
"Gue jadi kepikiran percakapan mama sama Jollyn! Apa maksud nya ya! apa mungkin bara sama Jollyn mau menikah tapi gak jadi karna gue yang tiba-tiba muncul" ujar Rere
"Gak usah banyak mikir nanti stress" ujar Dr Erna yang baru saja datang
"Yuk mulai check up nya" tambah dr Erna sembari mempersilahkan Rere untuk berbaring
Disisi lain, Bara telah sampai ke tempat rahasia dimana ia melakukan uji coba setiap proyek baru nya
"Sorry telat! udah yuk mulai proses nya" ujar bara sembari mengaktifkan semua alat yang akan ia gunakan
"Gak di uji coba dulu?" ujar Farrel yang melihat cara mesin produksi berkerja
"Gak perlu! Lo yang akan menjadi uji coba nya! Mesin ini cuma berfungsi tiga kali jadi kita tidak perlu buang-buang waktu" ujar bara sembari mengambil embrio yang telah disiapkan Farrel dan memasukkan nya ke suatu lobang untuk reproduksi bayi disebuah tabung
"ini transparan bar? keren, bisa lihat secara langsung perkembangan bayi nya" ujar Farrel sembari melihat proses sel telur
"Tapi dijamin berhasil gak nih!" Tambah Farrel
__ADS_1
"If you never try, you Will never know" ujar bara semeringai
"Ya,ya! gue serahkan semua ke Lo deh! bay the way, Kenapa disini lengkap dengan alat medis?" ujar Farrel sembari memegang pisau bedah
"Sengaja! ini kan tempat bersembunyi Kalo ada serangan mendadak dari musuh! jadi kalau luka bisa langsung di obati" ujar bara sembari memantau perkembangan reproduksi bayi
"Oh gitu! oke, ntar apa pun yang terjadi kabarin gue" Ujar Farrel sembari menepuk pundak bara dan pergi keluar
"Sudah selesai! sisa nya kalian yang urus! Rajin-rajin di cek untuk mengetahui perkembangan nya" ujar bara sembari mengambil jas nya lalu pergi
"Baik pak" ujar para dokter khusus sembari mengecek mesin reproduksi
"Jon, Launching produk baru nya di cancel saja ya! izin nya dicabut karena gosip yang tersebar" ujar bara sembari menulis sesuatu
"Baik kalau begitu pak" ujar Jon sembari keluar dari ruangan
"Ekh..anu bar, Seluruh Investor yang menarik dana nya datang. mereka sudah menunggu di ruang meeting" ujar Stella tergesa-gesa masuk ke ruangan bara
__ADS_1
"Kenapa mereka datang?" ujar bara sembari berjalan keluar ruangan
"Entahlah! tapi mereka sudah menunggu" ujar Stella sembari mengambil dokumen di atas meja bara lalu mengikuti nya dari belakang
Sesampainya di ruang meeting, Semua Investor berdiri untuk memberikan hormat kepada bara
"Duduk!!" ujar bara dengan dingin sembari duduk dengan santai
"Saya selaku pemimpin PT Wijaya meminta maaf atas tindakan saya yang secara sepihak dan tidak sopan menarik dana kami kembali. kami harap bapak bara selaku CEO Ziox mau memaafkan kami dan masih mau menerima investasi dari kami" ujar Wijaya sembari memberikan kotak hadiah sebagai permintaan maaf
"Saya pun selaku wakil bapak Alex ingin meminta maaf atas tindakan kami dengan harapan bapak masih mau berkerja sama dengan PT Anom" ujar Santo sembari memberikan kotak hadiah
"Apa kalian semua datang kemari hanya untuk meminta maaf?" ujar bara dengan dingin sembari melirik ke kaca dan melihat Seluruh karyawan nya menguping
"Iya pak, kami sangat menyesal dengan tindakan kami! semoga PT kami masih bisa berkerja sama dengan bapak" ujar Linda
"Tapi kalian tidak perlu membawa bingkisan sebanyak ini" ujar bara
__ADS_1
"Ini sebagai permintaan maaf dari kami pak! mohon untuk diterima" ujar Wijaya sembari tersenyum
"Ini pasti ulah anak magang itu! Hebat juga dia, Belum ada satu hari sudah berhasil membuat para investor kembali" ujar bara didalam hati sembari melihat Rasya yang sedang tersenyum dengan bangga ke arah nya