
Rere menunduk dan tak berkata apa-apa lalu ia pun pergi ke dapur untuk memberi bara air
"gak usah! Kalo Lo mau nikah lagi selesaikan dulu hubungan yang lama! gue tunggu di pengadilan Jakarta" ujar bara Sembari pergi meninggalkan Rere
Disisi lain. Jordan telah di sekap oleh anak buah bara dan hendak di kirim ke Afrika
sedangkan Hans sedang berada di rumah orang tua Rere.
"Tok.. tok..tok"
"Biar mama yang buka" ujar mama Rere
Mama Rere pun membuka pintu dan melihat bara di depan
"Siapa mah?" Ujar papa Rere yang Menyusul mama Rere ke pintu
"Bara! Masuk nak" ujar papa Rere membiarkan bara masuk
"Kenapa disuruh masuk opa!" ujar Hans yang bersembunyi di belakang opa nya
"Heh! gak boleh gitu! Itu papa kamu loh" ujar Opa sembari mendorong Hans untuk menyambut bara
"Gapapa! dia cuma belum terbiasa dengan ke hadiran aku pa! Bisa bicara bentar sama Hans" ujar Bara
"Gak mau!!" ujar Hans menarik tangan Opa nya
"Bentar aja yuk" Ujar Bara Sembari duduk berlutut di depan Hans
Hans melihat ke arah nenek dan kakeknya.. orang tua Rere pun mengangguk menyetujui
Bara membawa Hans ke taman bermain yang ramai. Untuk pertama kalinya, Hans bermain bersama bara
"Pa! mau naik itu!" ujar Hans menunjuk Komidi roda putar
__ADS_1
"Ya udah ayok" Ujar bara sembari mengendong Hans di tubuhnya yang kekar
"Seru yey!!" ujar Hans sembari menengok ke bawah
"Hans! kalo mama nikah lagi! Hans mau tinggal bareng papa gak?" Ujar bara sembari memangku Hans agar tak jatuh
"gak mau!" ujar Hans dengan sepontan
"Loh, kenapa?" ujar Bara yang kecewa
"Papa jahat ninggalin mama sama aku!" ujar Hans
"Iya maaf! salah papa gak melanjutkan pencarian waktu itu" Ujar Hans sembari mencium kepala Hans
"papa juga udah punya anak baru Kan" ujar Hans yang polos
"Hah!Kata siapa?" ujar bara
bara yang mengerti maksud Hans pun segera mengeluarkan handphone nya dan menunjukkan foto Alice
"Maksud Hans adik ini ya?" ujar bara
"Iya! Itu anak papa kan! papa bohong" ujar Hans
"Namanya Alice! ini anak temen papa tapi memang udah papa anggap kayak anak sendiri! Papa telpon ya biar Hans percaya" ujar bara sembari video call Stella
"Kenapa bar? Eh, anak siapa yang Lo culik" ujar Stella
"Anak gue sama Rere! mirip gue kan" ujar bara sembari mendekatkan wajah nya pada Hans
"Hah! Bar, gue tau Lo depresi karna kehilangan Rere! tapi jangan stres dong" ujar Reno yang muncul lalu merebut handphone di tangan stella
"Kok ada Reno?" ujar Bara
__ADS_1
"Iya, Papa Reno sakit dan minta gue datang kerumahnya! mau ketemu Alice katanya" ujar Stella yang merebut kembali handphonenya
"Om papa!!" ujar alice yang merebut handphone di tangan stella
"Hai Alice! kenalan Gih! ini Hans. panggil kakak ya" ujar bara
"Hai kakak" ujar Alice menyapa Hans namun Hans memalingkan wajahnya
"Gak boleh gitu Hans! Hmm. Alice boleh kasih hp nya ke mama gak?" ujar Bara
"Kenapa Bar?" Ujar Stella mengambil handphone nya di Alice
"Gimana ya ngomong nya!" ujar bara dengan ragu
"Hans **meng**ira kalo Alice anak gue. bisa tolong jelasin gak" ujar bara
Stella pun menjelaskan bahwa alice anak nya yang selama ini sering di asuh oleh bara jika mereka pergi kemana pun
"Jadi papa gak punya Anak lagi ya?" ujar Hans
"Nggak kok!" Ujar Stella sembari tersenyum
"Tante siapa?" ujar Hans
"Tante Sahabat mama kamu! Mama kamu mana? Tante kangen nih" ujar Stella
"Dirumahnya" ujar bara
"Kok gak diajak! parah banget" ujar Stella namun bara hanya tertawa kecil
"Udah malam nih! pulang yuk! nanti Oma sama opa khawatir" ujar bara sembari turun dari Komidi putar dan segera ke mobil
Sesampainya di dekat rumah orang tua Rere. terlihat Rere menunggu di tangga rumah bersama orangtuanya
__ADS_1