
"Papa sama Mama kadang berantem kalo Hans gak ada dirumah. jadi Hans gak mau main diluar biar mama sama papa gak bisa berantem lagi" ujar Hans sembari memberontak untuk turun
"Nggak kok! Papa sama Mama baik-baik aja. Hans jangan mikir yang aneh-aneh ya" ujar bara menurunkan Hans
"Mama sama Papa kadang cuma bercanda cuma kayak berantem gitu Hans! aslinya nggak kok" ujar Rere yang baru datang sembari mengandeng tangan Bara
"Udah, main sana! mama sama papa mau nonton nih" Tambah Rere sembari memberikan mainan baru untuk Hans.
"Makasih mah.." ujar Hans sembari berlari pergi ke taman bermainnya.
Rere dan bara yang melihat Hans pergi pun segera menghela nafas
"Gue lupa kalo punya anak" ujar bara sembari duduk disofa
"Sama, Kalo dia lagi main diluar berasa kayak gadis! Apa lagi dia mandiri banget. Mau makan atau apapun itu selalu sendiri" ujar Rere yang ikut duduk disebelah bara
"Oh ya bar, Stella bilang Lo ada perjalanan bisnis keluar negeri satu Minggu ya? kok gue gak dikasih tau" Tambah Rere
"Iya, besok berangkat! Rencananya mau ngasih tau nanti malam" ujar bara sembari memakan popcorn
"Jadi ceritanya gue sama Hans ditinggal nih" ujar Rere cemberut berharap diajak
__ADS_1
"Gak bisa ngajak! pertemuan antar mafia itu" ujar bara yang peka
"Ntar pas pulang dari sana gue ajak jalan-jalan terserah mau kemana" Tambah bara sembari merangkul Rere dan menyenderkan kepalanya ke dadanya
Disisi lain, Laura yang mendengar hal tersebut pun melemparkan gelas wine yang ia pegang dan membuat rencana baru
"Ada kesempatan kalo Lo mau nyerang Rere! Mumpung bara gak ada disini" ujar Jollyn mematikan alat penyadap yang menempel di baju Rere
"Ingat, Kalau Lo berhasil menghabisi Rere sama aja Lo menghabisi bara" ujar Jollyn sembari tersenyum kecil
"Good idea! Kalau begitu kau pancing Rere untuk pergi ke gang sepi di jalan Halu" ujar Naura Sembari berdiri
"Oke, serahin semuanya ke gue?" ujar Jollyn sembari pergi meninggalkan ruangan Naura dan masuk ke mobilnya
Disisi lain, Rere tersenyum kecil mendengar Rencana yang dibuat Naura dan segera mentransfer uang 100jt ke Rekening Jollyn karna berhasil meletakkan penyadap suara dibawah meja Naura
"Jollyn Gesit juga! pantesan Naura pake dia untuk menyerang bara diam-diam selama ini" Batin Rere sembari memegang tangan bara yang fokus menonton
Singkat cerita, Bara telah pergi ke Shanghai untuk pertemuan dengan para tetetua mafia untuk perundingan wilayah
"Kau, Jun? orang yang berhasil mengalahkan Soyun dan merebut kekuasaan bagian Selatan" ujar bara Sembari tersenyum
__ADS_1
"Hei, iya! Sebenarnya itu hanya kebetulan" ujar Jun sembari tersenyum
"Tidak ada yang namanya kebetulan Jun! Kau hebat! senang bertemu dengan mu" ujar bara sembari tersenyum lebar
"ya, Saya juga senang bisa bertemu dengan mu! ternyata kau ramah ya. tidak seperti rumor yang beredar" ujar Jun sembari merangkul bara
"Haha kau tau, rumor itu dibuat agar para musuh berfikir dua kali untuk menyerang! dan kau percaya rumor itu haha" ujar bara tertawa
"Hei, sejak kapan mereka sedekat itu?" ujar Suho sembari berbisik ke Alec
"Ntah lah, mereka seperti sudah kenal lama" ujar Alec
"Kau bara ketua bagian barat kan? tempat duduk mu disana dan kau pasti Jun ketua baru bagian selatan kan, disitu tempat duduk mu" ujar Seseorang menghampiri Jun dan bara
Bara dan Jun pun segera duduk di tempat yang sudah ditunjukkan oleh Janshon
"Hei, Jun! Ku peringatan jangan tertipu dengan wajah nya yang ramah dan polos itu! dia lah yang paling berbahaya disini" ujar Suho berbisik kepada Jun
"Siapa yang kau bilang? Bara itu" ujar Jun sembari melihat ke arah bara
"Iya, Banyak yang tertipu dengan wajah nya yang terlihat seperti orang baik! hati-hati lah" ujar Suho
__ADS_1
Bara yang melihat Jun sedang menatapnya pun segera tersenyum sembari mengangkat tangannya untuk menyapa