
Bruk.. seseorang memakai jaket hitam,masker dan topi menabrak mereka bertiga
"Aduh mas, hati-hati dong! Jalan gak pake mata" ujar Sindi sembari berdiri dibantu
"Ehh!! mau lari kemana" ujar Rere yang melihat orang misterius tersebut melarikan diri
"Wait!! Apaan nih" ujar Sindi sembari mengambil amplop coklat yang di tinggalkan oleh orang tersebut
"Disini ada nama Lo re!! buat Lo nih" Tambah Sindi sembari memberikan amplop tersebut
"Eh iya, Nama gue lengkap banget disini! apa ya isi nya" ujar Rere sembari membuka amplop tersebut
"Ciah!! surat ya! kayak nya dia pengagum rahasia Lo haha" ujar Sindi sembari ikut membaca pesan tersebut
Mendengar hal tersebut, Rere dan Riska tertawa terbahak-bahak dan
Tak lama, Ekspresi Rere pun tiba-tiba berubah saat membaca isi pesan tersebut
"Se-serius!" ujar Sindi
__ADS_1
"Gak! Pasti hoax Re! Bara keliatan nya pendiam dan baik gitu! gak mungkin Pyscho" Ujar Riska
"Iya! Kayak nya ini gosip gak benar seperti gosip kemarin" ujar Rere sembari menyimpan pesan tersebut di dalam tas nya
"Udah lah, kita makan aja! laper nih" ujar Sindi untuk memecahkan suasana hening
"Tiba-tiba Selera makan gue hilang! gue balik dulu ya" ujar Rere sembari pergi meninggalkan temannya
Sesampainya dirumah, Rere mencari keberadaan bara dimana-mana namun bara belum kembali
"Nyari siapa?" ujar Melissa yang menyusuri seluruh ruangan
"Belum pulang dia! kan biasa nya tengah malam baru pulang" ujar Melissa sembari menghidupkan televisi
"Oh iya mah, Lupa" ujar Rere sembari naik ke atas dan diam-diam membuka ruang kerja bara
"Dikunci lagi!! tapi di surat ini kalo gue gak percaya datangi alamat ini" ujar Rere sembari membuka kembali pesan tersebut
"Gue takut ini jebakan Naura! tapi kalo gue gak kesana Gimana gue bisa tau" Tambah Rere sembari Menganti pakaiannya dan pergi ke alamat yang tercantum di pesan tersebut
__ADS_1
"Loh itu Stella! dia mau kemana?" ujar Rere sembari menghentikan mobilnya
"Eh, Rere! kebetulan Lo ada disini! gue titip Laporan untuk bara ya" ujar Stella sembari memasukkan dokumen ke dalam mobil Rere
"Loh, emang bara gak ada di kantor?" ujar Rere
"Lah, jam segini kan emang bara udah pulang! emang dirumah gak ada?" ujar Stella
"Dah ya, gue mau jemput Alice" tambah Stella sembari menghentikan taxi di belakang Rere
Tanpa berpikir panjang, Rere pergi ke alamat yang tercantum di surat tersebut dan datang lah ke sebuah tempat yang sepi
"ini Hutan gak ada apa-apa! cuma ada gedung terbengkalai itu aja! sialan gue di tipu" ujar Rere sembari keluar dari mobil nya dan tak lama, ia mendapatkan sebuah notifikasi dari handphonenya
"Masuk ke dalam gudang itu!" ujar Rere membaca isi pesan tersebut Sembari melihat ke kiri dan kanan untuk mencari tau keberadaan orang yang mengiriminya pesan. dan tak lama sebuah handphone nya berdering
"Jangan mencari saya! cepat masuk lah ke sana dan kamu akan tau siapa bara yang sebenarnya" Ujar Rere membaca isi pesan tersebut.
Tanpa berpikir panjang,Rere pun segera masuk ke gudang terbengkalai tersebut
__ADS_1
"Apaan! Cuma gedung kosong doang! ah mau aja gue tipu dua kali" ujar Rere sembari berbalik hendak pergi namun langkah kaki nya terhenti karena mendapatkan sebuah notifikasi dari orang misterius tersebut