
Singkat cerita beberapa bulan berlalu. Rere dan bara melanjutkan pendidikan nya di akhir pekan. pada saat awal pekan bara berkerja menjadi ojek online sedangkan Rere fokus belajar untuk melanjutkan perusahaan orang tua nya. Rere tak memberitahu bara tentang orang tua nya yang berpura-pura bangkrut sedangkan bara juga menyembunyikan sebuah rahasia bahwa sebenarnya ia tidak berkerja sebagai ojek online melainkan CEO sekaligus owners di perusahaan yang dibangunnya sendiri
"Tumben akhir-akhir ini rajin belajar" Ujar bara yang berdiri dibelakang Rere
"Mau ngalahin Lo! kok bisa sih Lo gak belajar tapi nilai nya sempurna semua" Ujar Rere sambil menepak Meja
"Bisa dong! gue gitu loh" Ujar bara sambil memasang jaket ojek online
"Lo gak capek bar? Lo kadang pergi pagi balik subuh loh" Ujar Rere berbalik melihat bara yang sibuk memasang jaket nya
"Yahh nama nya juga usaha re" Ujar bara yang mengabaikan Rere dan hendak pergi
"Nggak! nggak boleh" Ujar Rere yang tiba-tiba melompat kepundak bara dan memeluknya dari belakang. sedangkan Bara terdiam mematung sesaat
__ADS_1
"Lo meluk gue re?" Ujar bara yang membuat Rere tersadar dan melepaskan pelukan nya
"ihhh! gak usah GE'ER ya, Pergi sana" Ujar Rere mendorong badan bara dan menutup pintu
"Gak usah balik lagi sekalian!" Ujar Rere membuka pintu dan menutup nya kembali
"Nih orang gak jelas banget!" Ujar bara dan mulai melangkah pergi menjauh dari rumah. Bara mengamati sekitar dan masuk kesebuah mobil yang telah lama menunggu nya. bara segera melepaskan jaket nya dan Menganti nya dengan Jas yang membuat penampilannya Semangkin keren
"Ada apa ya tuan?" Ujar sopir menghadap kebelakang
"Ada dokumen penting yang tertinggal! Muter balik!" Ujar bara sembari melepaskan jas nya dan kembali mengunakan jaket ojek
disisi lain, Rere masih salah tingkah dan malu dengan tingkahnya yang tiba-tiba memeluk bara
__ADS_1
"Rere! Lo gila sih" Ujar nya sembari menepuk kedua pipinya.
Rere melihat foto bara yang terpajang di atas meja dan mulai terharu akan tingkah bara
"Sebenernya gue beruntung sih bisa dapatin bara! Dia ganteng,kerja keras terus sabar lagi ngadepin gue yang kayak anak-anak gini" ujar Rere sambil mengelus foto bara tanpa ia sadari bahwa bara kembali kerumah untuk mengambil dokumen penting yang tertinggal
"Kira-kira hubungan gue sama bara bisa normal kayak suami istri pada umumnya gak ya?" Ujar Rere sambil memeluk foto bara. bara yang dari tadi menyenderkan badannya ke tembok dan hanya diam semeringai mendengar perkataan Rere pun diam-diam mengambil dokumen dan meletakkan makanan yang ia beli untuk Rere lalu pergi tanpa sepengetahuan nya.
"Ah telpon papa deh!" ujar Rere yang hendak mengambil handphone nya namun ia terkejut saat membalikkan badannya dan melihat makanan yang bara letakkan di atas meja. Rere pun segera lari ke jendela untuk memastikan bara pulang. ia melihat bara baru keluar dari gerbang gang tempat tinggalnya
"Aishh! sial" Ujar Rere menepuk jidat nya
"Bara pasti denger apa yang gue bilang tadi! sial!sial!sial" ujar Rere menepuk jidat nya berkali-kali sembari berjalan bolak balik. Rere menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dan menutupi wajah nya dengan bantal karena malu
__ADS_1