
"Kita pulang nya besok aja ya! Capek banget aku" ujar Bara sembari masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
"Aku!! tumben gak Lo gue" ujar Rere bergemerutu
"Aneh!! Gue cuekin dari tadi tapi kok dia gak berusaha membujuk ya! gak kayak dulu" ujar Rere sembari melemparkan handphone bara ke lantai dan pecah
"Lah!! kok ke lempar! mampus" ujar Rere yang panik karena tak sengaja melemparkan handphone bara
"Wait!! dia gak keluar! jangan bilang udah gak peduli lagi!! Gue tes aja deh" ujar Rere sembari berdiri dan mengambil vas bunga dan melemparkannya hingga pecah
Bara yang mendengar suara pecahan pun segera membuka pintu dan hanya mengeluarkan kepalanya untuk mengintip kondisi
"Ngapain sih" ujar bara sembari mengosok kepalanya mengunakan shampoo
Bara yang melihat Rere tak kenapa-kenapa pun segera menutup pintu kamar mandi nya kembali
"Tuh kan!! Ini pasti karena hatinya udah terbagi" ujar Rere sembari meringkuk mengumpulkan pecahan vas
"Harusnya gue jangan marah dan jangan kasar biar dia gak cuek gini" ujar Rere
__ADS_1
"Hadehh!! kacau semua!! Gimana ya?" tambah Rere yang masih sibuk mengumpulkan pecahan vas
"Kasian banget vas bunga nya! gak salah apa-apa kena Amukan emak-emak" ujar bara yang baru keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambut nya mengunakan handuk
Mendengar hal tersebut, Rere melemparkan bunga nya ke bara namun karena tak hati-hati. tangannya pun terkena pecahan beling vas tersebut
Tanpa berkata-kata, Bara pergi keluar kamar sedangkan Rere meringkuk mengelap jari nya untuk menghentikan pendarahan
Tak lama, bara kembali membawa kotak Pertolongan pertama dan duduk berlutut di hadapan Rere
"Tau sih, Lo lagi marah tapi gak harus melukai diri sendiri lah!" ujar bara sembari Mengobati luka Rere
"Udah nih, istirahat gih" ujar bara sembari mencium kening Rere dan pergi membereskan pecahan vas
Setelah selesai membersihkan Vas yang pecah. Bara segera merebahkan dirinya di sebelah Rere
"Udah tidur ya?" ujar bara sembari mengintip Rere yang membelakangi nya
"Udah dong ngambek nya! Kasian dedek bayi tuh" ujar bara sembari memeluk Rere
__ADS_1
"Udah gak usah meluk-meluk! Gerah" ujar Rere melepaskan pelukan bara
"Gerah? perasaan dingin banget karena AC nya belom dimatiin" ujar bara
"Bacot lu" ujar Rere sembari menyelimuti seluruh tubuh nya
"Katanya gerah! kok selimutan" ujar bara sembari masuk ke dalam selimut dan berpindah tempat ke depan Rere
"Dingin!! ih apaan sih" ujar Rere sembari Menganti posisi tidur nya dan membelakangi bara
"Haha! lucu juga punya istri kayak bocil" ujar bara yang membuat Rere berbalik menghadapinya
"Ngomong apa Lo barusan?" ujar Rere
Bara menggelengkan kepalanya sembari tersenyum dan menatap wajah Rere yang tengah marah
Rere yang melihat bara tersenyum pun terngiang-ngiang Rekaman suara dari flashdisk yang diberikan Farrel padanya. tanpa sadar, Rere menampar pipi bara yang membuat bara terkejut sembari memegang pipi nya
"ah.. Sorry!! Bawakan orok" ujar Rere sembari menyengir karena merasa bersalah sudah menampar bara. namun, ia teringat kembali suara rekaman tersebut dan menampar bara sekali lagi
__ADS_1
"Bonus" ujar Rere dengan ketus sembari berbalik membelakangi bara sedangkan bara yang terkena tamparan pun hanya terdiam karena bingung dan ikut membelakangi Rere