
"Apaan! Cuma gedung kosong doang! ah mau aja gue tipu dua kali" ujar Rere sembari berbalik hendak pergi namun langkah kaki nya terhenti karena mendapatkan sebuah notifikasi dari orang misterius tersebut
"Diujung Ruangan ada lift untuk ke bawah tanah! turunlah mengunakan tangga darurat agar tak di temukan oleh anak buah bara! ingat, jangan sampai kau tertangkap" Isi pesan tersebut. Rere yang penasaran pun segera mengikuti instruksi dari orang misterius tersebut.
Tak lama, Rere Sampai ke ruangan bawah tanah yang di lengkapi alat canggih dan modern
"Gila! gak nyangka semewah ini! dari luar kaya gedung terbengkalai" ujar Rere menggerutu sembari melihat dan menyentuh properti yang mewah. Tak lama, Rere mendengar suara seseorang yang berteriak minta tolong. ia pun buru-buru bersembunyi agar tak di ketahui
"Lepas!!" ujar seorang wanita yang di ikat lalu di tarik oleh beberapa orang yang memakai baju serba hitam.
"Siapa tuh!! Kenapa ditarik gitu" ujar Rere sembari mengintip dan tak lama handphonenya bergetar
"Pergilah ke ruangan bara yang terletak di ujung sebelah kanan" Isi pesan tersebut.
"Ujung sebelah kanan! itu deh kaya nya" ujar rere sembari mengendap-endap
__ADS_1
"Ingat, jangan pernah keluar dari persembunyian meskipun kau melihat bara!! Setelah sampai disana, cari lah dokumen berwarna kuning! disitu Kau akan tau semua tentang rahasia bara yang selama ini ia sembunyikan" isi pesan yang baru masuk ke handphone Rere.
Singkat cerita, Rere telah sampai ke ruangan bara dan mulai mencari apa yang di katakan oleh orang misterius tersebut.
"Nah ini dia dokumen nya! kira-kira apa ya isi nya" ujar Rere sembari melangkah untuk pergi keluar. namun, ia tiba-tiba melihat ganggang pintu hendak terbuka
"****! pasti ada yang mau masuk kesini!" ujar Rere sembari bersembunyi di bawah meja.
"Aneh, Perasaan tadi ada bayangan orang disini!" ujar seseorang yang masuk keruangan bara dan mulai mencari keberadaan nya di sudut ruangan
"Anu pak, tadi saya seperti melihat bayangan seseorang dari ruangan bapak! saya pikir ada penyusup" ujar terjo sesegukan.
Bara pun mengendus aroma tubuh Tejo yang membuat Tejo panik
"Kau mabuk!! sudah berapa kali saya bilang! jangan pernah minum-minum di jam kerja" ujar bara yang marah
__ADS_1
"Maaf pak! saya tidak akan melakukan hal itu lagi! saya mohon maafkan saya" ujar Tejo Sembari berlutut.
Bara memberikan kode untuk menyuruh Tejo pergi lalu melirik ke segala sudut untuk membuktikan perkataan Tejo.
disisi lain, Rere melihat sebuah dus yang penuh berisi koyo dan segera mengambil beberapa koyo tersebut
"Kok disini banyak koyo! apa bara suka pegal linu mangkanya perlu ini" ujar Rere sembari memperhatikan banyaknya tumbukan dus
"Aku akan menarik perhatian bara! cepat gunakan waktu sebaik mungkin untuk kabur" isi pesan tersebut
Disisi lain, bara telah memeriksa segala sudut ruangannya dan perhatiannya tertuju ke arah meja dan hendak memeriksa nya. namun, seseorang menembak jendela hingga pecah. ia pun segera menghampiri jendela yang pecah dan Rere pun segera pergi dari ruangan bara
"****!! '' ujar bara yang melihat Tejo pingsan dibawah jendela karena telah di lumpuhkan sosok orang misterius tersebut
"Huft! untung aja bisa kabur! tapi ini dimana" ujar Rere sembari melihat kiri kanan dan terus maju ke depan sampai ke pabrik pembuatan koyo.
__ADS_1