
"I will be a father" Ujar bara berteriak sembari memeluk Rere. Semua orang yang mendengar hal tersebut pun bahagia sembari memeluk Rere dan bara bersama-sama
"Makasih Re" Ujar bara berbisik sembari mencium kening Rere.
Namun Rere sepertinya tak merasa bahagia akan kehamilannya. namun didepan semua orang. ia hanya tersenyum paksa
"Udah boleh pulang belom ya?" ujar Rere sembari melepaskan pelukan bara
"Boleh kok! kalian duluan aja ke mobil! Gue mau ke administrasi dulu" ujar bara yang segera keluar dari ruangan
Sesampainya di Villa. Rere hanya berdiam di kamarnya dan Engan untuk makan apapun
"Re, Lo kalo gak makan bisa sakit loh" Ujar bara sembari berlutut dihadapan Rere
"Gak nafsu bar! mending Lo jauh-jauh dari gue! Eneg gue liat muka Lo" ujar Rere yang beranjak tidur di ranjang
Mendengar hal tersebut, Bara hanya diam dan memaklumi perubahan Hormon dan mood Rere yang sering berganti
"oke! kalo gitu gue keluar dulu! tapi Lo harus makan ya" ujar bara setelah meletakkan makanan di atas meja
"ihhh! rese" Ujar Rere sembari melemparkan bantal ke bara yang hendak pergi.
__ADS_1
Bara pun segera mengangkap bantal tersebut agar tak kotor karena jatuh
"Kenapa sih?" ujar bara yang bingung.
"Dasar cowok ya! gak pernah peka" ujar Rere berteriak kesal
"Istri lagi hamil anak nya juga! malah di tinggal sendiri" ujar Rere tidur membelakangi bara yang tengah berdiri bingung
Mendengar hal tersebut, bara berusaha mengetahui keinginan Rere. ia pun mendekat dan duduk di ranjang Rere
"Ya udah gak jadi pergi nih" ujar bara sembari mengelus pundak Rere
"ihh! jauhan! Lo bauk" ujar Rere menepis tangan bara sembari menutup hidung nya
"Lagi!" ujar Rere menguas tangannya
Bara pun terus bergeser hingga dekat pintu kamar sampai Rere bilang stop
"hiks..hiks" Rere yang tiba-tiba menangis membuat bara panik
"kenapa Re?" ujar bara yang tetap di dekat pintu karena ragu untuk mendekati Rere
__ADS_1
"Lo udah gak sayang sama gue ya?" ujar Rere Semangkin mewek
"hah! gak gitu! Sayang kok" ujar bara yang Semangkin bingung
"Buktinya Lo ngejauh dari gue" ujar Rere sembari mengelap air matanya
mendengar hal tersebut, Bara pun melangkahkan kaki nya dan hendak mendekati Rere namun terhenti karena Rere bilang stop
"Stop disitu! jangan deket-deket!" ujar Rere sembari mengulurkan tangannya.
Seketika bara menghentikan langkahnya namun Rere Semangkin menjadi
"Nak! liat deh papa mu! dia udah gak sayang kita! masa dia jauh banget sama kita" ujar Rere sembari mengelus perutnya
Bara mengaruk kepalanya dan bernafas panjang sembari mencerna perkataan Rere agar tak salah lagi
"Gimana sih! Jangan deket-deket dan jangan jauh juga?duh gak ngerti" ujar bara menaikkan alisnya
"udah deh! Gue mau sama Stella aja! Lo pergi aja sana! gitu kan mau Lo" ujar Rere sembari berdiri dan keluar kamar
Bara yang masih berdiri mematung pun hanya diam dan terduduk di sofa sembari mencerna perkataan Rere
__ADS_1
"Jangan dekat dan jangan jauh! jangan dekat dan jangan jauh! jangan dekat dan jangan jauh! Arghhhhh gak tau! pusing gue!" ujar bara yang sedang stress
karena ia tidak tau apa yang di inginkan Rere. ia pun pergi ke luar kamar untuk men refreshing kan pikirannya