
Farrel hendak melerai ibu nya karena hari ini bara dan ashad akan kembali. jika bara melihat Rere di tampar maka akan menimbulkan masalah besar terlebih lagi bara baru saja di nobatkan sebagai ketua. Farrel tidak akan bisa melawan bara
"Diam! Gara-gara wanita ini! Via jadi keguguran dan key jadi luka! Kau punya anak kan. gimana kalo anak mu di celakai oleh orang lain" ujar Mama Farrel sembari mendorong Rere
"Mah! sudah.. biar Tuhan yang membalas nanti" ujar Farrel menjauhkan ibunya
"Iya! Saya berharap kau merasakan apa yang di rasakan Via. Semoga Tuhan membalas perbuatan keji mu itu" ujar ibu Farrel. Farrel pun membawa ibu nya keluar dari villa dan membisikkan sesuatu
"Re.. gapapa kan" ujar Via yang mendekati Rere
"Diam Lo!" ujar Rere sembari mendorong via
"Lo gak ada tobat-tobat nya ya! Gue rekam nih! Gue kasih ke bara biar dia ilfil sama Lo" ujar Farrel mendekat dan merangkul via
__ADS_1
Rere yang kesal hendak masuk dan mengabaikan Farrel
"Bara itu mudah ilfil sama orang dan kalo sudah ilfil bakal dia benci selamanya! dia kira Lo udah berubah! tapi kalo dia tau Lo masih kayak dulu yang suka menindas orang!! Lo pasti ditinggal" ujar Farrel sembari berjalan kembali ke kamar nya untuk melanjutkan packing baju nya untuk pulang
Rere yang merasa posisi nya terancam pun hanya diam dan menutup pintu kamar nya.
Farrel yang sudah menyiapkan rencana untuk membalas perbuatan Rere pun hanya tinggal menunggu hasil
"Tenang Rere! Lo pinter akting! pura-pura jadi korban bullying aja deh nanti" ujar Rere sembari membalut luka nya dan membersihkan badannya
setelah berbicara agak lama. Bara pun masuk ke villa dan mencari Hans yang tengah bermain
"Sini!" Ujar bara dengan dingin. Hans pun segera menghampiri bara. Tak lama, terdengar suara tangisan Hans yang membuat Rere datang menghampiri nya
__ADS_1
"Bara! kamu ngapain sih" ujar Rere sembari mendorong bara yang tengah memukul ke dua telapak tangan Hans mengunakan kayu kecil
"Ngasih dia pelajaran! biar gak sembarangan mukul anak orang" ujar Bara
"Ya gak gini juga! Dia masih kecil" ujar Rere berteriak
"Justru masih kecil ini lah perlu di didik! biar pas besar gak kayak mama nya!" ujar bara pergi meninggalkan Rere dan Kemabli ke kamar nya
"Sakit ya nak! Mama tiup ya biar sakit nya ilang" ujar Rere yang meringkuk duduk meniup telapak tangan Hans sembari meneteskan air mata nya
"Mama kenapa nangis hiks.. kan Hans yang di pukuli papa" ujar Hans yang melihat Rere menangis
"Mangkanya kamu jangan nangis terus dong! kan mama ikutan sedih" ujar Rere mengelap air matanya dan membawa Hans kembali ke kamar
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Bara merebahkan dirinya di ranjang sembari bermain game. Hans pun masuk ke kamar mandi untuk mandi sedangkan Rere duduk di ranjang membelakangi bara
Melihat Rere yang diam dan tenang tak seperti biasanya yang cerewet. bara pun segera meletakkan handphone nya dan memeluk Rere dari belakang