya


"Selamat tidur istriku" Panggil bara sembari mengecup kening Rere dengan semeringai. Rere pun segera bergerak dan terduduk


"Lo ngapain!" ujar Rere


"Biar Lo gak bisa pura-pura lagi!" ujar bara menggoda Rere.

__ADS_1


"Dasar cabul!" ujar Rere sambari memukuli bara dengan bantal guling. seketika bara menangkap bantal tersebut dan mendekatkan dirinya pada Rere


"Lo mau ngapain lagi?" Tanya Rere sembari hendak pergi namun bara menarik tangannya yang membuat Rere terjatuh ke pelukan bara. bara menukarkan posisi nya dengan Rere yang membuat Rere terbaring dibawah nya. perlahan bara mendekati wajah Rere dan hendak mencium bibirnya. Rere pun hanya diam dan menutup mata nya. melihat itu, bara tertawa terbahak-bahak dan tiduran di samping Rere


__ADS_2