
PENTING! jangan di skip
Author mengucapkan terimakasih Kepada para Readers yang sudah aktif mengikuti cerita ini sampai sekarang ❤️!! Terus tinggalkan jejak berupa like, Commant,memberi Gift/Vote ya agar nama kalian muncul.. karena diakhir novel ini, author ingin memberikan Give away kepada satu pembaca yang aktif memantau perjalanan Lika liku Cinta bara dan rere sampai novel ini selesai Nanti...Dan ini adalah laporan sementara Minggu ini. ingat ya, Nama kalian yang muncul akan di undi pada saat Ending novel ini❤️ Ayo Commant sebanyak-banyaknya dan Semoga beruntung BayBay lopyu ❤️
Lanjut.....
"Lo tiba-tiba aneh gini kenapa sih? Ada sesuatu yang Lo tau ya?" ujar bara
"Hah! nggak! Emang Lo menyembunyikan sesuatu ya?" ujar Rere
"Nggak ada sih? ya udah buruan makannya" ujar bara beranjak pergi
"Huft! untung aja gue pinter akting" ujar Rere di dalam hati
"Demi keamanan anak gue! Kayaknya gue pura-pura gak tau aja deh! gue juga harus ngejauh dari Naura" ujar Rere dalam hati
Singkat cerita. Rere dan bara kembali ke Jakarta. Rere memutuskan untuk tidak pergi ke mana-mana dan menetap di dalam rumah
Satu bulan kemudian
"Gue berangkat ya!" ujar bara mencium kening Rere dengan lembut serta mencium Perut Rere yang mulai membesar.
Tak lupa Rere merekam momen bara mencium perut nya
__ADS_1
"Kenapa direkam sih?" ujar bara
"Gapapa sih! kenang-kenangan" ujar Rere sembari tersenyum
"Hah!maksudnya?" ujar bara yang bingung
"nggak! maksud nya kenangan hamil pertama" ujar Rere
"Tiap kali aku nyium adek direkam terus loh!" ujar bara
"Gak boleh ya!" mata berkaca-kaca
"Boleh kok boleh" bara memeluk Rere agar tak menangis
Setelah Rere tenang. bara pun segera pergi ke kantor
"Kayaknya emang Bawak an bayi!" ujar bara di dalam hati
Sesampainya di kantor. Bara hendak masuk ke ruangannya namun di berhentikan oleh sekretaris nya
"Pagi pak! Ada seseorang memaksa masuk dan sedang menunggu di ruangan bapak! beliau sudah menunggu setengah jam lalu" Ujar Sekretaris.
Bara pun segera menuju ruangannya dan melihat ayah Naura
"Bos memang beda ya! Pergi paling siang dan pulang paling awal" ujar Bapak tua tersebut sembari membaca majalah
__ADS_1
"Apa yang membuat anda kemari?" ujar bara sembari duduk
Bapak tua tersebut membuka sebuah amplop yang berisi foto lalu meletakkan di atas meja menyuruh bara untuk membuka nya.
Saat dibuka. isi amplop tersebut berisi beberapa lembar foto bara bersama Rere
"Kau sepertinya menganggap enteng peringatan saya ya!" ujar Pak tua tersebut
"Kayak nya gak adil kalau cuma saya yang di pisahkan dari pasangan!" Ujar bara sembari meletakkan foto Naura berpelukan bersama seorang pria
"Ya! kau benar! Tidak adil jika saya membiarkan Naura terus bersama pria ini! mangkanya saya menghilangkan nyawanya!" ujar pak tua sembari meletakkan foto pacar Naura yang tewas di bunuh
"Karena pacar Naura telah mati! bukankah tidak adil juga jika saya membiarkan Istri anda tetap hidup!" Ujar pak tua tersebut sembari menunjukkan foto Rere yang sedang di ikat dalam keadaan tak sadarkan diri
"Kurang ajar!!" Bara berteriak sembari berdiri namun bara di tahan oleh anak buah Pak tua tersebut
"Jangan berani sentuh dia! kalo dia kenapa-kenapa! saya pastikan kau dan seluruh keturunan mu Akan menyesal telah hadir di dunia ini!" Ujar bara sembari mengertak
"Balaskan saja dendam mu jika kau punya kesempatan" Ujar bapak tua tersebut sembari menyetrum kan alat bius ke bara hingga tak sadarkan diri
Disisi lain. Rere tersadar dari bius nya dan panik saat di ikat
"Oh sudah sadar ya!" Ujar Naura tersenyum licik
"Lepas!" Ujar Rere memberontak
__ADS_1
"Iya! tenang aja! Lo akan gue lepas kalo udah gak bernyawa" ujar Naura
Naura memberi perintah kepada anak buah nya untuk mengikat besi di kaki Rere lalu menjatuhkannya Dalam laut