
Melissa berdiri dan dengan rasa tak percaya menghampiri bara yang tengah meminum air putih. ia pun melihat baju bara penuh dengan darah yang sudah mengering
"Bara.. ini kamu nak" ujar Melissa memegang kedua pundak nya
"iya, kenapa mah? pah?" ujar Bara yang kebingungan melihat semua mata tertuju pada nya
Tanpa berkata-kata, Melissa memeluk bara dengan erat sembari menangis tersedu-sedu
"Mama kenapa nangis? ada apa sih?" ujar bara yang tambah kebingungan melihat semua orang mendekati nya
"Kamu gapapa kan bar? Mana yang luka?" ujar Thakur sembari mengelilingi bara
"Luka? nggak ada" ujar bara
"lah terus noda darah di baju mu itu apa?" ujar Zain sembari merobek kemeja putih bara yang telah berubah warna
"Woii!! kenapa di sobek in" ujar bara sembari menutupi dadanya. Namun, Thakur dan Seto menarik tangan bara agar memperlihatkan dadanya
__ADS_1
"Kok gak ada luka? Terus noda darah ini dapat dari mana?" ujar Zain
"Noda da..! eh" ujar bara yang baru saja mengerti apa yang terjadi
"Itu bukan darah gue! pas gue mau balik ke villa. gue dengar suara tembakan! gue kesana dan ternyata Jollyn mau bunuh diri! dia gak apa-apa sih. soalnya gue cepet bawa dia ke rumah sakit" ujar bara yang membuat semua orang kesal
"Kenapa gak bilang! kami khawatir tau" ujar Zain sembari menjitak jidat bara
"Terus kenapa gak pulang seharian!" ujar Rere yang kesal
Zain pun memberikan kode kepada bara dan bara pun mengerti maksudnya "Salah ngomong nih kayak nya gue" ujar bara yang melihat Rere tersenyum sembari mengelus rambut Hans
"Kamu mandi dulu gih! kami tunggu disini ya" ujar Melissa dengan semangat meletakkan makanan di piring bara
Singkat cerita, Makan malam pun telah selesai. Rere dan Hans pun kembali ke kamar nya untuk istirahat. Tak Lama, Bara mengetuk pintu yang membuat Hans terbangun
"Hans tidur lagi ya" ujar Rere sembari menyelimuti Hans dan segera pergi menemui bara
__ADS_1
"Ada apa?" ujar Rere sembari mendekati bara yang tengah melihat bintang di balkon
"Soal kenapa gue gak bisa pulang dan nemenin Jollyn. itu Karna..." ujar bara sembari menatap ke lantai "It's okay!! gue juga gak peduli Lo mau ngelakuin apa pun dengan siapapun. Mau Lo balikkan sama Jollyn juga gue gak peduli! to kita gak ada ikatan apa pun" ujar Rere mencela perkataan Bara
Mendengar hal tersebut, Bara tak dapat berkata-kata dan hanya terdiam sembari memandangi tumpukan bintang di langit
"Kalo Lo nyuruh gue kesini cuma untuk ngomongin hal gak penting gitu. mending gak usah!" ujar Rere hendak berbalik meninggalkan bara.
"apa udah gak ada lagi kesempatan untuk hubungan kita Re? kalo gak ada bilang sekarang! gue capek di gantung kayak ****** basah gini" ujar bara dengan dingin
"Gue harus ngelakuin apa biar Lo percaya sama gue! Gue serius Re, gue mau menjalani semua nya dari Nol" ujar bara sembari menggenggam tangan Rere
"Please kasih kesempatan gue untuk itu" Tambah bara sembari memegang kedua pipi Rere dan menyentuhkan keningnya dengan kening Rere
Rere memejamkan matanya sembari menahan air matanya dan memeluk bara dengan erat.
"Maaf bar, gue egois!!" ujar Rere yang terus memeluk bara dan mendengarkan detak jantung nya dengan jelas
__ADS_1