
"Pak! suami saya gak bersalah! tangan saya terluka karena kebodohan saya sendiri! pintu itu hancur karena suami saya berusaha untuk menolong saya!" ujar Rere yang hendak menghampiri polisi namun ia tidak bisa bergerak karena di tahan oleh ibu-ibu
Singkat cerita, para polisi tidak menemukan bukti kekerasan pada tubuh Rere ditambah dengan penjelasan Rere yang mengatakan bahwa ia tidak mengalami KDRT pun segera membebaskan Bara
"Maaf ya pak buk! saya tidak bermaksud untuk menjebloskan pak bara ke penjara. saya melakukan ini demi kebaikan bersama" ujar pak RT
"Iya pak! saya paham! terimakasih banyak sudah peduli pada kami" ujar bara.
Pak RT dan para warga yang berkumpul pun pulang. Rere kembali ke rumah orang tuanya
"Gue mau balik ke rumah mama!" ujar Rere sembari memasukkan baju kedalam koper
"gak besok aja! gak enak di liat tetangga" ujar bara
"Gue eneg liat muka Lo! gue gak peduli kata orang! jangan halangi gue pulang" Ujar Rere berteriak
"oke!oke.. boleh" Ujar bara sembari mengangkat kedua tangan nya dan menarik nafas panjang.
Rere pergi meninggalkan rumah sedangkan bara hanya melihat Rere dari jendela dengan tatapan kosong
__ADS_1
Sesampainya dirumah, orang tua Rere nampak bingung dengan kehadiran Rere. namun Rere tak berkata apa-apa lalu pergi masuk ke kamar nya
"Re! mama masuk ya" ujar Mama nya sembari membuka pintu
"Kenapa re! ada masalah sama bara?" ujar mama nya
"Rere mau cerai sama bara mah" ujar Rere sembari membuka koper nya
"Kenapa? alasannya apa" ujar mama nya
"Bara selingkuh sama Stella!" ujar Rere
"panjang cerita nya mah" ujar Rere
"kamu punya buktinya gak!"
"Gak punya sih mah! bara bilang mereka gak sengaja ketemu terus disitu ber tiga! tapi Rere gak percaya sama bara" ujar Rere melipat pakaiannya
"Dengar re! Pernikahan itu sakral. jangan cuma karena hal yang belum tentu benar pernikahan mu jadi hancur. kecuali ada nya bukti perselingkuhan itu! yang melanggengkan suatu hubungan adalah kepercayaan re! kamu harus percaya sama bara" Ujar mama sembari memegang kedua pundak Rere
__ADS_1
"Tapi mah!"
"Udah! kamu cari tau dulu kebenaran nya! nanti kalo terbukti bara selingkuh baru ceraikan" ujar mamanya sembari beranjak pergi
"oh ya! Selesaikan masalah dengan kepala dingin! suatu keputusan yang di ambil saat emosi adalah kesalahan nak! jangan sampai menyesal. Tidur lah! besok pulang lah Kerumah. gak usah kerja dulu kalo masalah mu belum selesai" ujar mama sembari menutup pintu
Rere hanya diam dan membuka handphone nya.
"Gue butuh ketenangan! kayaknya gue harus liburan nih. Matiin Hp biar gak ada yang ganggu" Ujar Rere sambil turn off hp nya
Singkat cerita. keesokkan harinya. Rere pergi ke Bali tanpa sepengetahuan bara dan orang tua untuk menenangkan diri.
Disisi lain, bara tertidur di sofa dengan setupuk soda. ia di bangunkan oleh Reno yang datang kerumahnya
"Bara woy" Ujar Reno sembari mengetok keras pintu rumah
"Berisik ih! rusak ntar pintu nya" ujar Stella sembari menepak tangan Reno.
Bara segera membukakan pintu dan masuk kembali. Reno dan Stella terdiam kaget melihat bara yang kacau
__ADS_1
"Astaga! Lo kenapa jadi gini" ujar Stella sambil menendang kaleng soda yang tercecer dimana-mana