
"Yang sudah kau lihat!! Wajah ku hancur karna kecelakaan itu! lagi pula, aku harus pura-pura mati untuk mengetahui orang yang ingin menghabisi ku" ujar Zain
"Ternyata paman Ahong pelakunya! dia sudah ku kirim ke alam baka" Tambah Zain
"jadi kematian paman itu kakak pelakunya?" ujar bara sembari memencet luka kakaknya
"Sialan!! Manusia seperti mu harus ku apakan!! apakah harus ku kirim ke alam baka juga" ujar Zain sembari menepis tangan bara yang terus memencet luka nya
Bara dan Hans tertawa bersama dan tak lama. Melissa dan Thakur datang bersama pasangan masing-masing untuk menemui Zain yang sedang dirawat
Singkat cerita, Beberapa bulan pun berlalu. luka di wajah Zain telah memudar dan wajahnya semangkin membaik. Untuk merayakan kembalinya sang kakak. mereka pun mengadakan acara makan BBQ bersama
"Hei bocah! Mau sampai kapan kau menduda? kalo Rere gak mau ya cari yang lain" ujar Zain sembari meminum Koktail
__ADS_1
"Nah itu yang sulit! Mau cari yang lain ntar emak-emak online ngamuk" ujar bara sembari menyeruput kopi nya
"Ya coba kau rundingkan lagi sama dia! jangan sampai permasalahan cinta mu kakak yang urus ya!!" ujar Zain
"Terakhir dia bilang gak mau menikah! mau pacaran aja kak. kalo di tegaskan lagi takutnya gak nyaman dan pergi" ujar bara
"Kapan dia bilang begitu?" ujar Zain sembari memakan kentang goreng
"Sekitar 6 bulan lalu sih" ujar bara sembari menyengir yang membuat kakak nya mematung
"Oke, nanti aku coba kak! oh ya, Kakak kan udah membaik nih! jadi pembunuh bayaran dan perdagangan organ berserta jabatan ketua mafia itu ku kembalikan ke kakak ya" ujar bara
"Enak aja!! Gak bisa. Kakak udah punya organisasi sendiri lagian kinerja mu sebagai ketua bagus" ujar Zain
__ADS_1
"Dan apa lagi tu!! perdagangan organ sama koyo itu kan Kau yang buat. masa diserahkan ke kakak! ogah" Tambah Zain sembari meminum Koktail nya
dan tak lama ia mendapatkan pesan di handphone nya
"Kau bawa Rere ke Bibir pantai! laksanakan apa yang sudah ku ajarkan tadi" ujar Zain sembari menepuk pundak bara dan bara pun segera mengikuti perkataan kakaknya
Singkat cerita, Bara dan Rere telah berada dipinggir pantai yang sepi nan indah di malam hari.
"Ngapain malam-malam ke pantai sih bar? Dingin tau" ujar Rere memeluk tangannya. namun, bara hanya diam sembari menyelimuti tubuh Rere dengan jas yang ia pakai
"udah lima belas menit Lo diam gitu!! kenapa sih?" ujar Rere yang melihat bara tak bersuara
"Re, dulu kita memulai hubungan dengan cara yang kurang baik. mangkanya banyak masalah yang terjadi di kehidupan kita. mungkin juga, dulu Lo ngerasa pernikahan itu sebuah kesalahan" Ujar bara yang fokus memandangi gemerlap bintang sembari menarik nafas panjang dan menghadap ke arah Rere memandangi wajah nya
__ADS_1
"Dengan Rasa dan suasana yang baru! gue mau memulai hubungan ini dari awal" Tambah bara sembari membuka kotak cincin yang telah lama ia simpan bahkan ia bawa kemana-mana.
Melihat Rere yang hanya diam memandangi cincin tersebut. bara hanya tersenyum kecil "Lo berhak nolak kok! gue gak akan maksa" Ujar bara sembari melihat Rere yang tetap diam dan tak lama menatap bara dengan dingin