
"Ah! ke rumah lama di desa aja! Kayak nya desa lebih aman untuk gue" ujar Rere sembari mencari travel untuk pergi ke desa
Sesampainya di desa. Rere kembali ke rumah kecil yang ia tempati bersama bara saat pertama kali menikah
"Debu semua! buset" Ujar Rere sembari membersihkan tempat tidur nya
"Untuk sementara gue disini dulu! telpon mama papa dulu deh" ujar Rere
"Hallo pah"
"Kenapa re? Ada masalah di kantor?"
"Gak ada pah! Rere mau Cuti beberapa bulan boleh gak! Soalnya sejak hamil. Rere mudah capek"
"iya gapapa! Kamu istirahat aja ya. jangan stress! masalah kantor serahin aja sama papa"
"makasih ya pah! ya udah. Rere mau istirahat" Mematikan telpon
"jam berapa nih! busett udah jam 8 malem.. dari sana jam 1 siang berarti 8 jam perjalanan dong! tumben bara gak nyariin! oh iya lupa! dia lembur.. jam segini belum pulang" Ujar Rere sembari merebahkan tubuh nya di kasur dan mulai tertidur. tak lama Rere terbangun ditengah malam karena handphone nya berdering
"Ya halo!" ujar Rere menjawab telpon masuk dalam keadaan masih memejamkan matanya
"Lo dimana?" ujar Bara dengan nada tinggi
__ADS_1
Seketika mata Rere terbuka lebar dan bingung menjawab apa
"Jawab!" Ujar bara membentak
Rere yang pertama kali dibentak oleh bara pun segera mematikan telpon nya
"Tangan gue gemetar! busett! sejak kapan gue takut sama bara" ujar Rere
"Bara kayaknya marah banget sama gue! Gimana ya!" Ujar Rere yang Semangkin panik karena bara terus menghubungi nya
"hallo bar?" Nada gemetar
"Lo dimana?" ujar bara dengan dingin
"Ngomong yang jelas!" Ujar bara membentak
"Lo barusan bentak gue bar?" ujar Rere dengan dingin
"Ee. itu... maaf....Ya abis Lo ngapain sih! pergi gak bilang-bilang buat orang khawatir aja" ujar bara
"Gue lagi di tempat sodara! dia sakit dan di rawat dirumah! besok gue pulang kok" ujar Rere
"Share Lok! biar gue jemput" ujar bara
__ADS_1
"nggak usah bar! besok gue di anter sodara aja"
"Gue bilang share Lok ya.. shar.... Tut..Tut!" Ujar bara yang belum selesai berbicara namun di tutup oleh Rere
"Kalo gue tau bakal takut sama Lo setelah tau kebenaran! gue gak akan cari tau tentang Lo terlalu dalam bar! sumpah. lemes kaki gue" ujar Rere sembari kembali merebahkan tubuh nya
Keesokan harinya
"Jam berapa sih!" Ujar Rere yang baru terbangun membuka handphone nya
"Jam 10! ahhh! kok capek nya belum ilang" ujar Rere sembari bangun membuka pintu rumahnya. ia pun terdiam mematung saat melihat bara berdiri di depan rumah nya. Bara menatap Rere dengan dingin dan berjalan perlahan mendekati nya
"Ba..bara!" Rere mundur perlahan-lahan hingga mentok ke meja makan
"Lo bisa gak sih! sehari aja gak nyari masalah!" Ujar bara dengan dingin
Rere hanya menunduk diam dan tak bersuara sembari Mengengam erat baju nya karena takut
"Sedalam apa yang Lo tau!" ujar bara dengan dingin
"Jawab!!" Ujar bara membentak karena kesal Rere tak menjawab pertanyaan nya
Rere yang ketakutan pun hendak menangis dan terbesit ide klasik yaitu pura-pura pingsan yang sering ia gunakan saat dipanggil guru untuk menjawab pertanyaan
__ADS_1
Bara mengendong Rere dan merebahkan nya di sofa