
Bara Mengengam tangan Rere lalu mencium tangannya sedangkan Rere berusaha menahan air matanya
"Maafin gue ya!" ujar bara
Tanpa berkata. Rere memeluk bara dan tak bisa menahan air mata nya
"eummn! so sweet!" ujar Stella dan Reno yang mengintip melalui pintu ruangan. Karena terbawa suasana. tanpa sadar Stella merebahkan kepalanya di bahu Reno
"Arghh!" ujar Stella yang berteriak karena terkejut saat melihat bahwa laki-laki yang menahan kepalanya adalah Reno.
Rere segera melepaskan pelukannya saat ia mendengar teriakan dari stella
"Adehh! mereka ganggu Mulu sih! gak liat keadaan" ujar bara didalam hati dengan wajah melas
"mereka..." Ujar Rere yang melihat Stella dan Reno sangat akrab
"Iya! bentar lagi jadian tu! udah keliatan aura nya!" ujar Bara
"Kenapa! gak rela ya Stella dekat sama Reno!" ujar Rere dengan ketus dan memasang wajah masam
"tck" bara berbalik membelakangi Rere dengan wajah semberut
"haha iya iya maaf! gak pake ngambek juga dong!" ujar Rere sembari menahan tangan bara. Bara pun tersenyum dan berbalik menghadap Rere kembali.
singkat cerita. mereka pun kembali ke rumah dan berbaring di atas ranjang untuk bersiap tidur dengan suasana hening
"Kok jadi canggung begini!" ujar Rere didalam hati sembari mencuri pandang ke bara
"*Bar"
__ADS_1
"Re*"
ujar bara dan Rere secara bersaman
"Lo aja! ada apa?" ujar bara
"gak! gak! Lo duluan" ujar Rere
"Ehm! besok kita pindah rumah ya" ujar bara
"kemana?" ujar Rere
"gue belom Bawak Lo ke rumah gue kan! besok kita pindah kesana" ujar bara
"Maksud Lo! ini kan rumah Lo?" ujar Rere
"sebenarnya bukan re! Rumah ini gue beli pas kita baru nikah! kalo rumah gue yang sebenarnya itu lebih besar dari ini!" ujar bara
"okey! tapi kayak nya jangan besok deh! pas hari Minggu aja! libur" ujar Rere
"Bukannya Libur tiap hari ya! jangan bilang Lo masih mau kerja" ujar bara dengan serius
"ihh! mampos ketauan nanti!" ujar Rere dalam hati
"Eh nggak! maksudnya kan enak klo Minggu! gue mau me time dari hari Rabu ke Sabtu soalnya" ujar Rere
"oh gitu! okay sih! tadi Lo mau bilang apa" ujar bara
"eee.. itu! Mama! Mama nanya! eee.. udah deh gak usah! gak penting juga" ujar Rere sembari membelakangi bara
__ADS_1
"Soal kapan kita punya anak!" ujar bara dengan spontan
"Mama juga sering nanyain itu ke gue! udah Lo tenang aja! gue gak akan maksa Lo kok" Tambah bara
"maaf ya! gue..selama ini gue ga siap!" Ujar Rere dengan ragu
"It's okay! Gue kan udah bil...!" Ujar bara yang terpotong
"Tapi sekarang gue siap kok!" ujar Rere dengan nada cepat
"Hah!" bara terdiam sesaat lalu tersenyum kecil dan mencoba mengendalikan diri nya.
"Re! Lo jangan nge prank gue dong! bahaya loh!" ujar bara yang berusaha menenangkan jantung nya yang berdetak kencang
"Serius! tapi kalo Lo gak mau ya udah" ujar Rere dengan santai
"Jantung gue kenapa. deg-degan nya kencang banget! padahal tiap hari ketemu rere! apa karena itu ya! duh mana gak punya pengalaman lagi" ujar bara sembari memegang dada nya dengan gelisah
"Kenapa Lo! keringetan gitu!" ujar Rere
"Gu..gue!" Ujar bara dengan gugup
"Haha! apa, Mau ya haha!" ujar Rere menggoda bara
"Diem re! bahaya tau" ujar bara yang berusaha menghindar
"Haha bara-bara! kayak nya gosip pas SMA dulu tuh bener bahwa sebenarnya Lo itu gak normal! buktinya! gue yang **** ini pun gak membangun hasrat Lo gitu!" ujar Rere sembari tertawa
"Sembarangan! gue normal ya! gue makan nangis ntar Lo!" Ujar bara
__ADS_1
Rere mengabaikan perkataan Bara dan terus tertawa yang membuat bara kesal. bara pun mendekatkan tubuh nya pada Rere dan hendak mencium bibir nya