
"oh, Jemput lah! Gue duluan ya" ujar Stella sembari turun dari mobil karena telah sampai ke depan rumah nya
"Nunggu apa lagi bar?" Tegas Rere yang melihat bara hanya diam tenggelam dalam pikirannya
"Gak ada! Pulang ya" ujar bara yang nampak salah tingkah sembari meninjak pedal gas mobil.
Sesampainya dirumah, Bara hanya mengantarkan Rere lalu pergi meninggalkan nya.
Disisi lain, Naura kesal karena rencana nya yang hancur pun melemparkan gelas wine yang ada di tangan nya hingga pecah
"Sial! Rencana yang gue susun rapi bisa-bisa nya hancur" ujar Naura dengan nada tinggi
"Maaf non, Ada seseorang yang ingin bertemu" ujar salah satu pelayan Naura
"Siapa pun itu suruh pulang saja! saya tidak mau diganggu" Ujar Naura Sembari memijat kepalanya yang pusing
"Sayang sekali ya! padahal saya kemari untuk mempertemukan mu dengan seseorang yang hebat" ujar Jollyn yang masuk menghampiri Naura
"Jollyn!! Ternyata kau! ada apa?" ujar Naura Sembari merapikan rambut nya
__ADS_1
Dengan Angun, Jollyn duduk di depan Naura sembari memasang senyuman di wajah manis nya
"Saya punya teman lama yang mungkin bisa membantu mencapai tujuan mu! tapi kau bilang tidak mau di ganggu! it's okay, lain kali kita bicara lagi" ujar Jollyn sembari beranjak pergi
"Wait!! Siapa Dan dimana dia sekarang" ujar Naura sembari berdiri
Mendengar hal tersebut, Jollyn berbalik sembari tersenyum dan melanjutkan langkah kaki nya.
Tak lama sosok laki-laki datang menghampiri Naura yang tengah mengetik sesuatu di handphone nya
"Hai Naura" Ujar Bara sembari duduk di depan Naura
Melihat ekspresi tak terduga Naura, bara hanya tertawa kecil sembari menaikkan satu alisnya
"Mau apa kemari!" ujar Naura dengan gugup sembari melihat anak buah nya yang tak terlihat satu pun
"Santai dong! Kenapa? Takut ya" ujar bara sembari tersenyum kecil
"Tenang, Saya kemari untuk menghentikan perperangan antara kita! Apa yang kau inginkan dari ku" Tambah bara.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, Naura tertawa kecil sembari berdiri dan berjalan ke balkon yang menunjukkan pemandangan kota dari ketinggian dan di ikuti oleh Bara.
"Apa rencana Lo! Gak biasannya Lo ngomong baku dan gampang nyerah gitu aja" ujar Naura
"Menghabisi nyawa mu itu sangat gampang Naura! Tapi, Kau tau kan alasan kenapa kau masih ku biarkan hidup" ujar Bara sembari berbalik
"Jangan sampai tingkah laku mu ini membuat ku tidak punya alasan lain selain menghabisi mu!" Tambah bara sembari melirik ke Naura.
Mendengar ancaman bara, Naura hanya tertawa kecil dan menghadap ke arah bara
"So,Kau mau apa? Menghabisi ku! Silahkan" Ujar Naura tersenyum kecil
"Ingat, Yang membuat ku menjadi seperti ini adalah diri mu sendiri bara! Kau yang sudah menghancurkan hidup ku! Jangan lupa untuk itu" Tambah Naura Sembari berjalan masuk keruangan nya
Bara Hanya diam sembari memandangi orang-orang yang sedang sibuk masing-masing dari ke tinggian.
Sedangkan Naura yang sedang kesal pun meminum air putih untuk memenangkan dirinya sembari melirik bara yang tengah berdiam diri
"Apa yang harus gue lakuin untuk menebus kesalahan itu" Ujar bara sembari berbalik dan menghampiri Naura.
__ADS_1
"Don't forget Your promise" Ujar Naura sembari memegang sebuah dokumen