Ku Kira Cupu Ternyata Suhu

Ku Kira Cupu Ternyata Suhu
Kabar [Season 3]


__ADS_3

"oh.. u-udah mah! Jollyn tutup dulu ya mah.. bye" Ujar Jollyn yang kembali melirik Naura dan segera mematikan telpon ibunya dan mengembalikan handphone Naura


"Hidup Ayah Lo sekarang ada di tangan gue! kalo Lo gak mau melaksanakan apa yang gue perintah! maka..." ujar Naura


"Apa!!..." ujar Jollyn


Naura mendekati Jollyn dan berbisik sesuatu ditelinga nya.


Disisi Lain, Handphone Bara berdering yang membuat Rere terbangun dari tidur nya


"Ah sial! Siapa sih nelpon malam gini" ujar Rere sembari menjawab telpon


"Bar..gawat" ujar Stella yang panik


"Kenapa Lo? gue Rere! gak tau bara kemana"


"Aduh re!! Ini mendesak banget! bara mana?" Ujar Stella semangkin Panik


"Gak tau" ujar Rere sembari memejamkan matanya kembali karena masih mengantuk


"Cari buru re! ini masalah besar loh" ujar Stella


"iya bentar! Gue matiin dulu ya. nanti di telpon balik" ujar Rere sembari mematikan telpon

__ADS_1


"Arghhhh......" Rere berteriak sekencang-kencangnya untuk membuat bara kembali secepatnya dan tak lama Bara datang bersama Ashad karena mendengar teriakkan dari Rere


"Kenapa? Ada apa?" ujar bara menghampiri Rere yang sedang duduk di ranjang


"Nih, Tadi Stella nelpon katanya ada hal penting" Ujar Rere sembari memberikan handphone.


mendengar hal tersebut, bara tercengang dan mematung sesaat sedangkan Ashad langsung pergi meninggalkan bara dan Rere


"Kenapa bengong!! nih ambil" ujar Rere menyodorkan handphone


"Lo teriak cuma mau ngasih tau kalo Stella nelpon?" ujar bara


"iya, soalnya mager kalo mau nyari Lo" ujar Rere sembari menyengir


"Sini aja bisa kan! Dari tadi gue ditinggal mulu" ujar Rere memasang wajah masam


"Hmm! okay! geser" ujar bara sembari naik ke ranjang dan tiduran di sebelah Rere


"Besok aja deh telpon Stella nya! tidur aja yuk udah malam banget ini" ujar bara sembari memeluk Rere


Singkat cerita, Pagi telah tiba. Rere di bangunkan oleh notifikasi pesan di handphone bara yang terus berdering.


Rere Melihat bara yang masih terlelap pun segera membuka pesan text tersebut

__ADS_1


"Dari Stella! Ngapain nih orang" ujar Rere sembari beranjak duduk


"Bar, Para investor semua nya mau menarik dana yang udah mereka tanamkan"


"Dan juga para klien kita semua nya kabur" ujar Rere membaca pesan tersebut


"Hah apa?" ujar bara yang mendengar suara Rere


"Ini chat dari Stella! coba Lo baca sendiri" ujar Rere sembari memberikan handphone dan bara pun segera menelpon Stella untuk tau lebih jelas


"Kalo gitu perusahaan bara bakal hancur" ujar Rere mengemerutu sembari pergi ke toilet


"Gawat nih kalo sampai hancur beneran! mana hotel gue udah tutup lagi" Tambah Rere sembari mencuci wajah nya


"Gak bisa bayangkan kalo nanti kami hidup di desa lagi! mana orang desa suka ngomongin orang dari belakang terus suka ikut campur urusan orang juga" Tambah Rere sembari berendam


"Arghhhh.. pusing! gimana nih" ujar Rere sembari Menelpon Stella


"Hallo Stell! Gue mau nanya tentang chat Lo itu" ujar Rere


"Oh Lo baca juga! Udah re gak usah di pikirin! bara pasti punya jalan keluar nya kok" ujar Stella


"Jadi bara bangk... argh! bara ngangetin aja" ujar Rere yang terkejut melihat bara yang masuk ke kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2