Ku Kira Cupu Ternyata Suhu

Ku Kira Cupu Ternyata Suhu
Itu [Season 3]


__ADS_3

"Bara sama Rere pergi ke pantai itu tapi Rere kembali sendiri! ini sudah hampir satu jam tapi bara belum kembali juga" ujar Zain sembari mengalihkan pandangan mencari bara kesegala sudut Villa


"Tunggu satu jam lagi. siapa tau dia lagi menelpon seseorang" ujar Thakur yang mulai khawatir


Mendengar hal tersebut, Zain menghilangkan pikirannya yang tidak-tidak dan melanjutkan permainan catur bersama ayahnya


Rere yang merasa aneh karena bara belum kembali pun mulai khawatir dan terus melihat ke arah pantai


"Apa dia ngambek ya! mangkanya jam segini belum pulang" ujar Rere


"Ada apa Re? ini daging nya gosong loh" ujar Erna ibu tiri bara yang melihat Rere kebingungan


"eh nggk kok tan! ini daging Panggang versi baru mangkanya hitam dan pait hehe" ujar Rere sembari membalikkan daging yang ia panggang


"Pftt.. sejak kapan daging gosong itu versi baru" ujar Erna


"Sejak tadi Tante" ujar Rere sembari menyengir


"Kalian kalo ngobrol gitu gak akan selesai ini" ujar Melissa yang kesal melihat Rere dan Erna terus mengobrol


"kenapa gak suruh pelayan aja sih bakar daging gini" tambah Melissa bergemerutu


"Kalo pakai pelayan gak kerasa kebersamaan nya" ujar Erna membantu Melissa membakar sosis

__ADS_1


"Sejak kapan mereka akrab gitu pah?" ujar Zain yang melihat ibu kandung dan ibu tirinya saling membantu


"ntahlah, Nenek Lampir itu memang susah dimengerti. kadang normal kadang paranoid suka marah-marah" ujar Thakur sembari melihat kebersamaan Melissa dan Erna


Singkat cerita, Satu jam berlalu namun bara belum kembali yang membuat Zain dan ayahnya khawatir


"Dia belum balik juga pah! kayanya perlu kita samperin ke sana" ujar Zain hendak pergi mengarah pantai. Namun, langkah kaki nya terhenti karena dipanggil oleh Rere


"Kak, Bara belum kembali dari pantai! kakak mau bantu cari bara gak?" ujar Rere yang telah lama menunggu bara


"Kamu disini aja! biar saya yang kesana" ujar Zain sembari pergi ke pantai di ikuti oleh Thakur dan ayah tiri bara


"Ada apa? bara kenapa?" ujar Melissa yang mendengar percakapan Rere dengan Zain


"Tadi kami ke pantai mah. tapi bara belum kembali udah dua jam lebih" ujar rere yang semangkin Panik


sesampainya di tepi pantai. Zain berserta ayahnya tak menemui bara. Namun, terus mencari nya di sela bebatuan yang besar


"Re, tadi kalian dimana nya?" ujar Zain yang melihat Rere datang


"Disini kak! Kami gak kemana-mana kok" ujar Rere sembari melihat ke kiri dan kanan mencari keberadaan bara


"Heii!! cepat sini" ujar Seto ayah tiri bara

__ADS_1


Mendengar hal tersebut. Rere dan yang lain pun segera menghampiri Seto yang menemukan jejak bara


"Ini pasti jejak kaki nya bara dan jejak kaki ini mengarah ke arah hutan! ayo kesana" ujar Seto sembari berlari kecil mengikuti jejak kaki bara yang belum dihapus ombak


"Sial! jejak nya cuma sampai sini" ujar Zain


"dia berjalan di atas rerumputan jadi gak ada jelaknya! harusnya dia berada disekitar hutan ini" ujar Seto yang terus melangkahkan kaki nya


"Kita berpencar mencari keberadaan bara. sepertinya dia tersesat" ujar Melissa yang hendak pergi mengarah selatan


"jangan! Kalian tunggu disini aja! ini sudah malam. takutnya kalian ikut terseret. biar kami saja yang mencari nya" ujar Thakur sembari menelusuri semak


Melissa yang tak bisa berdiam diri pun segera bergerak untuk ikut mencari putra nya di sekitar hutan tersebut.


tak lama, Zain kembali ke titik perkumpulan dimana ada Rere dan Erna yang telah lama menunggu


"Gimana kak?" ujar Rere yang melihat Zain kembali


"Aku gak bisa mencari lebih jauh. gelap soalnya" ujar Zain sembari berjalan mendekati Thakur dan Seto yang baru saja kembali


"Gimana pah?" ujar Zain yang semangkin Panik melihat kedua ayahnya menggelengkan kepalanya


Tak lama, terdengar suara teriakan dari Melissa yang pergi sendiri untuk mencari keberadaan bara. mendengar hal tersebut. mereka pun berlarian menghampiri sumber suara

__ADS_1


"Mah!! mama kenapa?" ujar Zain sembari membantu Melisa berdiri dan terkejut melihat simbahan darah di sekitar hutan.


Rere shock melihat kotak cincin yang digunakan bara untuk melamarnya tergeletak berlumuran darah. ia pun seketika tak sadarkan diri


__ADS_2