
"Gak ada apa-apa! tadi ketemu karena kebetulan! itu pun ada Reno" ujar bara sembari duduk bersandar pintu kamar
"Bohong!" ujar Rere berteriak
Bara menarik nafas panjang dan hanya terdiam menunduk
"Susah kalo kayak gini! mau gue jelasin sampe mati pun Lo gak akan percaya kalo Lo lagi panas gini!" Batin bara.
"Kenapa diam Lo! jadi bener Lo selingkuh!" ujar Rere sembari memukul kaca hingga pecah. Bara yang mendengar sesuatu yang pecah pun segera berusaha membuka pintu
"Re! Lo gapapa kan! buka pintu nya" ujar bara. Rere tak menjawab apa-apa yang membuat Bara mendobrak pintu kamar hingga rusak. Rere menangis sembari membaluti tangan nya yang luka. Bara segera menghampiri Rere dan hendak mengobatinya
"Udah gak usah! Sana Lo! jauh-jauh dari gue" ujar Rere menarik tangan nya
"biar gue obatin dulu luka Lo!" ujar bara
"Gak usah! gue bisa" ujar Rere sembari berdiri dan hendak Keluar kamar.
"Kita cerai aja ya bar!" ujar Rere lalu pergi keluar kamar
__ADS_1
"Kenapa?" ujar bara dengan nada melemah
Rere menghentikan langkah nya. lalu menoleh sejenak kebelakang
"Gue capek!" ujar Rere dan hendak melangkah pergi
"Sama! gue juga capek! capek banget re! capek ngalah terus sama Lo, capek sama tingkah Lo yang kaya anak kecil! tapi bukan perpisahan jawabannya Re! Gue nikah sama Lo bukan untuk mendapatkan gelar duda! gue sayang sama Lo! Lo ngerti dong" ujar bara dengan nada tinggi
"Lo kalo sayang gak akan selingkuh! emang anjing Lo ya!" ujar Rere sembari berbalik kebelakang
"Gue udah bilang! gue gak selingkuh re! gue harus apa biar Lo percaya!" Ujar bara
"Lo bunuh diri sana! Lo mati gue percaya!" ujar Rere dengan kesal
"Diam kan Lo! gak berani kan" ujar Rere membanting patung mini zero kesayangan bara
Bara hanya terdiam menangis tanpa suara. tak lama terdengar seseorang mengetuk pintu rumahnya.. Rere pun bergegas untuk membuka pintu
"Ini ada apa ya? kenapa rame-rame kesini?" ujar Rere yang bingung dengan kehadiran pak RT berserta warga yang keluar dari rumah nya masing-masing
__ADS_1
"Maaf buk! saya ketua RT setempat. Saya mendapatkan laporan bahwasannya ada pertengkaran dirumah ibu! untuk menghindari KDRT. kami segera kemari untuk memastikan bahwa ibu baik-baik saja" Ujar kepala RT
"saya baik-baik aja pak! kami cuma bertengkar biasa namanya juga suami istri!" ujar Rere
"Boleh saya tau dimana pak Bara" ujar Pak RT tersebut
"ada pak! Kayaknya gak perlu susah-susah ngurusin kita ya! kita gapapa kok" Ujar Rere
Tak lama polisi mendatangi tempat tersebut
"kenapa harus bawak-bawak polisi ya pak! saya gak suka loh" ujar Rere
"Polisi ini hanya untuk berjaga-jaga buk! kami mendengar suara pertengkaran yang sepertinya bukan pertengkaran biasa! ibu kalau merasa terancam bilang aja!" ujar RT setempat
"Gak perlu pak! kita baik-baik aja dan saya juga tidak merasa terancam! jadi saya harap bapak dan warga-warga sekalian harap bubar" ujar Rere
Pak RT yang melihat tangan Rere berdarah pun segera menerobos masuk untuk mencari bara
"Kalian gak sopan banget main masuk-masuk aja!" ujar Rere yang di tahan oleh ibu-ibu tetangga nya
__ADS_1
pak RT dan polisi pun menangkap bara sebagai pelaku utama. dan segera membawanya
"Pak! suami saya gak bersalah! tangan saya terluka karena kebodohan saya sendiri! pintu itu hancur karena suami saya berusaha untuk menolong saya!" ujar Rere yang hendak menghampiri polisi namun ia tidak bisa bergerak karena di tahan oleh ibu-ibu