
Dear pembaca setia
Sebelum lanjut baca ke Chapter selanjutnya!! author mau berterimakasih terlebih dahulu kepada kalian yang sudah setia pada Bara dan Rere. Sebagai rasa terimakasih author kepada kalian.. author mau memberikan bonus Crezy update nih.. Spesial Ulang tahun negara kita tercinta juga!! jangan lupa tinggalkan jejak seperi like dan komen ya🤗 tapi kalo mau ngasih poin(hadiah) atau vote juga gapapa wkwk.. author nya di kasih hati minta jantung yak 😂😂. oke.. yang Author butuhkan adalah jari manis kalian untuk menyemangati diri ini yang mager agar terus update xixi jadi jangan lupa komen ya sayangnya bara
oke.. Silahkan lanjut membaca kembali!! Baybay Lop yu
"Cepat-cepat kirim foto nya ren!" ujar bara sembari mengintip Reno mengirim kan foto dan menunggu balasan. Tak butuh waktu lama. Rere membuka pesan Reno namun tak ada balasan
"Fix! Lo udah gak penting!" ujar Reno
"Jahat dah! Percuma dong gue akting kayak gini! ide Lo gak mempan" ujar bara sembari memukul kepala Reno mengunakan buku
"Aw! udah cari istri baru aja hahaha!" Ujar Reno yang kembali mendapatkan pukulan dari bara dan Stella
Tak lama handphone Reno berdering. yang membuat bara, Stella dan Reno sibuk masing-masing untuk berakting. bara yang tiba-tiba tiduran seakan koma, Stella dan Reno yang memakai tetes mata agar terlihat menyedihkan pun segera mengangkat Video call dari Rere
"Re! hiks.. hiks" Ujar Reno yang memulai akting nya
"Lo pada lagi bercanda kan!" ujar Rere
"nggak re! hiks.. Bara lagi kritis banget sekarang! Dia butuh Lo" ujar Stella
__ADS_1
"ya ini gue lagi di bandara mau balik ke Jakarta! bara mana?" ujar Rere sembari menahan diri agar tak menangis
"nih! dia gak bangun-bangun dari kemaren re! udah 3 hari tau!" ujar Reno
"hah ti..tiga hari! perasaan kemaren dia nelponin mama Mulu nanyain gue!" ujar Rere yang mulai curiga.
"Aduhh! Reno!" ujar Stella yang geram dengan Reno
"Oh itu! Iya dia setengah sadar masih aja nyariin Lo re!" ujar Stella
"Kok Lo tau! selama gue gak ada, Lo bareng bara terus ya!" ujar Rere yang mulai kesal
"Lo masih curigaan aja Re! kan gue udah jelasin semua lewat chat!" ujar Reno
"Lo pasti disuruh bara kan!" ujar Rere
"Ahh! dasar cewek! udah mending Lo cepetan balik sebelum bara tewas nih! Dari kemaren dia melakukan percobaan bunuh diri terus tau" ujar Reno dengan lantang.
Bara pun diam-diam mencubit Reno agar tak membentak Rere
"Anying! gile cubitan Lo nikmat banget ngek!" ujar Reno yang bernada kecil namun menekankan suara nya
__ADS_1
"Serius kalian! ehh ini pesawat nya mau boarding! udah dulu ya! jagain bara bentar" ujar Rere
selama perjalanan. Rere terus menangis tanpa suara dan menyesali perkataan nya yang menyuruh bara untuk bunuh diri sebagai bukti bahwa bara tidak berbohong
sementara lain. Saat handphone Reno telah tidak tersambung pada Rere. mereka pun bernafas lega
singkat cerita. Rere telah sampai ke Jakarta langsung pergi ke rumah sakit tempat bara di rawat. Rere berjalan kecil saat memasuki ruangan bara. Air mata Rere tak tertahankan lalu lari memeluk bara yang sedang tertidur
"Maafin gue bar! please bangun dong" ujar Rere
"Gue janji bakal berubah! gue gak akan egois lagi,gue bakal jadi istri yang baik buat Lo! tapi please jangan tinggalin gue" ujar Rere sembari menangis tersedu
"Deal ya!" ujar bara yang membuat Rere terkejut lalu melepaskan pelukannya
"Lo kok! Duhh mata gue kelilipan!" ujar Rere sembari menghapus air mata nya dan berpura-pura kelilipan karena malu.
Bara Mengengam tangan Rere lalu mencium tangannya sedangkan Rere berusaha menahan air matanya
"Maafin gue ya!" ujar bara
Tanpa berkata. Rere memeluk bara dan tak bisa menahan air mata nya
__ADS_1