
"dia kayak nya sengaja banget mau bikin gue malu depan semua orang" Ujar Rere didalam hati.
"Apakah ada pertanyaan lagi! jika tidak maka kembali ke kelas masing-masing" ujar kepala sekolah.
semua siswa keluar dari ruangan rapat dan siswa yang akan diseleksi pun sibuk belajar menyiapkan diri. Rere menarik tangan bara dari keramaian dan membawa nya ke suatu tempat
"Lo sengaja ya!" Ujar Rere dengan marah
"Apaan sih" Bara menepis tangan Rere yang menarik kerah baju nya
"Lo tau kan gue bego! Ujian nya di depan seluruh siswa lagi! Lo sengaja mau mempermalukan gue di depan semua orang ya!"
"Yang bilang Lo pinter siapa! mangkanya kalo gak mau malu belajar dong" Ujar bara dengan santai meninggalkan Rere
"uhh! Awas Lo ya! gue buat perhitungan!" Ujar Rere yang kesal sambil menghentakkan kaki nya
"Aw! sakit kan kaki gue kena batu" Melihat kaki nya yang terluka
"Kasian batunya, gak ada salah tapi di injak" Fathur yang muncul dari belakang dan langsung membungkuk didepan Rere untuk melihat luka nya
"*Eh kak! kakak Dari mana tiba-tiba muncul"
__ADS_1
"Duduk gih! nanti gue obatin*" Fathur mengeluarkan Hansaplast.
Rere pun duduk di bangku sedangkan fathur membungkuk untuk mengobati kaki Rere
"*Makasih ya kak"
"Sama-sama! Minggu jadi jalan kan Re"
"Hmm! gimana ya kak! Sebenarnya mau aja sih, tapi gue harus belajar untuk ujian seleksi Senin besok"
"Oh Lo ikut kompetisi sains ya! kalau gitu semangat ya*" Fathur tersenyum lebar yang membuat Rere berdebar
"Sumpah demi apa! kak Fathur kalo senyum ganteng banget! gue jadi deg-degan gini sih. gak bagus nih untuk kesehatan jantung" Batin Rere
"*Ehh! ngga kok kak hehe! sebenarnya gue bodoh banget sih kak, untuk ikut kompetisi sains itu"
"Ya ngga lah! Lo pinter mangkanya terpilih"
"Sebenernya gue terpilih karena jebakan bara kak*" Rere memasang wajah melas
"*Bara ketua OSIS baru itu?"
__ADS_1
"iya kak! dia tau kalo aku ini gak pinter tapi masih aja masukin nama ku di kompetisi ini! kayaknya dia sengaja mau buat gue malu depan umum kak*"
"*Udah tenang aja! Karena sudah telanjur masuk daftar kompetisi. Lo harus rajin belajar biar tau jawabannya nanti.. masalah bara biar kakak yang urus"
"Kakak mau ngapain"
"Ngasih pelajaran ke bara yang udah ngerjain Lo*" Fathur berdiri dan mengelus rambut Rere lalu pergi.
Melihat Fathur pergi. Rere tersenyum puas
"iya kak! kasih aja pelajaran ke bara biar tau rasa! gak sabar liat bara susah haha" Ujar Rere bergemerutu sambil berjalan ke kelas
"Wahh hebat ya! baru aja satu Minggu disini udah gegatelan!" Ujar tiga orang siswa yang menghalangi langkah Rere
"Apaan sih, gak jelas banget! Minggir" Ujar Rere yang mendorong pelan siswi tersebut untuk membuka jalan
"eth! Mau kemana Lo! gak segampang itu ya untuk kabur!" Ujar ketua geng siswa tersebut sambil menarik tangan Rere
"Mau Lo apa?" Ujar Rere dengan dingin
"Wahh! Ketus banget ya jawab nya! Jadi gini cara Lo ngomong sama senior! Berani banget ya!" ujar siswa tersebut sambil mengangkat dagu Rere
__ADS_1
"Udah to the point aja! Mau Kalian apa!" ujar Rere sambil menepis tangan nya dan membentak siswa didepannya
"Mau gue, Lo jauhin Fathur! dia cowok gue!" ujar siswa tersebut sambil mendorong keras dada Rere mengunakan jari tunjuk yang membuat Rere termundur satu langkah