Ku Kira Cupu Ternyata Suhu

Ku Kira Cupu Ternyata Suhu
Pacaran [Season 2]


__ADS_3

"itu susah..." ujar bara


"Etetet! gitu doang kok! Awas kalo melanggar! hukumannya masa pacaran ditambah satu bulan" ujar Rere


"Ah re! Ntar malah gak nikah-nikah" ujar bara


"Mangkanya jangan langgar perjanjiannya" ujar Rere


"Kurangi lah! Kontak fisik nya aja" ujar bara


"nggak! Itu yang penting" ujar Rere


"Pegangan tangan boleh lah ya" ujar bara


"Banyak nawar nya ya!" Ujar Rere dengan kesal


"Aelah cuma pegangan doang bisa kali.. atau ciu..."


"Nggak! pegangan aja yg boleh!" ujar Rere sembari menutup mulut bara


"Udah ya gak usah nawar lagi" Tambah Rere sembari berbalik kembali ke sofa


"Pelukan boleh lah ya.." ujar bara sembari mengikuti Rere dari belakang

__ADS_1


"Lo ya.." ujar Rere Sembari menunjuk bara dan berbalik badan secara mendadak yang membuat bara menabrak dirinya hingga terjatuh bersama


"Aw.. kan sakit pinggang gue" ujar Rere sembari beranjak duduk


"Lu sih berhenti mendadak" ujar bara tetap tidur terlentang


"Banyak mau nya si lu!" ujar Rere


"Ya kali pelukan aja gak boleh! pengisi Batre gue waktu lelah karna aktivitas itu mah" ujar bara


"Ya udah! kontak fisik yang gak boleh cuma berhubungan itu aja! awas kalo Lo paksa gue" ujar Rere dengan kesal


"iya aman" ujar bara


"Tapi gue boleh keluar kan! ya kali Lo kurung gue Mulu" ujar Rere


"Dih, ngapain! takut gue kabur lo! udah tenang aja" ujar Rere


"Nggak! Buat wanti-wanti aja kalo ada kejadian yang gak di inginkan" ujar bara


"Harus banget dalam tubuh? ntar organ gue ada yang rusak gimana?" ujar Rere


Bara pun menarik tangan Rere dan membawanya ke suatu ruangan yang lengkap akan alat medis

__ADS_1


"Buset! lengkap banget! buat apaan nih ruangan" ujar Rere sembari melihat sekeliling


"Ini klinik pribadi! Jadi kalo ada apa-apa gak perlu jauh ke rumah sakit! kita juga punya dokter dan perawat pribadi! itu udah gue kasih rumah di belakang. jadi kalo ada apa-apa Lo panggil aja" Ujar bara sembari membelek sedikit lengan Rere untuk memasukan sebuah pelacak lalu menjahit nya


"oh pantesan dokter yang menangani Lo tadi malam dibayar gak mau" ujar Rere


"Udah nih! Abis ini Lo boleh keluar" ujar bara sembari meletakkan perban ke atas meja


"Eh udah! cepat banget" Ujar Rere


"Gue laper nih! masakin sesuatu kek" Ujar bara


"Masak sendiri lah! kan bukan tugas gue" ujar Rere sembari turun


"Kangen masakan Lo tau! udah berapa tahun misah" ujar bara mengikuti Rere


"Iya deh! tunggu bentar" ujar Rere


namun bara ikut ke dapur untuk membantu Rere namun bara hanya membuat dapur menjadi berantakan


"Udah mending Lo duduk di sofa aja! ini dapur lama-lama Meledak" Ujar Rere mendorong belakang bara dengan pelan


"Ya udah deh iya! tapi Lo butuh kacang kan! gue ambilin dulu" ujar bara sembari meraih toples di atas Rak yang tinggi.

__ADS_1


setelah bara berhasil mengambil toples kacang tersebut, ia hendak membuka tutup toples agar memudahkan Rere memasak namun karna terlalu kencang. bara membuat kacang berhamburan dimana-mana.


Rere yang kesal karena bara tak mau mendengarkan nya pun hanya mengertak bara mengunakan wortel yang di cincang dengan keras. bara yang tau akan ke amarahnya pun segera meletakkan toples kacang perlahan lalu kembali ke sofa


__ADS_2