
"Demi Rere!" ujar bara memotong ucapan stella yang membuat Stella terdiam sesaat
"ya..ya udah deh! tapi jangan di ulangi lagi" ujar Stella dengan wajah cemberut
"Huft.. Syukurlah! makasih ya stell! sekali lagi maaf banget" ujar bara bernafas lega dan berbalik untuk pergi namun bara terkejut melihat Rere sedang berdiri melipatkan tangannya di pinggir pintu kamar dan sedang mendengarkan percakapan nya
"Re.. Rere!" ujar bara dengan gugup sembari menelan air liur nya karena akan terjadi pertempuran.
Stella yang juga terkejut akan kehadiran Rere pun menjadi panik dan khawatir.
"Ptfff.. Hahaha! kenapa kalian berdua kaget gitu" ujar Rere sembari mendekati mereka
"Re.. Lo udah lama di situ?" ujar Stella
"iya.. Lo udah lama! eh maksudnya kenapa kok bangun" ujar bara dengan gugup
"Dari awal kalian ngobrol gue udah di sana! tadi gue kebangun waktu bara diam-diam keluar kamar" ujar Rere dengan dingin
"eee.. itu! itu gak kayak yang Lo pikirin kok Re! bara.." ujar Stella
__ADS_1
"Udah!! Maafin aja! bara gak sengaja kok! lagian body gue lebih montok dari Lo! gak mungkin bara sengaja ngintip!" ujar Rere memotong percakapan stella
"iya kan!" tambah Rere megeretakan gigi nya sembari mencubit pinggang bara
"Aw! i..iya! bener" ujar bara sembari menahan sakitnya
"iya! tadi dia nyariin Reno! dia pikir Reno ada di kamar gue! gapapa kok re! jangan berantem ya" ujar Stella yang menjadi tak enak
"it's okay baby! gue yang harusnya minta maaf karena gak jaga mata bara dengan baik!" ujar Rere semangkin menguatkan cubitan nya.
Bara yang menahan sakit pun hanya bisa tersenyum paksa
"Ya udah kalo gitu.. gue tidur dulu ya" ujar Stella sembari menutup pintu dengan pelan. Rere hanya membalas dengan senyuman, namun saat Stella sudah menutup pintu.. ekspresi Rere berubah dingin dan menatap bara dengan tajam
"maaf re! beneran gak ada maksud" ujar bara
Rere tersenyum sembari membantu bara berdiri dan menarik bara kembali ke kamar. Setelah masuk ke kamar. senyum Rere berubah dan Aura nya seakan ingin membunuh seseorang
"Re.." ujar bara yang hendak berbicara
__ADS_1
"Sttts..." ujar Rere menyuruh bara diam dan mendorong bara ke ranjang hingga bara terduduk.
Satu persatu Rere membuka pakaiannya didepan bara
"ini yang Lo mau kan! liatin aja sampe puas biar gak kemana-mana matanya" ujar Rere dengan dingin.
bara hanya menggeleng agar Rere menghentikan aksi nya namun Rere terus membuka semua pakaiannya
"Nggak re! Pake baju nya! ntar Lo masuk angin" bara hendak berdiri namun di dorong kembali oleh Rere
"kenapa! Bosen! gak puas! atau body gue kurang ****" ujar Rere dengan ketus
"nggak gitu! tap..." Ujar bara yang hendak menjelaskan kembali namun terhenti karena Rere mencium bibir nya dan membuat bara terbaring di ranjang nya.
Rere pun hendak membuka pakaian bara namun di hentikan
"jangan Re!" ujar bara sembari memegang tangan Rere namun
Rere pun menatap bara dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Kasian Adek yang di perut" ujar Bara sembari tersenyum paksa
"Kata dokter boleh kok! emang Lo aja yang udah gak nafsu lagi sama gue!" ujar Rere sembari melepaskan tangannya