
"eh, si miskin yang pura-pura kaya udah berangkat sekolah! gak malu ya haha" ujar Rasya dan teman-temannya.
Semua siswa melihat Rere dan menertawai nya. Rere hanya terdiam dan menunduk. Rasya mengambil susu yang ada ditangan temannya lalu memberikan isyarat kepada temannya untuk membuat Rere duduk berlutut.
Teman Rasya pun menendang bagian belakang lutut Rere yang membuat nya berdiri dengan bertumpu pada lutut. Rasya pun menyiraminya dengan susu yang ia pegang sambil tertawa.
Para siswa yang melihat pun tertawa dan merekam kejadian tersebut. Rere Berdiri dan merebut susu tersebut lalu kembali menyirami Rasya. tentu saja Rasya tak terima dan mengambil Air putih untuk menyirami Rere kembali namun di saat yang tepat, bara datang dan menjadikan diri nya sebagai tameng untuk Rere agar tak basah. Semua siswa terkejut melihat apa yang di lakukan bara sedangkan Rere yang sedang menutup matanya pun merasa ada yang aneh dan pelan-pelan membuka matanya. ia terkejut melihat bara yang basah karena melindungi nya.
"Lo gila ya!" Ujar Rere sambil mendorong Rasya
"Berani banget Lo dorong gue" Ujar Rasya yang hendak mendorong Rere kembali namun dipisahkan oleh Bara
__ADS_1
"Gue heran sama Lo semua! salah gue apa sampe kalian kayak gini! emang salah kalo gue jatuh miskin! gue gak ganggu kalian kan! selama gue miskin pun gue gak minta makan sama kalian semua! Ngapain kalian repot ngurusin hidup gue! Hidup Lo aja berantakan! Seharusnya Lo bersyukur belom di uji dengan ekonomi yang sulit! Apa kalian pikir orang miskin pantas untuk ditindas! Hah!Asal kalian tau! gue juga gak mau jatuh miskin! emang kalian pikir bisa nolak! nggak!!" Ujar Rere sambil berteriak dan menangis. Semua siswa yang mendengar pun hanya terdiam dan merasa iba. Stella dan indah pun berlari ke arah Rere dan menyelimuti handuk ke pundak Rere
"Udah Re! Ayok ke toilet keringin seragam mu" Ujar Stella sambil merangkul Rere
"Bar maafin gue ya" Ujar Rasya dan hendak mengelap baju bara
"Udah gak usah! seharusnya Lo minta maaf sama Rere bukan sama gue! Gue tau Lo benci sama Rere tapi gimana pun Rere juga manusia! Dia gak pantes diginiin!" Ujar bara sambil berjalan pergi meninggalkan Rasya
Disisi lain, bara mengambil kemeja putih yang ada di loker nya dan dihampiri oleh Fathur
"wahh! Semangkin hari Lo Semangkin semena-mena ya!" Ujar Fathur sambil bertepuk tangan
__ADS_1
"Gue gak ada urusan sama Lo!" Ujar bara sambil berjalan pergi namun Fathur menahan dada nya
"Jelas Lo lagi nyari masalah sama gue! Lo tau kan kalo Rere itu cewek gue!" Ujar Fathur sambil mendorong dada Bara
"tau! kenapa?" Ujar Bara yang dingin
"Kalo tau kenapa masih sok jadi pahlawan depan Rere! Lo pikir Rere bakal terharu dengan pengorbanan Lo ini!" Ujar Fathur dengan nada yang mengejek
"Setidaknya gue bukan pengecut kayak Lo! udah tau pacar nya sendiri lagi ditindas bukannya bantuin malah direkam sambil tertawa! Gue jadi penasaran gimana reaksi Rere kalo tau pacar nya gini" Ujar bara sambil berjalan meninggalkan Fathur
"hei! awas ya kalo Lo berani macam-macam! Gue buat perhitungan" ujar Fathur berteriak namun bara mengabaikan Fathur
__ADS_1