
"Aelah! udah tidur ternyata! Ngomong sendiri kayak orang gila gue!" ujar Rere sembari menatap wajah bara yang tengah tidur
"Gue penasaran bar! kenapa Lo masih baik sama gue walaupun gue jahat sama Lo! perlahan Lo ngerubah gue jadi yang lebih baik, Lo mau nikahin gue demi kehormatan gue, Lo bahkan mengorbankan impian Lo cuma untuk menyelamatkan gue dari fitnah Fathur! sebenarnya gue yang beruntung dapetin lo atau Lo yang sial kenal gue!" ujar Rere sembari memegang wajah bara
"Gue jadi takut kehilangan Lo bar! Gue masih kepikiran tentang Lo dan Stella! semoga apa yang Lo bilang gak bohong!" Ujar Rere sembari meneteskan air matanya dan meraih Handphone bara yang ia letakkan di atas meja
Rere memeriksa semua handphone bara dan menghubungi Reno secara diam-diam
"Handphone nya bersih banget sih! bahkan gak ada satu pun chat dari cewek! Jangan-jangan bara punya hp dua lagi! satu nya buat selingkuh" ujar Rere sembari membanting handphone bara ke kasur lalu menangis diam-diam. Rere beranjak bangun untuk pergi ke keluar. Tak lama, Bara membuka matanya dan menyusul Rere diam-diam
"Cewek ya! suka banget cari penyakit! hal yang nggak-nggak pun dipikirin ujung-ujungnya sakit hati sendiri terus nangis di pojokan!" ujar bara yang mengintip Rere menangis
Bara menghampiri Rere dan memberikan nya tisu untuk mengelap air matanya. Rere yang melihat bara memberinya tisu pun segera menghapus air matanya
"Ngapain Lo kesini?" ujar Rere
__ADS_1
"Tadi pas gue ke bangun! gue liat Lo gak ada.. jadi gue cariin! ternyata Lo lagi nangis disini! nangisin apaan sih" ujar bara
"Siapa yang nangis! nih mata gue kelilipan! udah tidur yuk. udah malem banget ini!" ujar Rere pergi ke kamar
"Kelilipan katanya haha" ujar bara sembari mengikuti Rere dari belakang. Rere yang mendengar hal tersebut tiba-tiba menghentikan langkah kaki nya. Rere berbalik menatap bara dengan kesal
"Iya-iya maaf! mau ditiupin mata nya biar gak perih" ujar bara yang hendak memegang bibir mata Rere
"Gak! Gak perlu!" ujar Rere sembari menepis tangan bara lalu melanjutkan langkah kakinya.
"Gue mau nanya!" Ujar Rere yang berbalik badan mendadak sembari menahan dada bara
"Ke..kenapa? muka Lo serius banget!" ujar bara
"Lo tadi gak tidur kan!" ujar Rere dengan dingin
__ADS_1
"Tidur kok! beneran gue gak denger apa yang Lo bilang!" Ujar bara keceplosan
"gue ga bilang loh! bener kan Lo pura-pura tidur" ujar Rere
"nggak! gue.." ujar bara
"hal gini aja Lo bohong! apa lagi hal besar! gue gak percaya lagi sama Lo! jangan-jangan Lo bener-bener selingkuh lagi sama Stella!" Ujar Rere berjalan masuk kamar dan mengunci pintu
"Re! buka dong!" ujar bara mengetok pintu
"jawab dulu yg jujur! Lo tadi pura-pura tidur kan!" ujar Rere berteriak
"i..iya! maaf! gue bohong karena takut Lo malu kalo tau gue denger semua nya! gak ada maksud lain re" ujar bara
"Terus hubungan Lo sama Stella!" ujar Rere dari balik pintu
__ADS_1
"Gak ada apa-apa! tadi ketemu karena kebetulan! itu pun ada Reno" ujar bara sembari duduk bersandar pintu kamar