
Bara Tak menjawab dan mematikan teleponnya lalu mengirim Lokasi tempatnya berada
"Kebiasaan bara! Ngeselin banget sih" Ujar Stella sembari pergi ke lokasi yang di kirim oleh bara
Tak lama, ia sampai ke hotel tersebut dan menunggu bara menjemput di lobby.
"Lama banget sih!" Ujar Stella yang melihat bara baru turun
"Tadi gue lagi mandi! Lagian Lo Nunggu cuma 1 jam. belom gue suruh tunggu 5 jam" ujar bara dengan santai
"Cuma satu jam kata Lo! nih liat Hans nangis Mulu gak berhenti.. Ntar sakit anak Lo" ujar Stella menunjuk Hans
Bara yang melihat Hans bersembunyi di belakang Stella pun berusaha mendekati nya. namun Hans menjauh
"Sumpah! gak anak,gak emak,gak bapak nya sama aja! tadi minta di anter. gantian udah di Anter malah ngejauh! dasar keluarga gak jelas" ujar Stella mengerutu
"Apa Lo bilang!" Ujar Bara mencubit pinggang Stella tanpa disadari bahwa seseorang mefoto nya
"Aw! sakit lah! Nih bujuk dulu anak Lo" ujar Stella sembari mengelus pinggang nya dan pergi meninggalkan Bara dan Hans.
__ADS_1
Bara berusaha membujuk hans namun Hans tetap memberontak dan akhirnya, bara mengendong Hans dengan paksa dan membawanya ke kamar
Disisi lain. Rere pergi ke sebuah Cafe dan menunggu seseorang yang telah mengirim nya sebuah pesan text
"Hai Rere! Ketemu lagi" Ujar Naura yang datang bersama Bodyguard nya
"To the point aja! Gue udah ninggalin bara sesuai perintah Lo! jadi Lo gak perlu Nyewa orang buat mencelakai gue sama anak gue Lagi" Ujar Rere berusaha tenang
"Okay! Gue gak akan mencelakai kalian lagi! tapi ada sesuatu yang harus gue kasih tau ke Lo! Nih" ujar Naura sembari memberikan sebuah Foto Jordan yang tengah sekarat karena kecelakaan
"Apa! kok bisa" ujar Rere
Mendengar hal tersebut, Rere segera bergegas pergi meninggalkan Cafe dan menjenguk Jordan.
"Hahah! bara, sebentar lagi Lo akan hancur!" Ujar Naura sembari tersenyum kecil dan menelpon seseorang
"Misi kedua berhasil! Laksanakan Misi ke tiga" Ujar Naura
Disisi lain, Bara telah berhasil memenangkan Hans dan membuatnya tertidur pulas
__ADS_1
"Buset! matanya sampai bengkak gitu" Ujar Bara sembari mengelus Hans yang tengah tidur
"Maafin Papa ya Hans! Papa Egois dan hanya mementingkan diri sendiri sampai lupa sama kamu" Tambah bara membelai rambut Hans
Disisi lain, Rere telah sampai ke rumah sakit dimana Jordan dirawat
"Jor! Sorry gara-gara gue Lo jadi gini" Ujar Rere sembari menghampiri ranjang Jordan
"Gapapa sih! Ini cuma patah doang" ujar Jordan dengan santai
"Tetap aja lah! Bara bener-bener keterlaluan banget" Ujar Rere
"Bara?? Maksudnya, yang buat saya begini itu bara!" ujar Jordan
"Iya, gue dapat kabar sih gitu! polisi pun menemukan gelang giok bara di TKP" Ujar Rere
"Emang bara pakai gelang giok?" Ujar Jordan
"Dia punya gelang itu, tapi gak pernah dipake. cuma dipajang dong di mobil nya! eh iya juga ya! bara kan gak pernah Pake gelang! kok bisa ada gelang nya di TKP!" Ujar Rere
__ADS_1
"Mungkin ada kalau dia nabrak gue pake mobilnya. tapi kan gue kecelakaan tunggal! disana gak ada siapa-siapa! aneh juga!" ujar Jordan sembari beranjak duduk dan dibantu oleh Rere agar tak terjatuh