
"Say...." ujar Ashad yang terhenti karena melihat pantulan Rere yang tengah bersembunyi di balik Rumput lewat cermin.
Bara yang melihat Ashad tak berkata-kata sembari melihat ke arah belakang nya pun segera berbalik
"Mereka ngapain liat ke Arah sini! Apa ada orang di belakang gue" ujar Rere sembari ikut menoleh kebelakang
"Gak ada tuh!" ujar Rere yang kembali melihat ke depan
"Loh!! mereka kemana?" ujar Rere yang melihat kehilangan jejak bara dan Ashad
"Ahh sial! hilang jejak" ujar Rere sembari berbalik untuk kembali ke kamar nya
"Padahal pengen tau apa yang bara sembunyikan! Pasti ada yang gak beres nih" ujar Rere menggerutu
Disisi Lain, Jollyn yang selesai membersihkan cafe pun bersiap untuk pulang. dikarenakan tak ada taxi yang lewat. Ia pun terpaksa harus berjalan kaki untuk pulang
"Dih, Horor banget Suasana nya" ujar Jollyn sembari mempercepat langkah kaki nya
setelah Beberapa menit berjalan kaki. sebuah angkot berhenti di dekat nya yang tak lain adalah tetangga nya. ia pun segera masuk dan tak lama sampai kerumah nya
"Makasih Kang..." ujar Jollyn sembari tersenyum
__ADS_1
"Iya Neng Jollyn sama-sama!" Ujar Toni
"Untung aja ada kang Toni! kalo enggak bisa subuh baru sampai rumah" ujar Jollyn sembari masuk kerumahnya
"Haii Jollyn..." Ujar Naura yang Duduk dengan santai sembari menyambut kepulangan Jollyn
"Lo..Lo masih hidup?" ujar Jollyn yang terkejut melihat kehadiran Naura dan segera bergegas mencari kedua orang tua nya
"Tenang!! Mereka baik-baik aja selama Lo patuh" ujar Naura
"Mau Lo Apa? Gue gak ada hubungan apa-apa sama bara! jadi jangan ganggu hidup gue lagi" Ujar Jollyn
"Ya, gue tau! tapi kedatangan gue kesini bukan untuk menyuruh Lo menjauh dari bara" ujar Naura Sembari berjalan menghampiri Jollyn
"Gak!! Gue gak mau!" ujar Jollyn
"Ohh.. jadi Lo gak mau! Ya udah kalo gitu siap-siap aja" Ujar Naura
"Maksud Lo apa?" Ujar Jollyn
Naura tersenyum kecil sembari mengeluarkan Handphone nya dan segera menghubungi Anak buah nya
__ADS_1
"Hallo Joe.. Serahkan handphone mu kepada ibu Rini! Anak nya ingin berbicara" Ujar Naura
Mendengar hal tersebut, Jollyn menjadi panik dan segera mengambil handphone yang di pegang oleh Naura
"Hallo Nak!! Jollyn" ujar Rini ibu Jollyn
"Hallo mah! Mamah dimana? Baik-baik aja kan?" ujar Jollyn
"Mamah baik-baik aja nak!! cuma papa.."
"Papa kenapa?" Ujar Jollyn yang panik sembari melirik ke arah Naura. Naura yang melihat Jollyn panik pun tersenyum Sembari menaikkan satu alis nya
"Papa tadi Anfal nak.. mama gak sempat kasih tau kamu karena buru-buru ke rumah sakit" Ujar Ibu Jollyn
"Terus gimana keadaan papa sekarang mah?" ujar Jollyn
"Belum tau nak. Papa masih di operasi! biaya nya besar sekali. Untung ada teman kamu yang mau bantu bayar administrasi nya dulu jadi papa bisa langsung di operasi" Ujar Rini
"Te-Teman?" ujar Jollyn
"iya! kamu kok gak cerita sih punya temen sebaik itu sama Mama! oh ya, dia lagi nungguin kamu di rumah loh! Katanya udah lama gak ketemu kamu. udah ketemu belum sama dia?" ujar Rini
__ADS_1
"oh.. u-udah mah! Jollyn tutup dulu ya mah.. bye" Ujar Jollyn yang kembali melirik Naura dan segera mematikan telpon ibunya