
"Ohh!! gitu, Tapi gue gak bisa bersama orang yang
suka merampas nyawa orang lain" ujar Rere hendak pergi meninggalkan bara. namun, tangan nya di tarik oleh bara
"Gak semua hal bisa di selesaikan dengan cara perpisahan Re! Gue gak mau" ujar bara yang tetap tenang sembari memeluk Rere
"Kenapa? Lo takut Hans jadi anak yang broken home! Gue rasa itu lebih baik dari pada harus menanggung dosa ayah nya" ujar Rere sembari mendorong dada bara
"Entah berapa banyak orang diluar sana yang sekarang mengincar gue sama Hans! Itu semua karena ulah Lo! Kalo Lo emang sayang sama kami! Lo akan biarin kami pergi" ujar Rere sembari pergi meninggalkan bara yang hanya diam
"Oh ya, Gue udah minta surat cerai. kemungkinan besok baru datang" Tambah Rere sembari pergi ke kamar Hans
Keesokan harinya, Rere mendapatkan kabar bahwa Jordan kecelakaan. Naura memberikan amplop yang berisi bukti bahwa bara pelaku nya. Rere yang kesal pun segera mempercepat proses perceraian. Karena stress. ia kehilangan bayi yang ia kandung Sedangkan bara yang sudah lelah pun menyetujui perceraian tersebut. [Kembali ke Chapter 128]
Setelah seminggu berpisah. bara kembali ke kehidupan Rere dan memberikan bukti bahwa bukan dirinya penyebab kecelakaan Jordan
ia membuat bukti palsu tentang bisnis gelap nya serta mengatakan bahwa koyo tersebut milik Naura
Rere yang sudah muak Dengan Naura pun menerima bara kembali namun ia masih ragu dan memilih untuk berpacaran saja
__ADS_1
[Kembali ke Chapter 130]
Bara hanya diam dan tersenyum lebar mendengar perkataan Jollyn.
"Dia tau!! mangkanya kemarin dia minta cerai" ujar bara
"Dan Lo bilang ke Rere kalo semua ini hanya fitnah dari Naura. mangkanya dia mau balikan sama Lo! Gimana kalo dia tau bahwa ini fakta" Ujar Jollyn
"Jollyn! Selama ini Gue biarin Lo hidup karena ingat dengan orang tua Lo! Gue tau, Lo orang misterius yang menuntun Rere ke gedung itu kan" ujar bara sembari bersender dengan santai
"Gue gak pernah kasih kesempatan kedua ke orang lain! Jadi, pergi lah sejauh mungkin dari hadapan gue dan jangan pernah menghacurkan Rencana gue ini" tambah bara
"Gue gak nyangka Lo sepengecut ini!" tambah Jollyn sembari pergi meninggalkan bara.
Melihat Jollyn yang sedang melangkah untuk pergi. Bara menjentikkan jari nya untuk memberi kode kepada anak buah nya untuk menangkap Jollyn.
"Dan gue gak akan biarkan orang yang tau rahasia ini hidup berkeliaran" ujar bara Sembari tersenyum kecil. Tanpa ia sadari bahwa Feli mendengar semua percakapan nya di balik tembok.
"Oh My God! Gue gak salah dengar kan" ujar Feli sembari menutup mulut nya.
__ADS_1
Disisi lain, Rere tengah memasak untuk makan malam bersama Stella
"Stell, Bara bilang Lo ngilang beberapa bulan lalu! ada apa?" ujar Rere sembari memotong wortel
"Ngurus perceraian sama Reno" ujar Stella sembari mengambil pisau untuk memotong bawang
"Lah, kenapa? kok Lo gak cerita" ujar Rere
"Saat itu Lo juga lagi ada masalah sama bara! gue gak mau nambah beban pikiran Lo! jadi selama ini Reno selingkuh" ujar Stella
"Dasar cowok, Padahal satu cewe gak habis tapi serakah banget" ujar Rere sembari mengupas tentang
"Lo sama bara gimana? mau sampai kapan pacarannya" ujar Stella sembari mencuci kentang yang sudah dikupas oleh Rere
"Gak tau, Gue gak punya kesempatan buat menyelidiki dia lebih dalam! gue yakin masih ada yang dia sembunyikan" ujar Rere
"Kemanapun gue pergi selalu nempel! Sampai gue gak enak sama tetangga. Udah cerai kok masih tinggal bareng" ujar Rere sembari menumis bumbu yang sudah di haluskan oleh Stella
"Maka dari itu buruan nikah biar gak diGosipin! kalo Lo mau hidup tenang. gak usah nyari tau tentang bara terlalu dalam!" ujar Stella sembari memotong daun bawang
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, Rere hanya diam sembari memasukkan sayur ke dalam wajan. Tak lama, Stella selesai memotong daun bawang dan pergi ke toilet untuk menelpon bara