
"Huft! untung aja bisa kabur! tapi ini dimana" ujar Rere sembari melihat kiri kanan dan terus maju ke depan sampai ke pabrik pembuatan koyo.
"Oh, jadi koyo yang gue liat di ruangan bara tadi hasil dari buatan nya sendiri" ujar Rere sembari bersembunyi.namun, tiba-tiba sosok misterius tersebut menarik tangan Rere untuk membawa nya keluar dari gedung tersebut.
Dan tak lama, Alarm bunyi yang membuat semua anak buah bara memencar untuk mencari penyusup.
"Dengar, Saya akan menarik perhatian mereka semua! Saat mereka lengah cepat lah keluar dari sini! jalan keluar nya di sana" ujar orang tersebut sembari muncul dari persembunyian nya dan menghajar semua anak buah bara.
Singkat cerita, Rere berhasil keluar dari gedung tersebut dan telah kembali ke rumahnya
"Apa maksud dari orang misterius itu ya! Pengen banget narik topeng nya tadi" ujar Rere sembari membalut rambutnya yang baru saja mandi
"Tapi gue lebih penasaran sama isi dokumen itu sih" Tambah Rere sembari membuka dokumen dan mengeluarkan koyo yang ia ambil
"Ini isi nya klien Bara! Klien nya kebanyakan Konglomerat, bangsawan dan pemerintah dari berbagai negara!" ujar Rere sembari membolak balik dokumen tersebut
"Jadi bener kalo bara itu bos dari pembunuh bayaran ini! dan kenapa dia bikin pabrik di sana!" ujar Rere sembari memegang koyo tersebut.
Tak lama, Rere mendengar suara Langkah kaki dan buru-buru menyembunyikan dokumen dan koyo tersebut di bawah kasur
__ADS_1
"Re, Mobil gue rusak! Minjam mobil Lo ya" ujar bara yang baru pulang
"Loh, mau pergi lagi? Baru aja pulang" ujar Rere sembari mencoba menenangkan dirinya
"Iya, Tadi pulang mau ambil ini! Gue masih ada urusan" ujar bara sembari membuka tas Rere dan menemukan koyo yang ia buat
"Lo dapat ini dari mana?" ujar bara sembari mengeluarkan koyo di dalam tas Rere.
"Ah sial! gue lupa kalo ambil koyo itu dua" batin Rere yang panik
"Jawab! Lo dapat ini dari mana" tambah Bara sembari mendekati Rere yang sedang duduk untuk menutupi dokumen yang ia ambil
"bohong! koyo ini gak akan ada di warung! Koyo ini cuma di salurkan ke orang-orang tertentu aja! jujur" ujar bara dengan dingin
"Serius!! gue beli di warung! kenapa sih emang" ujar Rere
"Warung mana?" ujar Bara dengan dingin
"Di dekat Mall citanyam" ujar Rere sembari tertawa kecil untuk mencairkan suasana
__ADS_1
"Udah lah bar! cuma koyo doang! sini" Tambah Rere hendak mengambil koyo yang di pegang bara
"Cari Merk lain! jangan pakai yang ini" ujar bara sembari pergi meninggalkan Rere
"Huft!! Lega juga!! ngomong-ngomong kenapa dia gak memperbolehkan gue pake koyo itu" ujar Rere sembari mengambil dokumen dan koyo yang ia simpan di bawah kasur.
"Tanya Ivana aja deh" ujar Rere sembari menghubungi sahabat nya
Tak lama, Ivana dan Feli pun tiba ke rumah Rere sembari membawa banyak cemilan untuk nonton bersama
"Rere!! Uhh kangen banget" ujar Feli sembari memeluk Rere
"Thanks ya pada Dateng" ujar Rere sembari menarik Ivana dan Feli ke dalam kamar nya
"Ya karna Lo maksa! Gue sampai meninggalkan klien gue yang lagi konsultasi masalahnya" ujar Feli sembari duduk di ranjang
"Iya noh! ada apaan sih!" ujar Ivana sembari menjatuhkan tubuhnya di ranjang
"Gak ada sih! gue cuma pengen Kumpul menghabiskan weekend dengan kalian aja" ujar Rere sembari menyengir
__ADS_1
"Parah ih!! untung gue dapat nya shift malam! ya udah ayo nonton Drakor" ujar Ivana sembari menghidupkan Tv