Ku Kira Cupu Ternyata Suhu

Ku Kira Cupu Ternyata Suhu
Romance [Season 3]


__ADS_3

Melihat Rere yang hanya diam memandangi cincin tersebut. bara hanya tersenyum kecil "Lo berhak nolak kok! gue gak akan maksa" Ujar bara sembari melihat Rere yang tetap diam dan tak lama menatap bara dengan dingin


"Ceritanya ngelamar gue nih" ujar rere.namun, bara hanya diam karena kesal


"Dasar cowok! kalau mau ngelamar yang romantis dikit kek" tambah Rere yang melihat bara hanya diam sembari menekukkan tangannya


"contohnya?" ujar bara yang Bingung akan apa yang diinginkan Rere


" banyak bunga, lampu yang cantik. kayak di film gitu loh" ujar Rere yang berharap bara mengerti maksudnya


"Jadi gue harus buat film dulu gitu?" ujar bara yang masih tak mengerti


"ck, auk ah!emang susah kalo ngomong sama mafia! tau nya cuma ngebunuh dan ngebunuh gak ada romance nya" ujar Rere mengemerutu pergi meninggalkan bara yang masih mematung mencerna perkataan Rere

__ADS_1


"Bunga dan lampu! dirumah juga ada bunga. bahkan lampu juga banyak tapi pas di ajak nikah katanya gak mau! gimana sih?" ujar bara


"tadi dia bilang Kayak film! apa gue perlu bikin film dulu! repot banget" Tambah bara mengerutu sembari melangkah hendak pulang. Namun, langkah nya terhenti ketika mendengar sesuatu dari balik pohon di hutan pinggir pantai dan Bara pun segera mendekati sumber suara tersebut.


Disisi lain, Rere telah kembali ke Villa nya dan membantu ibu mertuanya memanggang daging. Sedangkan Zain kebingungan melihat Rere yang hanya kembali sendiri tanpa bara


"Re, Bara mana?" ujar Zain sembari terus melihat ke arah pantai


"Ada kak. bentar lagi juga Sampe" ujar Rere sembari menyiapkan sauce.


"Adik mu itu sudah besar. tidak usah di urusi lagi" ujar Thakur sembari fokus bermain


"Badannya doang yang besar! otak nya gak ada" ujar Zain

__ADS_1


"Jangan terlalu meremehkan adik mu itu! Dia itu pintar memanipulasi.. papa saja baru tau bahwa dia punya bisnis gelap yang mengerikan itu" ujar Thakur


"Zain juga kaget pah! darimana dia belajar hal seperti itu" ujar Zain sembari meminum Koktail nya


"Tapi papa masih bingung! Dia bisa saja dengan mudah menghabisi musuh nya tapi kenapa dia gak mau melakukan hal itu" ujar Thakur sembari menyeruput kopi


"Bahkan sewaktu ia mengetahui kematian Naura. ia marah besar! Untung saja dia tidak jadi mengamuk sewaktu tau bahwa Rere yang menghabisi nya" tambah Thakur


"Yang Zain tau. Naura mengetahui suatu hal yang selama ini di incar oleh bara! dia belum mendapatkan apa yang ia inginkan. mangkanya dia marah" ujar Zain yang kembali melihat ke arah pantai


"Hal apa? Apa itu berhubungan dengan peti emas yang dikubur dulu" ujar Thakur


"Mungkin, karena cuma Naura dan ayah nya yang tau tempat itu. tapi mereka sudah mati semua jadi peti emas itu gak akan pernah ditemui lagi! ntah dimana mereka menyembunyikan peti itu" ujar Zain yang masih sibuk melihat pantai

__ADS_1


"Kamu melihat apa?" ujar Thakur yang memperhatikan Zain yang terus memandangi pantai dari kejauhan sembari ikut melihat ke arah pantai


"Bara sama Rere pergi ke pantai itu tapi Rere kembali sendiri! ini sudah hampir satu jam tapi bara belum kembali juga" ujar Zain sembari mengalihkan pandangan mencari bara kesegala sudut Villa


__ADS_2