
Jordan yang mengira bahwa Hans di culik pun segera memukuli bara. bara yang tak terima di pukuli pun memberikan perlawanan
"Stop!stop it! Jordan Bara!!" Ujar Rere berteriak menengahi Jordan dan bara
"ini maksudnya apa!" ujar bara dengan kesal
Rere terdiam sejenak dan menarik bara keluar dari kerumunan orang.
"Bar! Lo ngapain disini! Pergi" ujar Rere
"Pulang!" ujar bara dengan nada gemetar dan menarik tangan Rere
"Bara, gue gak bisa! Kita jalani hidup masing-masing aja" ujar Rere sembari melepas tangan bara
Bara yang melihat cincin berbeda dengan cincin nikah nya dulu di jari Rere pun tak bisa berkata-kata dan pergi meninggalkan Rere
Di mobil
"Cari tau siapa laki-laki itu dan apa hubungan mereka!" ujar bara dengan dingin
Keesokan malam. Bara mendapatkan apa yang ia inginkan
__ADS_1
"Namanya Jordan bos,Kemarin malam ia melamar ibu Rere! identitas ibu Rere disini telah di ganti lima tahun lalu. Nama nya Elaine" Ujar Anak buah bara
"Sekap dia! buang ke Afrika!" ujar bara dengan dingin lalu pergi untuk mencari Rere
Bara yang memiliki koneksi yang besar pun dengan cepat menemui apartemen nya..
Tak lama Rere kembali dari rumah orang tua nya. karena merasa gerah, ia melepaskan pakaiannya tanpa menyadari keberadaan bara di apartemen nya
"Lo buka baju disitu berbahaya loh!" Ujar bara dengan dingin sembari membaca majalah
Rere yang kaget pun segera menutupi dada nya dan dengan cepat memakai baju nya kembali
"Lo siapa!" ujar Rere berteriak dan hendak membuka pintu untuk kabur.. namun pintu sudah di kunci dari luar oleh anak buah bara
Bara yang duduk di sofa pun tetap tenang membaca majalah
"Anak kemarin itu anak gue kan!" Ujar bara
"Lo boleh nikah lagi sama keparat itu asalkan Lo balikin anak gue" Ujar Bara dengan dingin namun tetap fokus pada majalah nya
"Gak ada! Anak Lo udah mati! itu anak Jordan!" ujar Rere dengan nada gemetar
__ADS_1
Bara Mengepal majalah dengan erat hingga robek lalu berdiri menghampiri Rere dengan tatapan dingin
"Mampus! bara seram banget! aura nya mematikan" ujar Rere didalam hati
"Anak itu anak gue kan!" ujar bara dengan nada di tekan
"Bu..bukan!!" ujar Rere yang yang Semangkin panik
Bara Mengepalkan tangannya dan hendak memukuli Rere. Rere yang takut pun memejamkan matanya. bara menghantam kan tangannya ke pintu belakang Rere dan memeluk Rere dengan erat. Rere yang merasakan tubuh nya di peluk pun perlahan membuka matanya
"Gue setengah mati nyariin Lo re! Tega Lo ngelakuin ini semua" ujar bara yang tak dapat menahan air matanya
"Kalo gue salah atau ada hal yang gak Lo suka dari gue harusnya bilang! bukan ninggalin gue kayak gini" ujar bara yang masih memeluk Rere
"Lepasin dulu bar!" Ujar Rere
Bara Engan melepaskan Rere dan terus memeluknya. Rere yang merasa bersalah pun mengelus belakang bara agar tenang
"gak ada kok! Maaf! tapi cuma ini jalan terbaik bar! Udah, Lo fokus aja sama kehidupan Lo ya" ujar Rere
"Terus Lo masih mau nikah sama orang itu!" ujar bara melepaskan pelukannya
__ADS_1
Rere menunduk dan tak berkata apa-apa lalu ia pun pergi ke dapur untuk memberi bara air