
Rere shock melihat kotak cincin yang digunakan bara untuk melamarnya tergeletak berlumuran darah. ia pun seketika tak sadarkan diri
Singkat cerita. mereka kembali ke villa dan menghubungi polisi untuk membantu pencarian bara. Zain pun mengutus pasukannya untuk ikut turun tangan mencari adiknya
Disisi lain, Rere telah sadar kembali. ia pun hendak ikut mencari keberadaan bara. Namun, ditahan oleh Zain
"Gak usah!! Kamu diam disini dan tunggu kabar bara aja" ujar Zain pergi meninggalkan Rere dan ibu nya
Melissa yang kesal pun menghampiri Rere dan menampar nya. Rere yang tau kesalahannya pun hanya diam merunduk
"Ini semua Karna mu! kenapa kau bawa dia ke sana" ujar Melissa sembari menangis
"Tenang Mel! ini bukan salah Rere" ujar Erna sembari memeluk Rere yang juga menangis
"Bukan apa nya! wanita itu terus menimbulkan masalah di kehidupan bara" ujar Melisa
"Dulu dia menghancurkan pendidikan bara. dia harus menikahi wanita pelacur itu! setelah menikah. ia membuat drama kematian yang mengakibatkan kehancuran mental bara. dia selalu menarik ulur perasaan putra ku dan sekarang apa yang dia lakukan!" tambah Melissa
"Mel, jangan bilang gitu" ujar Erna yang masih memeluk Rere untuk menenangkan nya
"Hahah! iya ya, kenapa saya harus bilang begitu. saya lupa bahwa Sesama pelacur akan saling mendukung" ujar Melissa sembari pergi meninggalkan Erna dan Rere
__ADS_1
"Udah, gak usah di dengar! Melissa memang seperti itu" ujar Erna sembari menghapus air mata Rere
"Mama! mama kenapa nangis?" ujar Hans yang baru terbangun dari tidurnya
Rere yang Melihat Hans mendekati nya pun segera menghapus air matanya dan memeluk Hans
"Mama gak apa-apa kok" ujar Rere sembari mengendong Hans
"Kamu istirahat yang benar dulu! Kita berdoa aja semoga bara gapapa" ujar Erna sembari mengelus pundak Rere dan pergi ke dapur
"Emang papa kenapa mah?" ujar Hans yang belum mengetahui apa pun
Singkat cerita, Malam pun tiba namun perkembangan bara belum diketahui. Semua keluarga berkumpul di meja makan dengan hening
Hans sedang menikmati makanannya sembari memandangi semua orang yang hanya diam tanpa menyentuh makanan sedikit pun
"Mama! Hans juga mau ikut diam dan gak makan tapi Hans lapar" ujar Hans sembari mendorong piring nya
Melissa yang tersadar pun segera mendekatkan kembali piring yang telah di dorong Hans dan memberinya daging
"Hans makan dong! ntar sakit kalo nahan lapar" ujar Melissa sembari mengelus rambut Hans
__ADS_1
"Tapi Oma,opa, uncle, aunty dan mama gak makan! Hans juga ah.. tapi Hans mau ikut gak makan juga. setelah ngabisin ayam ini ya" ujar Hans sembari melahap paha ayam yang telah lama ia pegang
Zain dan yang lain pun ikut tersenyum kecil mendengar perkataan Hans. Erna pun segera meletakkan makanan di piring semua orang agar ikut makan
"Jangan sampai Hans mogok makan karena liat kita gini!" ujar Erna
"Kamu mungkin saja bisa bilang begitu erna! karena kamu belum merasakan rasanya menunggu kabar anak yang hilang" ujar Melissa
"Bara itu anak suami ku dan pasti anak ku juga! Cuma mau sampai kapan kita gini! kita berdoa aja supaya bara cepet ketemu" ujar Erna yang membuat Melissa marah
"Heh ******! mending kamu diam ya" ujar Melissa menaikkan nada suara nya yang membuat Hans menundukkan kepalanya
"Mel, stop it! disini ada anak kecil" ujar Thakur melihat Hans yang menundukkan kepalanya
"Kamu tau apa mas! Anak kamu hilang gak ada kabar dan kamu bisa tenang gitu aja! kamu gila" ujar Melissa
"Siapa sih yang bisa tenang! saya juga khawatir mel. tapi please, untuk sekarang jangan bertengkar dulu! Ada Hans disini" ujar Takhur
"Tap.." ujar Zain yang terhenti ketika seseorang tiba-tiba merebut air putih yang ia pegang dan meminumnya sampai habis
Melissa berdiri dan dengan rasa tak percaya menghampiri bara yang tengah meminum air putih. ia pun melihat baju bara penuh dengan darah yang sudah mengering
__ADS_1