
Tanpa berkata-kata, via merapikan sepatu yang berantakan. Rere yang melihat via hampir selesai pun menendang kotak sampah
"Yah gak sengaja! Yakk!! beresin ya" ujar Rere berteriak
"iya bentar" ujar via sembari berdiri menghampiri kotak sampah yang di berantakan oleh Rere
Setelah selesai membereskan kotak sampah, via pun bergegas masak bersama Anna sedangkan Rere memakan kuaci dan membuang kulitnya di sembarangan tempat
"Yakk! beresin dong" ujar Rere yang tengah santai sembari menonton tv dan berteriak memanggil via.
Via mematikan kompor dan hendak menghampiri Rere namun di hentikan oleh Anna
"Udah! biar Aku aja" ujar Anna memegang pundak Via dan bergegas menghampiri Rere.
Anna pun segera menyampu kulit kuaci yang di buang oleh Rere
"Ambilin minum dong" ujar Rere yang masih sibuk menonton TV.
Tanpa berkata-kata Anna pun segera mengambilkan minum untuk Rere
"Nih minum nya" ujar Anna sembari meletakkan air minum
__ADS_1
"eh kok kakak! kan yang aku suruh via" ujar Rere yang baru menyadari
"Dia masak jadi aku yang gantiin! Kamu kenapa sih re! kamu tuh kelewatan loh" ujar Anna dengan lembut sembari duduk di sebelah Rere
"kelewatan gimana? kan cuma minta tolong" ujar Rere menarik kakinya dari atas meja
"Kamu pecat semua pelayan disini terus kamu suruh-suruh via ngerjain tugas rumah! kasihan tau" ujar Anna
"Biarin kak! tu cewek emang pantes digituin" ujar Rere
Melihat Rere yang keras kepala, Anna tersenyum Paksa dan segera berdiri untuk membatu Via memasak namun anak nya menangis
"Udah kak, Biar aku sendiri aja yang masak! kasihan kakak punya anak bayi" ujar Via sembari tersenyum. Anna pun bergegas menghampiri anaknya yang menangis
"Kenapa key!" ujar Via yang panik melihat kepala anak nya berdarah
Anna dan Rere yang mendengar keributan key pun segera menghampiri nya
"Loh key!" ujar Anna yang melihat key berdarah dan hendak mengambil Kotak obat namun kesulitan karena mengendong anaknya
"Sini Du Fei" ujar Rere menyambut anak Anna. setelah Rere menggendong anak nya, Anna pun bergegas mencari kotak obat.
__ADS_1
Setelah Dokter datang mengecek keadaan key dan key pun berhenti menangis
"Gimana dok?" ujar Via yang panik
"Anak ibu mengalami gegar otak ringan akibat benturan yang sangat keras! Nanti rajin untuk kontrol ulang ke rumah sakit ya buk" Ujar dokter meninggalkan ruangan
"Bilang sama mama! Kamu kenapa sampai berdarah begitu" Ujar Via dengan lembut.
Key menunjuk ke arah Hans sembari menunduk
"Hans" ujar Anna
Key menganggukkan kepalanya sedangkan Hans hanya diam dengan wajah cemberut
"Hans, key kamu apain?" ujar Anna bertanya dengan lembut
"Key ngambil mainan Hans Tante, Jadi Hans pukul pakai botol itu" ujar Hans menunjuk ke arah botol beling yang pecah
"Namanya juga anak kecil! Biasa lah" ujar Rere
"Tapi re, karena Hans si key jadi gegar otak" ujar Via sembari menangis
__ADS_1
"Aelah gitu doang! kagak mati juga! udah deh Hans, gak usah main lagi sama dia" ujar Rere sembari menarik tangan Hans
Via menangis sejadi-jadinya dan tak lama ia merasakan perutnya yang sakit