
Keesokan paginya. Bara menelpon pak tua untuk datang ke suatu tempat yang sepi. pak tua tersebut bersama pasukannya datang
Pak tua terkejut melihat Anak dan istri nya tergantung terbalik yang dibawahnya terdapat besi lancip yang siap menancap anak dan istrinya
"*Apa-apaan ini*!" ujar pak tua berteriak
Bara dengan tenang dan santai duduk di balkon sembari tersenyum puas melihat pak tua marah
"Hai! santai dong jangan marah-marah!" ujar bara sembari berdiri
"Sialan! Apa mau mu! lepaskan mereka" berteriak
"Pilihan!! Karena saya masih mau berbaik hati! saya beri anda pilihan! jika Anda ingin menyelamatkan Naura maka istri anda tercinta akan jatuh ke tumpukan besi lancip ini. begitupun sebaliknya!" ujar bara dengan dingin
"Bajingan!! Cepat bunuh dia!" ujar pak tua memberi titah namun anak buah bara yang menyamar justru menempelkan pistol ke kepala pak tua
Diam-diam tanpa sepengetahuan pak tua. anak buah bara menyamar masuk ke organisasi nya dan membunuh satu persatu anggota nya lalu menyamar menjadi anggota yang telah dibunuh
"Setan!! Bara! jangan gila" ujar pak tua tersebut
"Ku hitung sampai 5 detik! Kalau tidak bisa menjawab! maka dua-duanya akan mati" ujar bara dengan dingin
"Bara!!" Ujar pak tua berteriak.
"*1"
"2"
__ADS_1
"3"
"Bara! baiklah aku kalah! Tolong lepaskan mereka! mereka tidak bersalah"
"4"
"Bara tolong! Jangan"
"5*"
Bara melepaskan ikatan istri dan anak pak tua secara bersamaan namun pak tua berteriak ia memilih sang istri
"Saya pilih istri!" ujar pak tua berteriak
bara pun menahan tali istri dari pak tua dan membiarkan Naura terjatuh menembus partikel tajam tersebut
"Sakit ya!" Ujar bara menatap pak tua dengan tajam
"Kau gila! Bagaimana jika kau berada diposisi saya!" ujar pak tua
"Haha! Anda lupa atas kejadian tiga bulan lalu! Anda membunuh istri saya yang tengah mengandung ke dalam laut! bukankah tidak adil jika hanya saya yang menderita!" ujar bara dengan dingin
"Bukan saya!! saya hanya memberi perintah untuk menangkap nya saja! Saya juga tidak tau siapa yang membunuh istri dan anak mu" ujar Pak tua
"Heh! Kau pikir aku percaya" ujar bara
Bug... Bara melepaskan tali yang ia pegang sehingga istri pak tua terjatuh ke partikel tajam
__ADS_1
"Bara!!" Pak tua berteriak marah
"Yahh! jatuh! Maaf pak tua! Saya sengaja" ujar Bara dengan santai
Pak tua berdiri dan hendak naik ke atas untuk menyerang bara namun ia tertembak oleh anak buah bara
dalam ke adaan terluka parah. Bara membawa pak tua ke tengah laut dan mengikatnya seperi Naura mengikat Rere. Pak tua yang berusaha melepaskan ikatannya pun di tengelam kan.
Naura yang ternyata masih bernafas pun hendak ditenggelamkan bersama orang tuanya. namun, Naura memegang tangan bara yang membuat bara berhenti sejenak
"Apa!" ujar bara menarik tangannya kembali
"Tolong lepaskan gue! gue lagi hamil" ujar Naura memohon sembari memegang lukanya
Bara terdiam sesaat sembari melihat Naura yang tengah kesakitan
"Bar! kali ini aja. Ku mohon" ujar Naura sembari meraih kaki bara untuk memohon
Bara menarik kaki nya lalu berbalik berjalan tanpa berbicara apa pun. Naura yang melihat bara berjalan pun hanya menunduk dan kehilangan kesadarannya perlahan
Bara memperintahkan anak buah nya untuk mengantarkan Naura ke rumah sakit dan menyuruh anak buahnya kembali ke Bukit selabu markas rahasia para mafia berkumpul
Bara setiap hari datang ke kuburan Rere dengan membawa bunga mawar kesukaan nya.
Singkat cerita. 5 tahun telah berlalu.
Rere telah melahirkan Bayi laki-laki yang di beri nama Hans. Hans sangat tampan seperti ayahnya bahkan kini ia telah menginjak sekolah dasar dan menjadi anak genius seperti bara sedangkan Rere berhasil membangun sebuah Hotel yang diberi nama "Bahare" singkatan dari Bara,Hans dan Rere
__ADS_1