
"Parah ih!! untung gue dapat nya shift malam! ya udah ayo nonton Drakor" ujar Ivana sembari menghidupkan Tv
"Ekhh..gusy! kalian tau gak koyo ini" ujar Rere dengan ragu mengeluarkan koyo tersebut
"Koyo! Encok kan lu" ujar feli mengambil koyo tersebut lalu di rebut kembali oleh ivana
"Nggak juga! cuma gue baru liat koyo ini! jadi rada penasaran apa spesial nya" ujar Rere sembari tertawa palsu
"Nama nya koyo sama aja lah walaupun beda merk" ujar Feli
"Wait!! Lo dapat koyo ini dari mana?" ujar Ivana fokus melihat koyo tersebut
"Gue dikasih orang! Tapi bara marah besar pas mau gue pake! apa karna harganya murah ya" ujar Rere sembari bersender
"Aelah berlebihan banget si bara! masa cuma karna koyo murah gak boleh!" ujar Feli sembari memakan Snack
"Bukan! Justru koyo ini mahal banget karna mengandung Kokain yang buat pemakai nya kecanduan! kalo udah pake ini gak bisa berhenti! Kokain nya dosis tinggi yang dapat merusak saraf otak" ujar Ivana dengan serius
"Lo belum pake koyo nya kan!" Tambah ivana yang panik
"Nggak! Nggak gue pake" ujar Rere yang ikut panik
__ADS_1
"Tapi kokain itu apa? Lebay banget bisa ngerusak saraf otak " ujar Feli dengan santai
"Dasar pengacara goblok! Kokain itu sejenis narkoba" ujar ivana sembari memukul kepala Feli mengunakan Snack
"Udah ih!! buang ini! ntar Lo pake" Tambah ivana sembari meletakkan koyo di kotak sampah
"Ya nggak lah! ngapain gue pake begituan" ujar Rere sembari meminum air putih.
Feli yang melihat Tangan Rere gemetar saat meminum air putih pun tertawa terbahak-bahak
"Jangan di ketawain! mungkin dia syok" ujar ivana sembari mencubit Feli agar diam
Singkat cerita, Feli dan Ivana pun telah pulang, Rere menunggu bara kembali sembari membaca dokumen yang ia ambil
"Dia kirim gue pesan lagi! berarti dia selamat dari sana" ujar Rere sembari menutup dokumen yang ia baca
"Huft!! pantesan Gue di serang mulu! ternyata karena ini" Tambah Rere sembari berjalan ke balkon
"Eh, Bara pulang! Gue jadi bingung mau bersikap gimana" Batin Rere sembari melihat bara yang baru keluar dari mobil nya
"Re.." Ujar bara yang mencari keberadaan nya namun Rere hanya diam
__ADS_1
"Lo ngapain ke gedung kosong itu!" ujar bara menghampiri Rere
"Gedung apa" ujar Rere dengan cuek
"Gak usah bohong!! Lo ngapain disitu" ujar bara sembari menunjukkan rekaman CCTV di handphonenya. Tanpa berkata-kata Rere pun pergi mengambil dokumen dan memberikannya kepada bara.
Bara yang melihat isi dokumen tersebut hanya diam mematung sembari menahan emosi nya
"Gak usah dijelasin! gue udah tau semua!" ujar Rere dengan dingin sembari mengambil koyo yang dibuang ivana ke kotak sampah
"Termasuk ini juga" Tambah Rere menunjukkan koyo tersebut
"Berapa banyak nyawa yang udah Lo habisi?" ujar Rere sembari menghampiri bara yang hanya menunduk
"Kamu lupa ya! Kamu itu seorang ayah! kamu mau anak mu di perlakukan seperti itu" Tambah Rere dengan dingin
"Jangan sampai Anak-anak kamu yang kena imbas dari perbuatan mu ini" ujar Rere sembari berbalik membelakangi Bara
"That will never happen!Never" Ujar bara yang tetap menundukkan kepalanya
"Oh ya! Kenapa?" ujar Rere
__ADS_1
"Gue gak akan biarkan itu terjadi!" ujar Bara
"Ohh!! gitu, Tapi gue gak bisa bersama orang yang suka merampas nyawa orang lain" ujar Rere hendak pergi meninggalkan bara. namun, tangan nya di tarik oleh bara