
Bara yang melihat Jun sedang menatapnya pun segera tersenyum sembari mengangkat tangannya untuk menyapa
"Jangan nuduh! kayaknya emang orang baik" ujar Jun Sembari membalas sapaan bara sembari tersenyum
"Aish! terserah Jun! Aku sudah mengingatkan" ujar Suho
Disisi Lain, Rere datang ketempat di gang sepi dimana Naura ingin menjebaknya.
"Hai Re.. Long time no see" ujar Naura yang tiba-tiba muncul bersama anak buahnya
Rere yang melihat Naura pun segera lari masuk ke gang tersebut dan dikejar oleh Naura berserta anak buahnya.
Tak lama, Rere masuk kesebuah gedung kosong dan berada di Jalan buntu. melihat hal tersebut, Naura tertawa terbahak-bahak
"Gak bisa lari lagi Lo!" ujar Naura Sembari melipat tangannya di dada.
"Mau Lo apa?" ujar Rere sembari menangis
"Nyawa Lo!" ujar Naura sembari berjalan maju sedangkan Rere hanya terdiam sembari melangkah mundur
__ADS_1
Melihat Rere yang tak berdaya, Naura tertawa terbahak-bahak sembari mengeluarkan Senjatanya
"Nangis aja!! dan teriak sekuat mungkin haha gak akan ada yang mendengar" ujar Naura berteriak sembari menarik pelatuk pistol nya. Saat ia hendak menyerang, seseorang menembak tangannya yang membuat pistol nya terjatuh
Naura hendak bangkit dan menyerang Rere namun Tertembak oleh Jollyn yang sedang bersembunyi di balik tembok bersama Stella
"Yes kena!! hebat juga lu" ujar Stella sembari menarik Jollyn keluar dari tempat persembunyiannya
"Kan gue udah bilang! Tembak dia pas gue kalah! gak seru ah" ujar Rere sembari menggoyangkan tubuh Naura mengunakan kaki nya
"Lama Re! Ini novel gak selesai-selesai ntar" Ujar Jollyn sembari menambahkan tembakannya
"Woyy! dari leher sampai ke ******** dia jangan ditembak! ntar rusak organnya! kan rumayan jadi duit" ujar Stella sembari menghentikan Jollyn
"Btw, Bara jangan sampe tau tentang Kematian Naura ya" ujar Jollyn sembari melihat Stella melepaskan satu persatu organ tubuh Naura
"Lah kenapa? Jangan bilang mereka ada..." ujar Stella yang menghentikan aksinya
"Nggak kok! Ngasih tau dia pas udah balik kesini aja!! kita kasih gift kepala nya" Ujar Jollyn sembari menyengir
__ADS_1
"Keren!! Dasar Psycho?" ujar Rere sembari mencolek pinggang Jollyn
"Enak aja!! Matanya sayang kalo gak diambil!! 150 juta satu perbiji loh" ujar Stella
"Heh, Apa bedanya di kasih ke bara dengan nggak nya! nanti juga bakal dibedah lagi" ujar Jollyn
"Ya, terserah kalian deh! gue mau balik" ujar Rere sembari pergi dari tempat bedah tersebut
Singkat cerita, Rere pergi ke suatu tempat menemui seseorang yang biasa ia temui
"Bagaimana? " ujar seseorang mengunakan sebuah topeng
"Sudah beres semuanya! Terimakasih pak" ujar Rere sembari tersenyum melihat seseorang bertopeng tersebut
"Bagus!! Apa yang membuat mu kemari?" ujar Seseorang tersebut sembari berbalik menghadap Rere
"Hanya ingin berterima kasih karena telah membantu saya untuk menyingkirkan anak buah Naura saat ingin menyerang saya! Sampai sekarang saya bingung, Kenapa anda mau membantu saya selama ini" ujar Rere yang membuat Orang tersebut diam sesaat
"Musuh bara bukan hanya Naura! Naura itu belum seberapa. Saran saya, Kamu jangan jauh-jauh dari bara! selama kau berada disisi nya. kau akan aman! mereka tidak akan berani menyerang" Ujar seseorang tersebut
__ADS_1
"saya bingung, Anda sangat mengenal bara bahkan diam-diam membantu menghabisi para musuh nya! tapi kenapa bara gak boleh tau keberadaan mu?" ujar Rere
Mendengar hal tersebut, Ia hanya tersenyum kecil sembari memegang sebuah bingkai foto di atas meja kerja nya