
"Duh gawat! bisa berantem lagi kalo gini!mana baru kemarin baikkannya. masak mau berantem lagi" ujar bara di dalam hati
"Jawab! kok diem" ujar Rere
"Ini emang pekerjaan gue yang sebenarnya re! maaf gue bohong! gue ngelakuin ini karna gue gak mau sikap buruk lo yang dulu balik lagi kalo udah punya segalanya" ujar bara dengan gugup
"Gak ada niat lain! rencananya gue mau ngasih tau Lo yang sebenarnya tapi pas kita pindah rumah nanti. eh tau nya ketauan!" Tambah bara
"Gue sejahat itu dimata Lo ya! Lo kira gue mata duitan sampe Lo takut gue tau kalo sebenar nya Lo kaya!" ujar Rere
"ng..nggak gitu re! Gue cuma mau ngelatih Lo untuk hidup sederhana dulu. nanti kalo etitude Lo udah bagus dan gak lagi kayak dulu baru gue mau jujur dan mau ngasih Lo segalanya! ma..maaf tapi jangan marah ya" Ujar bara sembari Mengengam tangan Rere sedangkan Rere hanya diam sembari menundukkan kepalanya. Bara terus membujuk Rere namun Rere terus diam
"gue janji gak bakal menutupi apa pun dari Lo lagi! maafin gue ya! kali ini aja" Ujar bara sembari mencium tangan Rere
__ADS_1
"Dengan satu syarat" Ujar Rere
"oke Apapun" Ujar bara dengan antusias
"Lo harus turutin apa pun yang gue mau! gak boleh ada penolakan apapun alasannya" ujar Rere dengan tegas. bara mengangguk menyetujui apa yang Rere katakan
"Yang pertama! gue mau Lo tanda tangan kontrak kerja sama ini" Ujar Rere memberikan dokumen pada bara dan bara pun setuju dan menandatangani kontrak tersebut
"yang kedua! Gue mau kerja" ujar Rere dengan tegas. Bara yang mendengar hal tersebut pun keberatan dengan permintaan Rere
"Etsh! nggak ada penolakan!" ujar Rere memperjelas.
"Huft! Ya udah, Tapi di perusahaan gue ya biar Lo gak di bully dan gue bisa jagain Lo" Ujar bara dengan nada berat
__ADS_1
"Yeyy! makasih Ayang bos bara! Muach" Ujar Rere sembari mencium pipi bara dengan cepat lalu keluar dari ruangan. Bara yang setengah hati menuruti permintaan Rere untuk kerja pun perlahan tersenyum senang saat mendapatkan ciuman dari Rere
Singkat cerita, Bara telah kembali ke kantor nya dan Rere pun segera menyelesaikan pekerjaan nya dengan semangat
"Heh anak baru! gimana hasil nya" Ujar Sindy yang mendatangi meja Rere
"Udah! Pak bara sudah menandatangani kontrak kerja sama nya! laporan nya udah gue kirim ke pak direktur" Ujar Rere yang kembali fokus pada komputer nya
"Kok Lo kirim ke pak direktur sih! ke gue dulu harus nya" ujar Sindy dengan marah
"Kenapa? Kan nanti juga bakal Lo kirim ke pak direktur! ya sekalian aja gue kirim biar Lo gak repot" Ujar Rere dengan santai
"Iya tapi harusnya gue yang ngirim ke pak direktur bukan lo'" ujar Sindy yang menaikkan nada bicaranya
__ADS_1
"Kenapa harus Lo! oh iya lupa! kan pak direktur nyuruh Lo yang menghandle pak bara. kalo gue yang kirim otomatis ketahuan dong kalo Lo gak ngerjain tugas Lo. Lagian kalo gue kirim ke Lo. pasti Lo bilang ke pak direktur kalo Lo sendiri yang handle pak bara! iya kan" Ujar Rere sembari tersenyum licik